Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Dari Lensa Kamera, Banyak Suara Tersampaikan

Zulfasya Redita Larasati, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 28 Mei 2024 15:36 WIB
Dari Lensa Kamera, Banyak Suara Tersampaikan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menghadirkan Ananta Shaafrizah yang merupakan alumnus sebagai narasumber untuk berbagi inspirasi dengan siswa-siswi kelas 11. Ananta yang merupakan mahasiswa Institut Negeri Indonesia Surakarta (ISI Surakarta) berbagi cerita dengan siswa-siswi kelas 11 tentang karyanya bersama teman- temannya dalam seni perfilman. (Humas).

“Kami hanya ‘kelompok bermain’ yang kebetulan suka memproduksi film pendek independen.” Satu kalimat dari Ananta Shaafrizah yang cukup membuat seluruh rasa penasaran saya bangkit. “Kelompok bermain” mana yang bisa merilis film pendek sebagus itu? Apa benar mereka bukan kelompok spesialis perfilman?

Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dalam benak saya sebagai siswi kelas 11 SMA. Dalam benak saya tidak pernah terpikirkan kalau film pendek dengan alur yang sangat menginspirasi dan menyenangkan diproduksi oleh sekumpulan mahasiswa.

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menghadirkan Ananta Shaafrizah yang merupakan alumnus sebagai narasumber untuk berbagi inspirasi dengan siswa-siswi kelas 11. Ananta yang merupakan mahasiswa Institut Negeri Indonesia Surakarta (ISI Surakarta) berbagi cerita dengan siswa-siswi kelas 11 tentang karyanya bersama teman- temannya dalam seni perfilman.

Binar mata siswa yang antusias, sahutan-sahutan penasaran atas plot film yang ditampilkan, juga tepuk tangan meriah mengakhiri penayangan film tersebut menunjukkan keberhasilan Ananta dan teman-teman dalam menyajikan film yang bisa dinikmati seluruh kalangan. Saya adalah salah satu siswa yang antusias atas cerita-cerita yang dibawakan Ananta perihal film pendek yang diproduksinya.

Keantusiasan saya membawa saya pada FLS2N Jurnalistik yang menghadirkan Ananta Shaafrizah sebagai narasumber utama dalam penulisan feature human interest saya dengan tema seni perfilman. Butuh waktu sekitar satu pekan untuk saya dan Ananta menemukan waktu yang tepat dan melakukan wawancara. “Nama kelompok kami Acah-Acah Films,” ungkap Ananta saat mengawali wawancara.

“Seperti yang dulu pernah saya sampaikan, Acah-Acah Films itu adalah ‘kelompok bermain’ film yang dibentuk oleh sekelompok mahasiswa Film dan Televisi ISI Surakarta. Kami memproduksi film pendek independent dan kami masih kolektif atau komunitas yang masih cukup baru, karena umur Acah-Acah Films baru satu tahun,” lanjut Ananta.

Rasa Ingin Tahu Membuncah

Prolog yang diberikan Ananta saat wawancara menimbulkan semakin banyak pertanyaan-pertanyaan berlatar belakang rasa ingin tahu dan antusiasme yang membuncah. Saya mulai meluncurkan pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak saya dalam bentuk runtut, sehingga jawaban Ananta dapat membentuk sebuah cerita berkesinambungan.

“Acah-Acah Films awalnya dibentuk oleh temanku, namanya Rizqullah. Rizqullah bertujuan supaya ‘kelompok bermain’ ini dapat menjadi wadah bagi para pembuat film untuk berkarya, karena kami sangat terbuka kepada semua pembuat fim dari berbagai kalangan,” sambung Ananta.

“Kenapa sih Acah-Acah Films disebutnya ‘kelompok bermain’?” Penyebutan ‘kelompok bermain’ yang berulang dalam cerita Ananta membuat saya mengeluarkan pertanyaan tersebut. Pasalnya, sepertinya ada makna sendiri di balik kata ‘kelompok bermain’ sehingga membuatnya begitu ikonik dalam Acah-Acah Films.

“Dalam mengingat keyword ‘kelompok bermain’ kami, Acah-Acah Films memproduksi film-film dengan berbagai warna dan bentuk yang berbeda. Kami percaya bahwa film merupakan medium yang dapat memberikan pesan dan kesan kepada penikmatnya, sehingga kami juga mengangkat isu-isu sosial masyarakat sekitar yang penting untuk disuarakan dan didiskusikan bersama. Kami berharap film-film yang kami produksi dapat memberikan kesan yang selalu baru bagi para penontonnya,” ujar Ananta.

