
MALAYSIA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim Pengabdian Masyarakat Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengabdian masyarakat melalui skema Pengabdian Kemitraan Internasional (PKM KI) di Gombak, Kuala Lumpur Malaysia.
Pengabdian yang dilakukan tersebut mengangkat topik “ToT Metode Tsaqifa di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia”. Kegiatan pengabdian itu bekerja sama dengan mitra Pimpinan Cabang Istimewa Aisiyah Malaysia yang diketuai oleh Silmi Fitri, S.S.
Siaran pers yang diterima muhammadiyahsolo.com, Sabtu (7/9/2024), menjelaskan, Tim Pengabdian ini diketuai oleh Triyono Ali Mustofa, yang juga merupakan dosen Magister Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini juga melibatkan dua dosen FAI yaitu Nurul Latifatul Inayati, dan Syamsul Hidayat, serta mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UMS yang terdiri dari enam mahasiswa, masing-masing iranti Merliana, Muflihatul Laela Sari, Tri Anggraini Fitriana, M. Lutfi Maulana, Khomarudin, dan Viky Nur Vambudi yang turut berkontribusi dalam penyelenggaran kegiatan ini.
Triyono Ali Mustofa mengungkapkan latar belakang kegiatan bermula dari masih adanya WNI muslim yang tinggal di Malaysia, namun mengalami keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an, terkhusus yang berumur usia lanjut. Selain itu belum ditemukannya metode yang tepat dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an untuk kaum usia lanjut.
“Berdasarkan hasil diskusi kami terhadap permasalahan mitra di Pimpinan Cabang Istimewa Aisiyah [PCIA] Gombak, Malaysia yang menjadi tempat kegiatan ibu-ibu ‘Aisyiyah. Memerlukan bantuan dalam mengajar mebaca Al-Qur’an untuk ibu-ibu Aisiyah terutama yang berusia lanjut. Terlebih pengajaran dalam hal metode membaca Al-Qur’an yang dapat menjadi bekal amal kabaikan bagi mereka,” terang Triono Ali Kamis, (22/8/2024).
Tak hanya pembekalan tentang pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode tsaqifa, lanjutnya, pengetahuan tentang Psikologi Perkembangan Lansia juga mereka perlukan sebagai bekal untuk mengajar.
Menurutnya, orang tua lusia lanjut pada akhir masa hidup yang dimiliki, banyak lansia yang masih belum bisa mempraktikan ibadah dengan baik, misalnya saja masih bayak lansia yang belum bisa membaca Al-qur’an bahkan buta huruf hijaiyah. Sehingga tidak menutup kemungkinan bacaan salat yang di lakukan masih belum sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Anggota KPQN (Khalifah Pelajar Qur’an Nusantara) Karanganyar mengkonfirmasi, dalam kurun satu tahun terakhir, dari 100% lansia pihaknya menemukan sekitar 40 % lansia yang buta huruf di seluruh Nusantara. Angka 40 % tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Mirisnya itu terjadi di Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
Terbuka Lebar
Fasilitas dan budaya untuk belajar membaca Al-Qur’an sebenarnya lebih terbuka lebar. Dengan begitu maka dapat diperkirakan WNI lansia muslim yang berada di luar negeri akan jauh lebih memprihatikan, karena minimnya fasilitas dan budaya keseharian dalam membaca Al-Qur’an termasuk di Kuala Lumpur Malaysia. Lebih tepatnya di daerah kampung baru Malaysia yang lansianya hampir 95 % dari sekitar 25 lansia tidak bisa membaca Al-Qur’an lebih tepatnya yakni buta huruf Hijaiyah.
Menurut pemaparan dari mitra faktor lain dari permasalahan ini ialah kurangnya (perhatian yang lebih) untuk mengajarkan Al-Qur’an pada kaum lansia. Kebanyakan penduduk setempat memiliki mobilitas yang tinggi terhadap dunia pekerjaan. Belum lagi di tambah dengan belum ditemukanya metode pembelajaran Al-Qur’an untuk kaum lansia yang tepat agar proses pembelajaran dapat efektif dan tentunya efisien.
Dengan begitu maka dalam mengatasi permasalaan kebutaan huruf hijaiyah pada kaum lansia harus menggunakan metode yang khusus. Salah satunya yakni menggunakan metode tsaqifa. Metode tsaqifa ini merupakan metode belajar membaca Al-Qur’an yang di khususkan untuk kaum lansia. Tsaqifa hadir sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan segera bisa membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak memiliki waktu dan kesempatan yang banyak. Metode tsaqifa juga merupakan pembelajaran simpel, praktis dan cepat untuk kaum lansia.
