
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mengenakan kaos hitam bergambar Gesang, Fauzi Ichwani terdengar lancar menjelaskan sejarah Muhammadiyah Solo kepada rombongan guru dan karyawan SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Sore itu, Jumat (19/7/2024), tema History WalkMu adalah Muhammadiyah Solo dan Kampung Keprabon.
Sesekali tangan membenarkan posisi speaker kecil hitam yang menempel di tas jinjingnya saat bercakap-cakap dengan peserta jalan-jalan. Supaya suara yang keluar terdengar jelas dari speaker hitam kecil itu. Sehingga para peserta jalan-jalan yang tertarik mengenal tempat-tempat bersejarah Muhammadiyah Solo di Kampung Keprabon, mendengar informasi yang disampaikan dengan antusias.
“Seperti akhiran an dalam bahasa Jawa yang berarti kepemilikan. Masjid dan gedung Sontohartanan ini adalah milik Sontohartono. Beliau adalah pengusaha batik di Keprabon yang menjadi bendahara pertama Muhammadiyah afdeling Surakarta. Afdeling artinya cabang kalau dulu, kalau sekarang seperti wilayah,” kata Fauzi saat berada di antara masjid dan gedung yang kini menjadi TK ABA Keprabon.
Alih-alih masjid dan gedung Sontohartanan yang bersejarah dulu sebagai kantor Muhammadiyah Solo pertama, dan tempat singgah peserta Muktamar Muhammadiyah tahun 1929 di Surakarta. Saat ada peserta bertanya tentang rumah-rumah yang berada di sekitar masjid Sontohartono, Fauzi menceritakan bahwa area tersebut semuanya milik Sontohartono.
Masjidnya sering digunakan tempat pengajian Muhammadiyah Solo sampai sekarang, terutama pengajian Munadzarah PDM Kota Solo. Ia juga bilang, meskipun Sontohartono menjadi pengusaha batik yang kekayaannya mencapai Rp5 miliar per bulan jika dirupiahkan saat ini, Sontohartono tidak lepas dari berdirinya Muhammadiyah di Solo.
Katanya, itu karena Sontohartono adalah generasi pertama Muhammadiyah Solo sezaman dengan Haji Misbach, M. Ng. Sastrosoegondo, Kyai Moechtar Buchori (ketua Muhammadiyah Solo Pertama), dan Harsoloemekso (sekretaris Muhammadiyah Solo Pertama).
Hotel Keprabon
Usai puluhan peserta mengunjungi masjid dan gedung Sontohartanan, perjalanan selanjutnya memasuki hotel Keprabon. Fauzi memberi tahu peserta untuk dan ditunjukkan sebuah mesin cetak koran zaman dulu yang digunakan Muhammadiyah Solo.
Sampailah peserta di hadapan mesin cetak kuno yang digunakan Muhammadiyah Solo menerbitkan surat kabar Al Islam pada tahun 1919 dan Cahaya Islam pada tahun 1922. Seketika peserta mengabadikan benda bersejarah itu dengan gawainya masing-masing.
Meski berjalan cukup jauh dari satu lokasi ke lokasi berikutnya, peserta yang didominasi orang dewasa ini tidak surut melanjutkan jalannya acara. Para peserta kembali berjalan menelusuri gang kecil sambil memegang botol air mineral.
Tibalah peserta di depan rumah mewah bertingkat bekas kediaman Harsoloemekso, saudagar batik di Keprabon sekaligus sekretaris Muhammadiyah Afdeling Surakarta pertama. Fauzi menunjukkan rumah milik Harsoloemekso pada zaman dulu yang sangat luas.
Baca Juga: Sambut Siswa di Tahun Ajaran Baru Ala SMA Muhammadiyah PK Solo
Melanjutkan perjalanan ke Pura Mangkunegaran, peserta mendengarkan informasi berharga jika Raja Mangkunegoro VIII dulu pernah menghibahkan lahan pada Muhammadiyah Solo yang sekarang berdiri SD Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.
Berswafoto sebentar di Pura Mangkunegaran, peserta kembali ke Balai Muhammadiyah sebagai titik awal jalan-jalan yang sangat bermakna ini. Di tengah-tengah perjalanan pulang, sekali lagi Fauzi berhenti di gang sempit yang digunakan juga lalu lalang kendaraan bermotor. Ia menunjuk sebuah bangunan di dalam Pura Mangkunegaran yang merupakan barak militer Legiun Mangkunegaran.
