Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Tim UMS Latih Lansia Baca Al-Qur’an dengan Metode Tsaqifa di Malaysia

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Minggu, 8 September 2024 05:54 WIB
Tim UMS Latih Lansia Baca Al-Qur’an dengan Metode Tsaqifa di Malaysia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim Magister Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat berada di Malyasia mengajarkan baca Al-Qur'an metode tsaqifa untuk lansia. (Istimewa).

MALAYSIA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim Pengabdian Masyarakat Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengabdian masyarakat melalui skema Pengabdian Kemitraan Internasional (PKM KI) di Gombak, Kuala Lumpur Malaysia.

Pengabdian yang dilakukan tersebut mengangkat topik “ToT Metode Tsaqifa di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia”. Kegiatan pengabdian itu bekerja sama dengan mitra Pimpinan Cabang Istimewa Aisiyah Malaysia yang diketuai oleh Silmi Fitri, S.S.

Siaran pers yang diterima muhammadiyahsolo.com, Sabtu (7/9/2024), menjelaskan, Tim Pengabdian ini diketuai oleh Triyono Ali Mustofa, yang juga merupakan dosen Magister Pendidikan Agama Islam. Kegiatan ini juga melibatkan dua dosen FAI yaitu Nurul Latifatul Inayati, dan Syamsul Hidayat,  serta mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam UMS yang terdiri dari enam mahasiswa, masing-masing iranti Merliana, Muflihatul Laela Sari, Tri Anggraini Fitriana, M. Lutfi Maulana, Khomarudin, dan Viky Nur Vambudi yang turut berkontribusi dalam penyelenggaran kegiatan ini.

Triyono Ali Mustofa mengungkapkan latar belakang kegiatan bermula dari masih adanya WNI muslim yang tinggal di Malaysia, namun mengalami keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an, terkhusus yang berumur usia lanjut. Selain itu belum ditemukannya metode yang tepat dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an untuk kaum usia lanjut.

“Berdasarkan hasil diskusi kami terhadap permasalahan mitra di Pimpinan Cabang Istimewa Aisiyah [PCIA] Gombak, Malaysia yang menjadi tempat kegiatan ibu-ibu ‘Aisyiyah. Memerlukan bantuan dalam mengajar mebaca Al-Qur’an untuk ibu-ibu Aisiyah terutama yang berusia lanjut. Terlebih pengajaran dalam hal metode membaca Al-Qur’an yang dapat menjadi bekal amal kabaikan bagi mereka,” terang Triono Ali Kamis, (22/8/2024).

Tak hanya pembekalan tentang pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode tsaqifa, lanjutnya, pengetahuan tentang Psikologi Perkembangan Lansia juga mereka perlukan sebagai bekal untuk mengajar.

Menurutnya, orang tua lusia lanjut pada akhir masa hidup yang dimiliki, banyak lansia yang masih belum bisa mempraktikan ibadah dengan baik, misalnya saja masih bayak lansia yang belum bisa membaca Al-qur’an bahkan buta huruf hijaiyah. Sehingga tidak menutup kemungkinan bacaan salat yang di lakukan masih belum sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Anggota KPQN (Khalifah Pelajar Qur’an Nusantara) Karanganyar mengkonfirmasi, dalam kurun satu tahun terakhir, dari 100% lansia pihaknya menemukan sekitar 40 % lansia yang buta huruf di seluruh Nusantara. Angka 40 % tentu bukanlah jumlah yang sedikit. Mirisnya itu terjadi di Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Terbuka Lebar

Fasilitas dan budaya untuk belajar membaca Al-Qur’an sebenarnya lebih terbuka lebar. Dengan begitu maka dapat diperkirakan WNI lansia muslim yang berada di luar negeri akan jauh lebih memprihatikan, karena minimnya fasilitas dan budaya keseharian dalam membaca Al-Qur’an termasuk di Kuala Lumpur Malaysia. Lebih tepatnya di daerah kampung baru Malaysia yang lansianya hampir 95 % dari sekitar 25 lansia tidak bisa membaca Al-Qur’an lebih tepatnya yakni buta huruf Hijaiyah.

Menurut pemaparan dari mitra faktor lain dari permasalahan ini ialah kurangnya (perhatian yang lebih) untuk mengajarkan Al-Qur’an pada kaum lansia. Kebanyakan penduduk setempat memiliki mobilitas yang tinggi terhadap dunia pekerjaan. Belum lagi di tambah dengan belum ditemukanya metode pembelajaran Al-Qur’an untuk kaum lansia yang tepat agar proses pembelajaran dapat efektif dan tentunya efisien.

