Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

FIK UMS Terjunkan 644 Mahasiswa Ikuti KKN Tematik tentang Kesehatan dan Keislaman

Alvian, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 31 Mei 2025 20:14 WIB
FIK UMS Terjunkan 644 Mahasiswa Ikuti KKN Tematik tentang Kesehatan dan Keislaman
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Peserta KKN Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan UMS saat berfoto bersama di depan Geduk Induk Siti Walidah, Sabtu (31/5/2025). (Humas).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan sebanyak 644 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2025 yang berlokasi di 55 desa pada 6 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi interprofesional lintas program studi dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Wakil Dekan III FIK UMS, Noor Alis Setiyadi, menyampaikan KKN tahun ini mengusung pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) sebagai bentuk pembelajaran integratif yang telah diterapkan sejak 2018. Lokasi kegiatan tersebar di enam kecamatan, yakni Kartasura, Baki, Gatak, Mojolaban, Grogol, dan Polokarto. Sebanyak 59 Ranting Muhammadiyah dan 6 Cabang Muhammadiyah menjadi mitra lapangan.  “Kita libatkan 644 mahasiswa dari empat prodi: Keperawatan, Fisioterapi, Kesehatan Masyarakat, dan Gizi. Semua bekerja sama sebagai satu tim lintas profesi. Meskipun ada desa yang memiliki lebih dari satu Ranting, jumlah Ranting keseluruhan mencapai 59. Di Polokarto, misalnya, PCM-nya bernama Belimbing meskipun wilayahnya sama,” jelas Noor Alis seusai upacara pelepasan mahasiswa KKN Tematik FIK UMS, Sabtu (31/5/2025).

Program ini terbagi dalam tiga tahap, yaitu pre-community (18 Mei–1 Juni), in-community (2–14 Juni), dan post-community (15–22 Juni). Saat tinggal di lokasi, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengadakan edukasi kesehatan, intervensi gizi, pemeriksaan sederhana, dan penguatan komunitas berbasis nilai-nilai Muhammadiyah. Noor Alis menegaskan, KKN Tematik ini tidak hanya mengasah kemampuan profesional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan mahasiswa. Ia menambahkan, peserta akan mengenal langsung Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) seperti sekolah, pondok pesantren, dan layanan sosial lainnya di ranting tempat mereka mengabdi.

“Ada dua tema besar yang kami angkat: tema kesehatan dan tema AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan). Mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu profesinya, tapi juga memahami realitas Persyarikatan Muhammadiyah di akar rumput. Ini penting agar mahasiswa tahu bahwa di tengah masyarakat ada AUM yang aktif dan menjadi bagian dari solusi sosial. Pengetahuan yang selama ini mereka pelajari di ruang kelas akan dibuktikan secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Bukan Sekadar Pengabdian

Wakil Dekan III itu juga menjelaskan, durasi tinggal di lokasi KKN disesuaikan dengan kalender akademik prodi kesehatan yang padat. Ia berharap KKN Tematik ini mampu mencetak lulusan yang bukan hanya ahli secara keilmuan, tetapi juga peduli terhadap masyarakat dan memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan.

“Karena pada 15 Juni sebagian mahasiswa sudah harus ke rumah sakit atau ke lapangan praktik, maka masa tinggal dibatasi dua minggu. Tapi dua minggu itu sangat padat dan bermakna karena dibekali keterampilan berkehidupan langsung. Kami ingin mahasiswa FIK tidak hanya menjadi tenaga kesehatan, tetapi juga kader perubahan yang membumi dan berdedikasi,” tutup Noor Alis.

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, menekankan bahwa KKN Tematik bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk membentuk kedewasaan dan kemandirian mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat.

KKN Tematik itu hakikatnya untuk mendekatkan dan membumikan kedewasaan serta kemandirian anak dengan masyarakat sebagai sasaran langsung, melalui PRM, PCM, pertemuan-pertemuan Al-Islam Ke-Muhammadiyahan. Ini bagian dari upaya menjadikan mahasiswa sebagai kader dan pelopor bangsa. Prof Harun melanjutkan, bahwa mahasiswa UMS harus menjadi pelopor perubahan, tidak hanya dalam bidang keilmuan, tetapi juga dalam nilai dan keteladanan sosial. Sejalan dengan visi I’M UMS (islami, mencerahkan, unggul, mendunia, dan sustainability), Harun menegaskan KKN Tematik menjadi wadah strategis untuk mencetak kader unggul yang mampu menebar kemanfaatan, menjunjung nilai keislaman, dan membawa pencerahan di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi, tetapi juga menjadi pelopor UMS yang menginspirasi dan membumikan nilai-nilai kemanusiaan secara berkelanjutan.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...