“Di tempat kita berdiri inilah, KH. Ahmad Dahlan jalan kaki menuju stasiun Balapan tiap malam Minggu setelah mengisi pengajian di Keprabon. Dan di seberang sanalah, ada Javaansche Padvinders Organisatie yang menginspirasi pembentukan Hizbul Wathan, organisasi otonom Muhammadiyah pertama tahun 1918,” tuturnya.
Salah satu peserta, Khotimah Nurul Aini, mengaku kagum dengan penjelasan sejarah Muhammadiyah Solo di Kampung Keprabon. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum itu, Komunitas History WalkMu memaparkan sejarah Muhammadiyah Solo sangat mendalam. “Ini membantu para guru dan karyawan sekolah memahami alur sejarah berdirinya Muhammadiyah Solo, terlebih dilakukan dengan metode menarik yakni berjalan sambil bercerita sejarah,” ujarnya
Siswa Kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Solo Tebar Ribuan Takjil di Penjuru Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM— Menyambut keberkahan bulan Ramadan 1447 H, siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 1 Solo yang tergabung dalam aksi ‘SETUDA Berbagi’ melaksanakan aksi sosial pembagian...
Baitul Arqam MTs Muhammadiyah Solo Baitul Arqam Diisi Praktik Ibadah Harian dan Diskusi Remaja
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mengisi kemuliaan bulan Ramadan, MTs Muhammadiyah Solo menggelar kegiatan Baitul Arqam 1447 H yang diikuti 42 murid kelas VII dan VIII nonpondok. Kegiatan ini...
Santri MTs Muhammadiyah Solo Tebar Takjil hingga Jadi Imam Muda Masjid Sekitar
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Semarak Ramadan 1447H di MTs Muhammadiyah Solo (Matsmuka) tidak hanya diisi kegiatan internal madrasah. Semangat berbagi dan mengabdi santri Pondok KH Ahmad Dahlan MTs...
Gembleng Karakter Spiritual, 166 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 166 murid kelas II dan III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H guna menanamkan nilai tanggung...
MA Muhammadiyah Solo Gelar Takjil on The Road
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh kebersamaan dan semangat berbagi terasa hangat dalam kegiatan Ramadhan yang diselenggarakan oleh keluarga besar MA Muhammadiyah Surakarta (Mamska). Rangkaian kegiatan berbagi dilaksanakan...
SD Muhammadiyah PK Banyudono Tanamkan Nilai Islam Lewat Buka Puasa Bersama
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana kebersamaan dan kekhidmatan Ramadan terasa dalam kegiatan Buka Puasa Bersama (Buber) siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono yang dilaksanakan pada...
Mahasiswa UMS Asal Kenya Beri Dakwah di SD Muhammadiyah PK Baturan Colomadu
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Nuansa dakwah Internasional mewarnai kegiatan pesantren Ramadan di SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Baturan Colomadu dengan menghadirkan mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di...
Momen Ramadan, PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Gelar Mabit dan Upgrading Guru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonpesMU) Manafi’ul ‘Ulum Sambi mengadakan kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa) dan Upgrading Guru pada Rabu–Kamis, (11-12/3/2026) di aula ponpes...
Mahasiswa KKN-Dik UMS Bangkitkan Impian Siswa SMK Muhammadiyah 3 Giriwoyo
WONOGIRI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masa depan bukanlah sesuatu yang hanya ditunggu, melainkan sesuatu yang perlu direncanakan dan dipersiapkan sejak dini. Kesadaran inilah yang coba ditanamkan mahasiswa Kuliah Kerja...
Wayang Golek Pitutur Tampil di Peringatan Nuzulul Qur’an SMK Muhasuka
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—SMK Muhammadiyah Susukan Semarang (Muhasuka) menggelar kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an dengan pendekatan dakwah budaya melalui Wayang Golek Pitutur, Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di...
Siswa SD Muhammadiyah PK Banyudono Berbagi Parcel untuk Dhuafa
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Siswa SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar kegiatan Tebar Parcel Dhuafa pada Selasa (10/3/2026). Dalam kegiatan ini, para siswa...
Perkuat Karakter dan Percaya Diri Siswa, MTs Muhammadiyah Solo Gelar Program “Voice of Ramadan”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—MTs Muhammadiyah Solo menggelar program khusus bertema “Voice of Ramadan” dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi siswa...