Jawaban yang diberikan Ananta benar-benar memikat. Dibanding dengan rasa puas yang menghampiri, justru lebih banyak pertanyaan yang datang supaya saya bisa kembali menggali cerita tentang ‘kelompok bermain’ buatan mahasiswa ISI Surakarta tersebut. “Apa yang membuat anda bergabung dalam komunitas ini?”

Yang ditanyai menunjukkan binar penuh semangat, seperti sudah menunggu bentuk pertanyaan seperti ini. “Kalau dari saya pribadi, saya menganggap Acah-Acah Films dibentuk dengan tujuan mulia dan hal tersebut memberikan kesan yang menyenangkan. Saya rasa, kami para pembuat film dan inisiatif kami dalam berkarya dilandasi oleh satu hal penting yaitu kejujuran. Kami sangat menjunjung tinggi kejujuran dalam berkarya, terutama dalam pembuatan film.”

Baca Juga: Meriah dan Inspiratif! Ini Cara Apresiasi Kelulusan Siswa di SMA Muh PK

Jawaban demi jawaban mengagumkan dari Ananta mulai terangkai menjadi satu cerita utuh yang sebentar lagi sempurna. Hanya butuh beberapa poin lagi, sehingga cerita Ananta tentang Acah-Acah Films lengkap.

“Apa ada karya dari Acah-Acah Films yang paling berkesan? Kalau boleh sharing, apa ada hal personal yang melatarbelakangi film tersebut dibuat? Eh, atau boleh deh sembari diceritakan filmnya tentang apa. Oh, sama satu lagi, apakah film-film tersebut menjadi prospek setelah kuliah juga? Karena ini kan kegiatan-kegiatan selama kuliah.”

Pertanyaan yang saya ajukan mulai terkesan tidak terstruktur dan bertubi-tubi, bentuk pertanyaan yang saya buat sesingkat mungkin rasanya ingin keluar bersamaan. “Memproduksi film akan tetap menjadi prospek saya setelah kuliah, karena memproduksi film sudah menjadi mata pencaharian saya juga, bukan hanya studi kuliah,” jawab Ananta.

“Kalau soal film yang paling berkesan, tentu saja ada. Film pendek yang paling berkesan, judulnya “TRASHTALK.” Ini film yang ditampilkan saat saya menjadi narasumber di SMA kemarin. Film ini bercerita tentang Sulis, seorang petugas pengangkut sampah yang gemar mengabadikan kesehariannya melalui media sosial, selalu medapat perlakuan tidak enak dari warga sekitar karena streotip profesinya sebagai petugas pengangkut sampah. Jauh sebelum film ini dibuat, kami sudah mengenal baik Mas Sulis yang merupakan seorang pengangkut sampah di daerah Mojosongo. Pada suatu hari, beliau meminta saya dan Rizqullah untuk membuat film tentang dirinya sebagai supir sampah, karena keresahan yang dimilikinya sebagai supir sampah yang mendapat diskriminasi dari warga setempat atas sampah yang ia ambil. Dari situ, kami memutuskan untuk memproduksi film berjudul “TRASHTALK” ini. Alhamdulillah, banyak apresiasi yang kami dapatkan.”

Kreatif dan Menginspirasi

Lengkap sudah cerita Ananta tentang Acah-Acah Films. Saya perlahan menata rangkaian cerita Ananta menjadi satu cerita utuh dalam benak saya. Ini sungguh isnpiratif, benar-benar pelajar kreatif yang menginspirasi lewat bakatnya di bidang seni perfilman. Cerita tentang Ananta dan teman-temannya akan menjadi cerita yang saya harap bisa memberikan semangat kepada banyak pelajar untuk berani berprestasi dengan mengekspresikan bakat dan talenta di berbagai bidang seni.

