Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Syiar Digital Muhammadiyah: UMS Dorong Penyampaian Dakwah Kreatif dan Ramah

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 10 Desember 2025 12:59 WIB
Syiar Digital Muhammadiyah: UMS Dorong Penyampaian Dakwah Kreatif dan Ramah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran strategisnya dalam syiar digital dan pengelolaan media sosial yang berkarakter nilai Islam Berkemajuan. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran strategisnya dalam syiar digital dan pengelolaan media sosial yang berkarakter nilai Islam Berkemajuan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kehadiran narasumber dari UMS pada Ngaji Syiar Digital Berkemajuan #3, sebuah webinar yang digelar oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Webinar itu mengangkat tema “Merancang dan Mengevaluasi Konten Media Sosial untuk Meroketkan Engagement” dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua. Seluruh peserta terlebih dahulu melakukan pendaftaran melalui laman resmi acara. Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Razuli, selaku Pengelola Media Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Fajar Junaedi, Pimpinan Pusat Syiar Digital Muhammadiyah.

Dalam pemaparannya, Razuli menjelaskan strategi komunikasi digital yang baik harus berpijak pada tiga faktor utama yaitu organisasi, nilai, dan audiens. Menurutnya, lembaga yang memiliki karakter dan identitas kuat seperti Muhammadiyah harus mampu menjaga DNA nilai dalam setiap konten yang diproduksi. “Media sosial bukan sekadar soal visual menarik dan konten viral. Kita membawa nilai dakwah, kemaslahatan, serta karakter keilmuan. Value itulah yang membedakan kita,” terang Razuli.

Pada sesi pertama, Razuli, pengelola media sosial UMS, memaparkan landasan strategis dalam merancang konten. Menurut Razuli, pengelolaan akun organisasi harus didasarkan pada tiga elemen utama: (1) identitas organisasi atau lembaga, (2) value atau nilai yang diusung, dan (3) audiens target. “Value adalah roh dari pesan yang kita sampaikan ibarat DNA komunikasi karena itu bentuk dan gaya konten harus merefleksikan nilai Kemuhammadiyahan yang kita pegang,” ujar Razuli.

Ia menegaskan perbedaan pendekatan antara lembaga yang berbasiskan nilai keagamaan seperti UMS dengan lembaga umum atau perguruan tinggi negeri, terutama pada cara penyampaian pesan dakwah dan nilai institusi. “Muhammadiyah harus hadir di ruang digital dengan narasi yang ramah, kreatif, dan berkemajuan. Kita tidak boleh kalah cepat dengan arus informasi yang berkembang,” ujarnya.

Razuli juga menekankan pentingnya segmentasi audiens. Meski data menunjukkan sekitar 50,2 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial, bukan seluruh pengguna itu otomatis menjadi audiens lembaga. Oleh karena itu perlu pemetaan audiens yang spesifik seperti Gen Z, millennial, Gen X, hingga boomer, karena masing-masing kelompok memiliki preferensi konten yang berbeda.

Dalam paparan yang kaya contoh praktik, Razuli membagikan temuan riset internal tim UMS yang menunjukkan bahwa mayoritas audiens mereka berada pada rentang usia Gen Z. Hasil riset itu mendorong pengembangan konten yang lebih menghibur dan interaktif, seperti meme, komedi dakwah, polling, kuis, dan sesi tanya jawab yang dinilai efektif membangun kedekatan.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:

– Gen Z cenderung menyukai konten interaktif, cepat, dan menghibur (contoh: TikTok, meme, konten dengan hook kuat di awal).

– Millennial menyukai kombinasi inspirasi dan informasi yang estetik dan tertata (UGC dan lifehack).

– Gen X menghargai keaslian dan kepraktisan; mereka merespon baik pada testimoni atau showcase yang jelas manfaatnya.

– Boomer memilih konten yang langsung pada inti dan jelas informasinya.

Razuli mencontohkan keberhasilan konten berupa komedi dakwah dan template meme untuk ucapan misalnya ucapan Idul Fitri atau selamat ujian. Konten ini mampu menghasilkan keterlibatan (engagement) tinggi termasuk like, komentar, dan share dalam jumlah signifikan dibanding konten formal saja.

“Audiens kita terutama mahasiswa seringkali menganggap akun resmi sebagai ‘teman’. Mereka bahkan DM untuk curhat. Saat kita membalas, terasa kedekatan itu meningkat,” kata Razuli, mengilustrasikan pendekatan humanis yang kini menjadi kebutuhan komunikasi digital.

Materi juga diperkaya dengan rujukan tren industri komunikasi digital. Beberapa statistik yang dibahas Razuli:

– Sekitar 50,2% penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial (angka total populasi sebagai potensi audiens).

– 73% Gen Z cenderung mem-follow brand yang menghadirkan konten tak terduga dan menghibur.

– Konten hiburan (termasuk humor lokal di TikTok) dapat meningkatkan engagement hingga 2–2,3 kali dibanding konten promosi konvensional.

Berdasarkan data tersebut, Razuli mengingatkan tim humas untuk menyeimbangkan jenis konten: ada yang menghibur, informatif, edukatif, dan dakwah disusun sesuai tujuan dan audiens.

Dalam sesi demonstrasi, Razuli memaparkan contoh-contoh konten UMS yang berhasil berupa carousel feed dengan meme berisi pesan ucapan, video pendek bernuansa edukatif-inspiratif, serta format konten yang memanfaatkan momentum (moment marketing), seperti hari jadi Muhammadiyah, hari besar, dan event kampus.

Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi pasca-publish dengan melihat metrik seperti reach, share, komentar, dan sentimen harus dianalisis untuk mengetahui mengapa konten tertentu ‘meledak’ sementara yang lain tidak.

Sementara itu, Fajar Junaedi menegaskan bahwa syiar digital harus terus beradaptasi dengan dinamika perilaku warganet agar pesan dakwah tetap tersampaikan secara efektif.

Webinar semakin interaktif melalui sesi tanya jawab dan studi kasus pengelolaan media sosial lembaga Muhammadiyah di berbagai daerah. Peserta juga diberikan panduan bagaimana melakukan evaluasi engagement, pemilihan format konten sesuai segmentasi audiens, hingga strategi storytelling yang selaras dengan misi dakwah Persyarikatan.

Berita Terbaru

Fakultaria FAI UMS 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Ilmu dan Nilai Islami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman akademik, budaya fakultas, hingga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui...

UMS dan UM Buka Peluang Kolaborasi Mobilitas Mahasiswa hingga Kelas Internasional

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026). Kunjungan Direktorat Reputasi, Kemitraan,...

Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...

Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...

Citroguard 3in1, Inovasi Mahasiswa UMS Hadirkan Pengusir Nyamuk Berbahan Alami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Citroguard 3in1, sebuah inovasi produk multifungsi berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi dan pengharum...

Antisipasi Blackout Total, Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kesiapsiagaan Layanan Kota

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman...

AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas

PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...

Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...

Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...

725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...

Dari Karya ke Etalase Digital, UMS Dampingi Guru SLB Kembangkan Wirausaha Siswa

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah...

Awardee Beasiswa BAZNAS di UMS Dibekali Bahasa Asing untuk Hadapi Dunia Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal yang diperkuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Melalui mentoring yang...