Dengan begitu maka dalam mengatasi permasalaan kebutaan huruf hijaiyah pada kaum lansia harus menggunakan metode yang khusus. Salah satunya yakni menggunakan metode tsaqifa. Metode tsaqifa ini merupakan metode belajar membaca Al-Qur’an yang di khususkan untuk kaum lansia. Tsaqifa hadir sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan segera bisa membaca Al-Qur’an akan tetapi tidak memiliki waktu dan kesempatan yang banyak. Metode tsaqifa juga merupakan pembelajaran simpel, praktis dan cepat untuk kaum lansia.

Permasalahannya ialah masih banyak WNI Muslim yang tinggal di Malaysia, tidak bisa membaca Al-Qur’an. Padahal sebagai seorang muslim, khususnya bagi lansia yang merupakan fase terakhir dalam proses kehidupannya, membaca Al-Qur’an adalah suatu keharusan sebagai pedoman dalam mengantarkan kehidupan kedua yang bahagia. Dengan situasi ini, upaya untuk memberdayakan suatu komunitas dalam pengajaran metode membaca Al-Qur’an yang tepat, sehingga memudahkan para lansia dapat belajar Al-Qur’an dengan cepat dan benar merupakan kebutuhan. “Oleh karenanya kami berupaya untuk mengadakan pengabdian di tempat ini,” ungkap Ketua Pengabdian tersebut.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Silmi Fitri, selaku ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Malaysia, Gombak Utara. Dalam sambutannya ia menyampaikan banyak terima kasih atas kedatangan Mahasiswa dan Dosen Magister Pendidikan Agama Islam dari UMS yang bersedia untuk membantu mengajarkan metode membaca Al-Qur’an di PCIA Malaysia, Gombak Utara. Ia juga menyampaikan tentang kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di PCIA Malaysia. Dan untuk metode membaca qur’an ini merupakan hal yang baru bagi PCIA Malaysia.

“Lansia di sini cukup beragam ada lansia yang berasal dari Sumatra,Jawa, Medan dan beberapa dari wilayah Malaysia. Kami juga berharap melalui kedatangan Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi lansia PCIA kami agar kelak ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat serta bisa membantu mengatasi lansia yang belum mampu membaca  Al-qur’an,” ungkap Silmi.

Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam, Miranti Merliana, S.Pd., menyampaikan selama menjalani kegiatan pengabdian di Gombak Utara mereka merasakan betul betapa indahnya berbagi kepada mereka. Melihat senyuman para lansia yang penuh dengan ketulusan dan betapa semangatnya mereka untuk terus belajar meskipun dengan usia yang sudah lanjut, seketika dapat melunturkan rasa lelah mereka dan berubah menjadi semangat untuk menjalani pengabdian di tempat ini untuk beberapa waktu.

“Rasa syukur kami semakin meningkat ketika melihat betapa bersemangatnya dan antusiasnya mereka dalam belajar dan mengikuti serangkaian kegiatan yang kami lakukan selama disana. Di lain sisi, walaupun lansia yang hidup di perkotaan elit ditengah kesibukan beluai, mau menyisihkan waktunya untuk hadir mengikuti serangkaian kegiatan kami dari awal hingga akhir,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 ibu-ibu lansia WNI dan Ibu-ibu PCIA Malaysia. Diawali dengan pembukaan dan sambutan oleh Ketua tim PKM-KI UMS dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah Gombak Utara, kemudian pengabdian ini dilanjutkan selama beberapa hari dengan berbagai kegiatan seperti ice breaking, pemberian materi tentang keagamaan, tentang psikologi lansia,mengenalkan lagu-lagu daerah Indonesia dan pada hari yang terakhir ditutup dengan kegiatan praktik mnegajar dengan metode tsaqifa.

Berita Terbaru

Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...

UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...

Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...

Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...

UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...

UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....

UMS Dampingi Desa Wisata Jarum Kembangkan Produk Ecoprint Berdaya Saing

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan kewirausahaan, penamaan...

Pendaftar PMB UMS 2026 Meningkat, Persaingan Masuk Kampus Kian Ketat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Minat masyarakat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meningkat. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru...

FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY,...

Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Publikasi Internasional Terbaik di AICIRE 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS,...

Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas...

Lantik 79 Dokter Baru, FK UMS Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah 79 dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi di...