“Terima kasih atas kesediannya untuk berbagi cerita sama saya, Mas. Terima kasih juga, sudah berkenan mengijinkan saya menulis cerita tentang Mas Ananta dan teman-teman Acah- Acah Films,” tutur saya. Berusaha memberikan ucapan terima kasih terbaik atas bantuan yang lebih tua terhadap tulisan yang saya kerjakan. “Tentu, terima kasih juga sudah memberikan saya media untuk berbagi cerita. Saya berharap semoga cerita yang ditulis dapat memberi semangat semua orang, termasuk saya dan teman-teman.”

Saya mengangguk setuju, merangkai semuanya sedetail mungkin. Begitu banyak kata dalam benak saya yang ingin saya yang ingin saya ubah menjadi satu cerita utuh, terlalu banyak perasaan yang ingin saya salurkan lewat tulisan. “Oh, iya, terakhir. Apakah boleh saya menambahkan beberapa dokumentasi untuk tulisanmu, itu akan membuat ceritanya lebih hidup,” ungkap Ananta.

Ah, saya terlalu semangat beberapa waktu lalu. Sampai saya melupakan bahwa saya juga membutuhkan dokumentasi. “Boleh! Terima kasih!” Ananta memberikan beberapa foto dokumentasi kepada saya.

“Ini Rizqullah, sutradara ‘TRASHTALK’ yang juga inisiator dari terbentuknya Acah- Acah. Foto ini diabadikan saat ‘TRAHSTALK’ mengikuti kompetisi MINIKINO FILM WEEK International Short Film Festival di Denpasar, Bali pada September 2023. Nah, foto ini menjadi motivasi kami semua untuk terus semangat dalam berkarya, dan semoga saja bisa menginspirasi yang lain juga.”

Saya mengangguk yakin. Tulisan ini, semoga nantinya bisa sampai ke tangan para pelajar dan menginspirasi mereka untuk terus berkarya.

Zulfasya Redita Larasati.

Zulfasya Redita Larasati.

Penulis adalah siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta

Berita Terbaru

Green Senior School UMS Siapkan Sekolah Lansia Berbasis Kesehatan dan Lingkungan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang (PCA) ‘Aisyiyah Colomadu merintis Green Senior School (GSS), sebuah model sekolah lansia yang mengintegrasikan...

PKM-PM UMS Dorong Kemandirian Siswa Difabel melalui Pelatihan Fotografi Produk

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan digital yang aplikatif. Komitmen tersebut diwujudkan Tim Program Kreativitas Mahasiswa...

Mutaba’ah Book Daily Practice Jadi Panduan Ibadah Harian Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo meluncurkan Mutaba’ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi...

Pustakawan SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Mentor Pelatihan Nasional Perpustakaan Sekolah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo kembali dipercaya menjadi pusat pengembangan literasi sekolah. Kali ini, sekolah tersebut ditunjuk sebagai lokasi Pelatihan Peningkatan Kompetensi...

Safari Dakwah Putaran Kelima, PCM Colomadu Perkuat Syiar Islam Berkemajuan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sekitar 500 jemaah Muhammadiyah dan Aisyiyah menghadiri Pengajian Akbar Safari Dakwah PDM Solo Raya Putaran Kelima yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)...

Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Akademik dan Olahraga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Awal Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum membanggakan bagi SD Muhammadiyah 1 Solo. Belasan murid sekolah yang berlokasi di Jalan Kartini No. 1...

Semarak Hari Anak Nasional, MA Muhammadiyah Solo Padukan Edukasi KUA dan Wisata Sejarah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Solo menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang berlangsung...

Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Dorong Pembelajaran Sastra Jawa Lebih Kritis

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ki Agung Sudarwanto, memperagakan teknik membedah geguritan (puisi Jawa) secara mendalam sebagai bagian dari...

Anak Diminta Waspada Modus Narkoba Lewat Makanan dan Minuman

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kini tidak hanya menyasar remaja dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak melalui berbagai modus, termasuk...

Hari Anak Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo Ajak Siswa Bermain dan Sampaikan Aspirasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar kegiatan bertajuk Peringati Hari Anak Nasional dengan Senam Anak Hebat,...

MTs Muhammadiyah Surakarta Dukung Evaluasi Nasional Kinerja Guru Bersama BPKP

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – MTs Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu lokasi uji petik evaluasi kinerja guru madrasah yang dilaksanakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat...

Murid SD Muhammadiyah 16 Kota Solo Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita FLS3N

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siswa SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Kota Solo, Tabina Khansa Nirwasita, meraih juara 1 Lomba Menulis Cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa...