Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Kategori Jurus di POMNAS XIX 2025 Tampilkan Harmoni dan Kreativitas

Zaatuddin, Editor: Sholahuddin
Jumat, 26 September 2025 10:23 WIB
Kategori Jurus di POMNAS XIX 2025 Tampilkan Harmoni dan Kreativitas
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Bima Muhammad Pamungkas, Kontingen Jawa Tengah Kategori Jurus Tunggal Baku dan Jurus Tunggal Bebas. (Humas).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 kembali menghadirkan pesona cabang pencak silat melalui kategori jurus yang fokus pada ketepatan gerakan. Berbeda dengan kategori tanding, kategori ini menempatkan estetika, ketepatan teknik, kreativitas dan harmoni gerak sebagai inti penilaian.

Technical Delegate (POMNAS) XIX 2025, Haris Nugroho, menjelaskan bahwa terdapat empat jenis kategori jurus dalam pertandingan seni bela diri, yakni jurus tunggal baku, jurus tunggal bebas, jurus ganda dan jurus beregu. Ia mengungkap perbedaan keempat kategori tersebut terdapat pada gerakan yang dimainkan.

Jurus pada gerakan baku merupakan gerakan yang sudah dipatenkan oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) sehingga ketepatan gerakan menjadi inti penilaian. Sedangkan jurus pada gerakan bebas merupakan improvisasi gerakan yang dimainkan oleh setiap atlet. Pada gerakan bebas, kreativitas dan ketetapan antara deskripsi dan gerakan menjadi nilai utama.

“Kalau jurus tunggal baku dan beregu itu sama. Keduanya sama-sama menggunakan jurus yang sudah dibakukan oleh PB IPSI, sehingga atlet hanya perlu menghafalkan jurus itu. Kemudian untuk jurus tunggal bebas dan ganda itu improvisasi dari atlet sendiri untuk merangkai gerakan-gerakan yang kreatif, sehingga membuatnya jadi nilai lebih,” jelasnya, Kamis (25/9) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.

Ketepatan Gerak

Haris melanjutkan, pada kategori jurus menilai pada ketepatan gerak, kemantapan gerak, kesesuaian dengan waktu, dan kesesuaian dengan deskripsi gerak. Sedangkan kekayaan gerak khusus untuk gerakan bebas menjadi aspek utama dalam penilaian. Ia menjelaskan bahwa penilaian, gerakan, hingga kriteria senjata yang digunakan telah tertuang dalam peraturan pertandingan yang berlaku.

Selain itu, menurut pengamatannya, kesalahan peserta pada kategori ini terdapat pada ketepatan gerakan. Banyak peserta melakukan gerakan di luar gerakan yang dibakukan seperti kesalahan melakukan gerakan hingga kesalahan dalam memegang senjata yang digunakan.

“Biasanya dalam kebenaran gerak, kemudian kesalahan di dalam melakukan jurus, sehingga dinilai kebenaran tadi. Harusnya dia pegang beloknya di tangkai, dia pegangnya di atas. Kemudian ada aturan, mungkin pakaiannya tidak boleh terlepas apapun ya. Karena tidak waspada, ada pakaian yang lepas pada saat melakukan gerakan, itu akan terjadi pengurangan. Kemudian keluar dari gelanggang, senjatanya atau dia itu ada pengurangan. Tapi kalau keluar gelanggang itu jarang terjadi yang sering kesalahan gerak,” lanjutnya.

Selain teknis penilaian, Haris mengungkapkan bahwa POMNAS XIX diikuti oleh 384 peserta dari 36 provinsi, yang menunjukkan antusiasme yang sangat besar dari atlet mahasiswa dalam cabang seni bela diri ini. Ia juga menegaskan pentingnya kontinuitas pembinaan prestasi untuk menuju ke kejuaraan internasional seperti kejuaraan tingkat ASEAN, Asia, hingga dunia.

“Jadi harapan kita ya sama dengan semangat kita pencak silat road to olympic, ya sama nanti yang versi kategori mahasiswanya juga sampai ke tingkat seperti olympic, dengan peningkatan ya kualitas prestasi yang memang betul-betul diharapkan sesuai dengan kriteria-kriteria prestasi yang diterima oleh NOC maupun IOC,” harapnya.

Bima Muhammad Pamungkas, kontingen asal Jawa Tengah, mengungkap perasaannya mengikuti POMNAS XIX 2025 cabor pencak silat. Ia mengaku cukup gugup ketika menghadapi pesaing dari Jawa Timur. “Cukup deg-degan ya, terutama juga Jawa Timur kalau soal nomor solo kreatif juga unggul. Jadi saya lumayan nervous juga, tapi alhamdulillah bisa,” ungkapnya.

Dalam POMNAS XIX 2025 kali ini, Bima mengikuti 2 kategori dalam pertandingan bela diri, yakni jurus tunggal baku dan jurus tunggal bebas. Ia mengatakan tantangan terberat dalam kompetisi kali ini adalah kategori tunggal baku karena melakukan kesalahan gerakan saat bertanding.  Selain itu, Bima menyoroti perbedaan suasana pertandingan antara pengalaman sebelumnya dengan POMNAS. Menurut perkataan Bima, lawan-lawan di POMNAS adalah mahasiswa tingkat atas yang lebih berpengalaman, berbeda dengan lawan yang setara usia saat di tingkat sekolah. Ia pun berharap ke depannya dapat meningkatkan kualitas performa dan meraih hasil maksimal di kedua kategori jurus tunggal baku dan tunggal bebas.

“Biasanya lawannya yang setara pelajar semua. Ini lawannya yang semester lebih dari semester 6 atau 7. Saya masih semester 1. Harapannya saya lebih meningkatkan lagi dengan kualitas saya dan menagihkan untuk 2 kategori ini berhasil semua di POMNAS berikutnya,” lanjutnya.

Berita Terbaru

Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...

Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...

Citroguard 3in1, Inovasi Mahasiswa UMS Hadirkan Pengusir Nyamuk Berbahan Alami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Citroguard 3in1, sebuah inovasi produk multifungsi berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi dan pengharum...

Antisipasi Blackout Total, Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kesiapsiagaan Layanan Kota

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman...

AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas

PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...

Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...

Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...

725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...

Dari Karya ke Etalase Digital, UMS Dampingi Guru SLB Kembangkan Wirausaha Siswa

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah...

Awardee Beasiswa BAZNAS di UMS Dibekali Bahasa Asing untuk Hadapi Dunia Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal yang diperkuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Melalui mentoring yang...

Pondok Shabran UMS Perkuat Literasi untuk Cetak Kader Ulama Adaptif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula...

Seboto Smart Farming UMS Masuk Tahap Monev, Teknologi IoT Pertanian Ditinjau

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Monitoring dan...