
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pemerintah tengah menggulirkan wacana untuk menghidupkan kembali sistem penjurusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Sutama, menilai kebijakan ini bisa menjadi langkah positif dalam mewadahi potensi siswa sejak dini.
Sutama menegaskan penjurusan memiliki peran penting dalam memetakan minat dan bakat peserta didik. Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada keterlibatan tiga pihak utama: siswa, guru, dan orang tua. “Ini akan sangat membantu anak dalam merancang cita-cita dan masa depannya,” ujarnya saat ditemui di Ruang Dekan FKIP UMS, Kamis, (17/4/2025).
Ia menegaskan orang tua harus berperan aktif karena merekalah pendidik utama bagi anak. Mereka yang mengarahkan dan mengenali potensi serta minat anak sejak awal. Ia menyebutkan, jangan sampai keputusan jurusan hanya didasarkan pada nilai semata, melainkan juga harus mempertimbangkan minat dan bakat siswa.
Bukan Sekadar Formalitas
Di sisi lain, Guru Besar Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS itu juga menyoroti pentingnya sistem remedial yang berjalan secara serius dan bukan sekadar formalitas. Ia mengusulkan agar guru yang memberikan remedial mendapatkan insentif tambahan. “Sekarang ini banyak remedial yang sifatnya hanya formalitas, karena tidak didukung dengan dana. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Ia memaparkan secara teori, remedial memiliki tiga tahapan, yaitu pengulangan langsung, pengulangan dengan pembelajaran sedikit, dan pengulangan dengan pembelajaran intensif. Namun, praktiknya di sekolah sering kali tidak berjalan sebagaimana mestinya karena tidak ada dukungan pendanaan yang memadai.
Lebih lanjut, Dosen FKIP UMS itu berharap penjurusan tidak dilakukan secara terburu-buru di awal masuk SMA. Karena kelas X itu masih masa transisi, penjurusan sebaiknya dilakukan setelah siswa memahami pelajaran dan minatnya. “Sehingga pilihan jurusan tidak salah arah,” pesannya.

Ia juga menyinggung perlunya pelatihan dan pembinaan bagi para guru agar dapat menjalankan proses pembelajaran secara profesional. Guru tidak cukup hanya lulusan Sarjana, mereka juga harus menguasai metode, strategi, serta teknologi pembelajaran agar mampu menyampaikan materi dengan baik.
Menurutnya, kebijakan penjurusan ini akan berdampak langsung pada strategi pembelajaran dan rekrutmen guru. Maka dari itu, pemerintah harus mempertimbangkan aspek kesejahteraan guru, termasuk pendanaan pelatihan dan jenjang karier, agar kualitas pendidikan meningkat secara menyeluruh.
“Jangan sampai guru hanya menjadi pekerja kontrak yang tidak memiliki jenjang karier jelas. Pendidikan harus dikelola secara serius, termasuk dalam hal rekrutmen dan pengembangan SDM guru,” ujar Dekan FKIP UMS itu.
Sebagai penutup, ia menyampaikan harapannya agar kebijakan ini tidak dijalankan secara parsial. Kebijakan penjurusan akan efektif jika didukung dengan pembiayaan yang cukup, pelatihan guru, serta pengawasan dan pelibatan aktif orang tua. “Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
Studi Inspirasi Antarlembaga Muhammadiyah, Sri Sayekti: Ancaman Terbesar Bukan dari Luar
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Sri Sayekti, menerima kunjungan studi inspirasi dari SD Muhammadiyah Palur Program Khusus Sukoharjo yang dipimpin Noor...
Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Tuntaskan Pelatihan Pendamping PPH
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Jawa Tengah, Dwi Jatmiko mendapat sertifikat lulus pelatihan pendamping proses produk halal (PPH). Ini setelah dia mengikuti...
SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Kajian Fikih Kurban
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Untuk menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H, SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono, Boyolali, bekerja sama dengan Juleha (Juru Sembelih Halal) Boyolali mengadakan kegiatan...
Kolaborasi Lintas Profesi, FKG UMS Edukasi Kesehatan Gigi Siswa SDIT Nur Hidayah Surakarta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) bersama siswa SDIT Nur Hidayah Surakarta, Kamis (21/5/2026). Kegiatan...
Perluas Jangkauan Literasi, Perpustakaan UMS Luncurkan Library Corner di SMP Muhammadiyah PK Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan fasilitas UMS Library Corner di Perpustakaan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK)...
67 Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Diwisuda Tahfiz, Capaian hingga 12 Juz
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM–SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Wisuda Tahfiz Al-Qur’an sebanyak 12 juz pada Sabtu (16/5/2026) di ballroom The Alana Hotel Solo. Sebanyak 67...
Kolaborasi dengan UMS, SD Muhammadiyah 14 Solo Gelar Global Friends Day Bersama Penutur Asing
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Seluruh siswa SD Muhammadiyah 14 Surakarta (SD MAHESKA) mengikuti kegiatan International Native Speaker – Global Friends Day bertema “Let’s Speak, Share, and...
SD UMS Global Citizen Kartasura Resmi Buka PMB 2026, Kuota Perdana 10–15 Siswa
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan Penerimaan Murid Baru (PMB) SD UMS Global Citizen Labschool FKIP UMS Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (11/5/2026),...
Cegah Kecanduan Gadget, Kader IPM SMP Muhammadiyah 1 Solo Ikuti Workshop Digital Smart Healthy Life
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sejumlah kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 1 (MUTU) mengikuti workshop bertajuk “Manajemen Waktu dan Dampak Buruk Penggunaan Gadget yang Tidak...
Wisuda Tahfiz ke-10 SD Muhammadiyah PK Solo, 76 Murid Selesaikan Hafalan Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 147 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo resmi dikukuhkan dalam Wisuda Tahfiz ke-10 dan Wisuda Tilawah ke-8 Tahun Ajaran...
128 Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Jalani Edutrip ke Singapura dan Malaysia
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 128 siswa kelas 8 dan 10 guru pendamping SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti program edutrip internasional ke Singapura dan...
Siapkan Pembelajaran Bilingual, SD Muhammadiyah 8 Jagalan Gelar Workshop Bahasa Inggris untuk Guru
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Sebanyak 36 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 8 Jagalan atau yang dikenal sebagai SD Mapan mengikuti workshop bertajuk “Pembelajaran Bilingual dan...





