Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Tancap Gas Kampus Berdampak, UMS Ajak 87 PT Jateng Ikuti Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak

Gede, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 12 Juni 2025 02:29 WIB
Tancap Gas Kampus Berdampak, UMS Ajak 87 PT Jateng Ikuti Kosabangsa dan Mahasiswa Berdampak
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Auditorium Moh. Djazman, UMS, Rabu (11/5/2025). Sosialisasi yang menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek itu diikuti sejumlah mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 87 perguruan tinggi se-Jawa Tengah. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengajak 87 perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk mengikuti program Kolaborasi Sosial Pembangunan Bangsa dan Masyarakat (Kosabangsa) dan Mahasiswa Berdampak.

Hal tersebut mengemuka dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Auditorium Moh. Djazman, UMS, Rabu (11/5/2025).  Sosialisasi yang menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek itu diikuti sejumlah mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 87 perguruan tinggi se-Jawa Tengah.

Sosialisasi ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Prof. Okid Parama Astirin, Prof. Raden Wisnu Nurcahyo, Prof. Suminah, dan Prof. I Ketut Widnyana. Dalam sambutannya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Harun Joko Prayitno menyebut Kampus Berdampak menuntut hasil riset, pengabdian, pendidikan, hingga publikasi yang berdampak bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menggandeng mahasiswa dalam mewujudkan program Kampus Berdampak. “Kami ingin menggandeng semua mahasiswa sebagai elemen dan komponen penting dalam rangka mengantarkan karya-karya terbaik dosen dan mahasiswa agar berdampak,” ujar Harun yang juga Rektor UMS itu.

Direktur DPPM Kemendiktisaintek Prof. I Ketut Adnyana, menjelaskan terdapat dua program untuk mewujudkan Kampus Berdampak, yakni Kolaborasi Sosial Pembangunan Bangsa dan Masyarakat (Kosabangsa) dan Mahasiswa Berdampak.

Daerah Tertinggal dan Rawan Bencana

Kosabangsa 2025 akan menargetkan daerah tertinggal, wilayah rawan bencana, dan kawasan kemiskinan ekstrem. Fokus intervensi mencakup pengembangan ekonomi lokal, sistem pertanian berkelanjutan, kesehatan masyarakat berbasis komunitas, pendidikan adaptif, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.

Kosabangsa adalah medium rekayasa sosial berbasis iptek untuk memperkuat ketahanan masyarakat akar rumput dan mendorong transformasi sosial dari bawah. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat merupakan bagian dari ekosistem perubahan yang saling belajar, tumbuh, dan mandiri bersama.

“Kosabangsa diharapkan menjadi katalisator perbaikan kualitas proposal, penguatan jejaring antarperguruan tinggi, serta peningkatan kontribusi nyata kampus terhadap pembangunan daerah melalui riset dan pengabdian yang lebih berdampak,” imbuh I Ketut Adnyana.

Sementara program Mahasiswa Berdampak adalah program yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem pengabdian mahasiswa. Program Mahasiswa Berdampak mengedepankan semangat collective intelligence atau kolaborasi multidisiplin.

Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Auditorium Moh. Djazman, UMS, Rabu (11/5/2025). Sosialisasi yang menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek itu diikuti sejumlah mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 87 perguruan tinggi se-Jawa Tengah.

Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Auditorium Moh. Djazman, UMS, Rabu (11/5/2025). Sosialisasi yang menggandeng Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek itu diikuti sejumlah mahasiswa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 87 perguruan tinggi se-Jawa Tengah. (Humas)

Tujuannya untuk mendorong transformasi sosial berbasis empati, dedikasi, dan semangat kolektif. “Kita menyiapkan mahasiswa sebagai subyek perubahan, pemikir, pemimpin, dan penggerak yang berakar pada konteks sosial bangsa kita,” ujar Adnyana.

Sosialisasi kali ini, menurut Adnyana, menjadi titik awal yang penting untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berdampak. Tak hanya membahas format struktur penulisan proposal, tetapi membicarakan cara agar kampus bisa menyatu dengan masyarakat dan mahasiswa dapat menyuarakan pengetahuannya.

“Perguruan tinggi tidak hanya sekadar menghasilkan teknologi, tetapi juga memastikan teknologi hadir di tempat yang paling membutuhkan. Ini merupakan ajakan untuk meletakkan riset, pengabdian, dan mahasiswa langsung di tengah masyarakat,” tegas dia.

Salah satu peserta yang hadir dalam sosialisasi, Josua Nico Manurung, menilai program Kampus Berdampak sangat baik untuk mewujudkan peran BEM yang aktif terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.

“Semoga dengan adanya program Kampus Berdampak, mahasiswa dapat berdampak kepada masyarakat. Harapannya program ini tidak berhenti saat ini, tetapi juga kontinyu berkelanjutan,” tandas Josua yang juga Ketua BEM Universitas Sanata Dharma itu.

Berita Terbaru

FHIP UMS Gandeng Polda DIY Edukasi Pelajar soal Lalu Lintas

KULON PROGO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan sejumlah instansi menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Penguatan Karakter Disiplin...

UMS Perbarui Arah Ilmu Komunikasi Hadapi Era AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengembangan akademik Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk...

Bekal Ketekunan, Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award di Monash Australia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Taufik Hidayat, berhasil meraih Exceptional PhD Award dari School of...

Perpustakaan UMS dan Mamba’ul ‘Ulum Kolaborasi Kembangkan Layanan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat layanan perpustakaan melalui kerja sama kelembagaan antara UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS dengan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum...

UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri di Tiongkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat...

Dosen UMS Soroti Persaingan dan Masa Depan Marketplace ASEAN

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas strategi meningkatkan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand. Prof....

UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Kembangkan Program Buddy

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat International Student Buddy Program melalui pengembangan tata kelola, sistem pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut dilakukan melalui...

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah...

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...