Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Dampingi PKK Sekarwangi Desa Dibal Olah Limbah Rumah Tangga Jadi POC

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Sabtu, 23 Agustus 2025 01:27 WIB
UMS Dampingi PKK Sekarwangi Desa Dibal Olah Limbah Rumah Tangga Jadi POC
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga menggunakan komposter, bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dibal, Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh Kemdiktisaintek melalui DPPM Tahun Anggaran 2025. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga menggunakan komposter, bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dibal, Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh Kemdiktisaintek melalui DPPM Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan tersebut dipimpin dosen Pendidikan Akuntansi, Dhany Efita Sari, bersama rekannya, Endang Setyaningsih, dari Pendidikan Biologi, serta Sitti Retno Faridatussalam, dari Ekonomi Pembangunan. Selain itu, dua mahasiswa, Azarin Carissa Putri Laksmi dan Raden Ahmed Abdillah, juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program Akselerasi Kemandirian Ekonomi Ibu-Ibu PKK Desa Dibal melalui Integrasi Digital, Pertanian Hijau, dan Pengolahan Limbah,” ujar Dhany, Jumat (22/8/2025). Dhany menekankan pentingnya pemanfaatan limbah rumah tangga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan penerapan konsep ekonomi hijau.

Sesi inti pendampingan dipandu oleh Endang Setyaningsih, yang memberikan pelatihan teknis pembuatan POC menggunakan komposter anaerob. Ia menyampaikan langkah demi langkah, mulai dari memasukkan limbah sayur, menambahkan bioaktivator, hingga merawat komposter agar menghasilkan pupuk cair berkualitas.

Suasana semakin interaktif dalam sesi tanya jawab yang berlangsung pada Jumat (8/8). Para peserta menanyakan jenis sampah yang dapat dimasukkan ke komposter, lama proses pembusukan menggunakan bioaktivator hingga menghasilkan POC siap pakai, serta kendala yang kerap muncul dalam proses pengomposan.

Tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga menggunakan komposter, bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dibal, Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh Kemdiktisaintek melalui DPPM Tahun Anggaran 2025.

Tim pengabdian dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pendampingan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah rumah tangga menggunakan komposter, bekerja sama dengan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Dibal, Boyolali. Kegiatan ini didanai oleh Kemdiktisaintek melalui DPPM Tahun Anggaran 2025. (Humas)

Endang menjelaskan bahwa bahan organik seperti sayur, buah, dan sisa dapur segar dapat dimasukkan, sedangkan bahan anorganik, plastik, kaca, dan limbah kimia harus dihindari. Proses pembusukan dengan bioaktivator rata-rata memakan waktu 7–14 hari, tergantung jenis bahan dan kondisi kelembapan. “Kendala yang umum ditemui adalah bau menyengat bila terlalu basah, munculnya serangga bila tidak tertutup rapat, atau hasil POC yang encer bila bahan tidak seimbang,” tutur Endang.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim membagikan poster panduan pengomposan menggunakan komposter dan bioaktivator, kartu monitoring POC, serta satu set komposter untuk setiap anggota PKK. Diharapkan, peserta dapat langsung mempraktikkan pengolahan POC di rumah masing-masing.

Selain itu, lanjutnya, tim juga melakukan monitoring setiap 1–2 pekan sekali untuk mencatat jumlah produksi POC yang dihasilkan serta mengevaluasi kendala yang dihadapi ibu-ibu PKK selama praktik pengomposan. Pendampingan pembuatan POC ditutup dengan pembagian doorprize, sesi dokumentasi bersama, serta penyampaian pesan dari tim agar ibu-ibu terus semangat mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat.

Salah satu peserta, yang juga ketua PKK, Ibu Ani Sulistiyawati, mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu ibu-ibu mengurangi sampah sisa sayur sekaligus mendukung prinsip go green dan green economy.

“Dengan adanya keterampilan baru dalam pengolahan POC menggunakan komposter, ibu-ibu merasa lebih percaya diri untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang bernilai guna,” ujar Ani.

Berita Terbaru

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...

Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...

LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...