Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

PPG UMS Luluskan Ribuan Guru Profesional, Mendikdasmen RI Ungkap Kebijakan Baru Pendidikan

Fika Annisa S., Editor: Sholahuddin
Minggu, 23 Februari 2025 06:00 WIB
PPG UMS Luluskan Ribuan Guru Profesional, Mendikdasmen RI Ungkap Kebijakan Baru Pendidikan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, saat memberikan pengarahan kepada lulusan Program Profesi Guru UMS, Sabtu (22/2/2025). (Humas).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, memberikan arahan kepada lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan tema “Penguatan Keprofesionalan Guru”.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Yudisium Pengukuhan & Sumpah Profesi Guru 2025 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (22/2/2025).  Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan peran krusial guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan tenaga pendidik. Pendidikan yang maju itu ditentukan oleh keberadaan guru yang kompeten.  “Guru adalah segala-galanya dalam pendidikan. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik, fasilitator, mentor, dan bahkan sahabat bagi murid-muridnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, meskipun teknologi berkembang pesat, peran guru tetap tak tergantikan dalam proses pembelajaran.  Mendikdasmen menyoroti pentingnya penguasaan kompetensi akademis, pedagogik, sosial, dan moral bagi setiap guru. Hal ini, menurutnya, akan berdampak langsung pada motivasi dan rasa percaya diri peserta didik dalam menjalani proses belajar.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa peningkatan profesionalisme guru harus terus dilakukan. “Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Guru harus terus mengembangkan diri melalui continuing professional development (CPD) agar tetap relevan dengan tantangan zaman,” jelasnya yang tergabung secara online melalui aplikasi Zoom Meeting.  Menurutnya, perkembangan dunia yang cepat mengharuskan guru untuk selalu menyesuaikan metode pengajaran mereka dengan karakteristik peserta didik masa kini.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru melalui berbagai program, seperti pemberian bantuan pendidikan bagi guru yang belum mencapai kualifikasi akademis minimal D4 atau S1 serta peningkatan jumlah penerima tunjangan sertifikasi.  Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan kebijakan baru yang bertujuan untuk meringankan beban administratif guru.

“Para guru tidak perlu lagi melaporkan kinerja mereka secara online setiap saat. Cukup dengan laporan tahunan kepada kepala sekolah,” ujarnya.  Selain itu, beban jam mengajar minimal yang sebelumnya 24 jam per minggu, kini bisa dikurangi menjadi 16 jam tatap muka, dengan 8 jam sisanya dapat dipenuhi melalui pelatihan atau kegiatan lain yang diakui sebagai bagian dari profesi guru.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana menerapkan konsep deep learning pada tahun ini. Konsep ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta kolaborasi peserta didik.  “Naskah akademis terkait kebijakan ini telah selesai dan dalam waktu dekat akan ditetapkan melalui peraturan menteri. Beberapa sekolah akan menjadi pilot project untuk penerapan konsep ini,” ungkapnya.

Selain itu, pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan coding juga akan mulai diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan sejak jenjang sekolah dasar pada tahun ajaran 2025/2026.  Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada UMS yang telah menjadi salah satu penyelenggara PPG terbaik di tingkat nasional. Ia juga berpesan kepada para lulusan PPG agar terus berdedikasi dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Selamat kepada para lulusan PPG yang hari ini secara resmi dilepas oleh Rektor UMS. Kalian adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan Indonesia. Semoga kalian menjadi guru yang profesional, berdedikasi, dan membawa perubahan bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Program Studi PPG UMS, Agus Susilo, mengungkapkan pada hari ini UMS kembali mencetak rekor dengan meluluskan sebanyak 10.746 peserta PPG di tahun 2024. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan PPG di UMS.

Menurutnya, lonjakan jumlah lulusan ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah terkait percepatan sertifikasi guru.  “Lulusan tahun ini adalah yang terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya hanya berkisar di angka 3.000-an. Namun, tahun ini UMS meluluskan 10.003 guru yang sudah mengajar dan 862 calon guru yang belum mengajar, tetapi telah tersertifikasi,” jelasnya.

Melonjak

Agus menambahkan bahwa lonjakan jumlah peserta PPG ini berkaitan dengan upaya pemerintah dalam menyertifikasi sekitar 600.000 guru di seluruh Indonesia.  “Di UMS, jumlah peserta melonjak dari 3.000 tahun lalu menjadi 10.746 tahun ini. Ini menegaskan posisi UMS sebagai salah satu penyelenggara PPG terbesar di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, UMS juga terus memperluas cakupan program studi PPG yang ditawarkan. “Tahun ini kami mendapatkan tambahan satu program studi baru, yaitu Pendidikan Jasmani, yang memang sangat dibutuhkan karena masih banyak guru Pendidikan Jasmani yang belum tersertifikasi. Kami juga memiliki program studi PPG untuk Pendidikan Teknologi Informasi dan Pendidikan Akuntansi yang kuotanya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Meskipun terdapat efisiensi anggaran di berbagai sektor, Sekretaris PPG UMS itu menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap sertifikasi guru tetap menjadi prioritas utama sama seperti yang sudah disampaikan oleh Mendikdasmen RI saat sambutan. “Meskipun ada pemangkasan anggaran di beberapa sektor, sertifikasi guru tetap menjadi program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan guru, seperti yang dijanjikan oleh pemerintah. Anggaran untuk sertifikasi guru tetap tersedia, dengan target mencapai 600.000 hingga 800.000 guru tersertifikasi tahun ini,” tegasnya.  Dengan pencapaian ini, UMS semakin mengukuhkan dirinya sebagai institusi yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan guru-guru profesional yang siap mengabdi di berbagai jenjang pendidikan.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...