Permasalahannya ialah masih banyak WNI Muslim yang tinggal di Malaysia, tidak bisa membaca Al-Qur’an. Padahal sebagai seorang muslim, khususnya bagi lansia yang merupakan fase terakhir dalam proses kehidupannya, membaca Al-Qur’an adalah suatu keharusan sebagai pedoman dalam mengantarkan kehidupan kedua yang bahagia. Dengan situasi ini, upaya untuk memberdayakan suatu komunitas dalam pengajaran metode membaca Al-Qur’an yang tepat, sehingga memudahkan para lansia dapat belajar Al-Qur’an dengan cepat dan benar merupakan kebutuhan. “Oleh karenanya kami berupaya untuk mengadakan pengabdian di tempat ini,” ungkap Ketua Pengabdian tersebut.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Silmi Fitri, selaku ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Malaysia, Gombak Utara. Dalam sambutannya ia menyampaikan banyak terima kasih atas kedatangan Mahasiswa dan Dosen Magister Pendidikan Agama Islam dari UMS yang bersedia untuk membantu mengajarkan metode membaca Al-Qur’an di PCIA Malaysia, Gombak Utara. Ia juga menyampaikan tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di PCIA Malaysia. Dan untuk metode membaca qur’an ini merupakan hal yang baru bagi PCIA Malaysia.
“Lansia di sini cukup beragam ada lansia yang berasal dari Sumatra,Jawa, Medan dan beberapa dari wilayah Malaysia. Kami juga berharap melalui kedatangan Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi lansia PCIA kami agar kelak ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat serta bisa membantu mengatasi lansia yang belum mampu membaca Al-qur’an,” ungkap Silmi.
Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam, Miranti Merliana, S.Pd., menyampaikan selama menjalani kegiatan pengabdian di Gombak Utara mereka merasakan betul betapa indahnya berbagi kepada mereka. Melihat senyuman para lansia yang penuh dengan ketulusan dan betapa semangatnya mereka untuk terus belajar meskipun dengan usia yang sudah lanjut, seketika dapat melunturkan rasa lelah mereka dan berubah menjadi semangat untuk menjalani pengabdian di tempat ini untuk beberapa waktu.
“Rasa syukur kami semakin meningkat ketika melihat betapa bersemangatnya dan antusiasnya mereka dalam belajar dan mengikuti serangkaian kegiatan yang kami lakukan selama disana. Di lain sisi, walaupun lansia yang hidup di perkotaan elit ditengah kesibukan beluai, mau menyisihkan waktunya untuk hadir mengikuti serangkaian kegiatan kami dari awal hingga akhir,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 ibu-ibu lansia WNI dan Ibu-ibu PCIA Malaysia. Diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua tim PKM-KI UMS dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Gombak Utara, kemudian pengabdian ini dilanjutkan selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan seperti ice breaking, pemberian materi tentang keagamaan, tentang psikologi lansia,mengenalkan lagu-lagu daerah Indonesia dan pada hari yang terakhir ditutup dengan kegiatan praktik mnegajar dengan metode tsaqifa.
Selama Ramadan, Masjid Al-Munir UMPKU Siapkan Iftar Gratis
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semarak menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Masjid Al Munir UMPKU di kampus dua, tepatnya di Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Kota...
Batas Pendaftaran KKN Mas UMS 2026 Hari Ini! Intip Syaratnya
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah – ‘Aisyiyah (KKN MAs) 2026 dengan mengangkat tema “KKN...
UMPKU Surakarta Gelar Kajian Zakat untuk Pendidikan Islam di Jepang
TOKYO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional melalui kajian keislaman bertema “Pendayagunaan Zakat untuk Pendidikan Islam: Ikhtiar Menjaga Keimanan (Tadabur...
Iktikaf di Masjid Kampus UMS: Tahajud Berjemaah hingga Kajian Dai Solo Raya
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan kembali digelar dalam rangkaian program Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H di Masjid Sudalmiyah Rais. Program ini...
Bangun Generasi Berakhlak, Dai Pondok Shabran UMS Inisiasi Semarak Ramadan di Kalimantan Barat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan untuk menumbuhkan semangat belajar sekaligus meningkatkan nilai keimanan para santri. Hal ini dilakukan oleh Mahasantri Pengabdian Pondok Shabran Universitas...
UMS Berikan Bingkisan untuk Ratusan Tenaga Outsourcing dan Tenaga Harian Lepas
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengajian Ramadan dan pembagian bingkisan bagi tenaga outsourcing dan tenaga harian lepas (THL) di Masjid Pesma Kampus 4 UMS,...
Mahasiswa KKN-Dik UMS Bangkitkan Impian Siswa SMK Muhammadiyah 3 Giriwoyo
WONOGIRI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masa depan bukanlah sesuatu yang hanya ditunggu, melainkan sesuatu yang perlu direncanakan dan dipersiapkan sejak dini. Kesadaran inilah yang coba ditanamkan mahasiswa Kuliah Kerja...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Kunjungi UMS, Mendiktisaintek Bahas Penguatan Riset dan Pengembangan Kampus PTMA
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu (11/3/2026). Kunjungan tersebut diterima Rektor...
3 Dosen FHIP UMS Sabet Dana Penelitian Multitahun 2026, Angkat Isu ESG
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui keberhasilan tiga dosennya yang memperoleh Pendanaan Penelitian Multitahun (On...
Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-AS-Israel terhadap Ekonomi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan Guru...
Pondok Shabran UMS Gandeng Warga Semarakkan Festival Ramadhan 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Festival Ramadhan 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu – Minggu, (7-8/3/2026) berlangsung meriah dan sangat khidmat. Mengusung tema “Bersama Ramadhan, Menyemai Kebaikan, Menuai Kebahagiaan.” Kegiatan...





