
Menara Masjid Agung Solo menjadi titik kumpul peserta historical walking di Kauman. Sabtu (30/3/2024) sekitar pukul 16.00 WIB, puluhan peserta historical walking telah berkumpul di tempat bersejarah itu. Mereka berasal dari berbagai kalangan, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul ‘Aisyiyah, maupun ‘Aisyiyah. Ada pula peserta dari masyarakata umum dan aktivis Muhammadiyah dari Sragen.
Sore itu, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo melanjutkan program menelusuri jejak persyarikatan di Kota Bengawan. Sebelumnya, majelis yang membidangi informasi itu mengajak peserta menelusuri Keprabon, jantung gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari dulu hingga sekarang. Kali ini MPI menyisir jejak Muhammadiyah di Kauman yang juga punya jejak sejarah penting bagi persyarikatan. MPI bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil, Tajdid Pendidikan Institute. Pada acara bertema “Historical Walking: Kauman Cahaya Islam Berkemajuan” ini mengajak peserta mengingat kembali irisan-irisan penting persyarikatan di Kauman.
Sang pemandu historical walking adalah Fauzi Ichwani, aktivis MPI PDM Sragen. Dia juga peminat isu-isu sejarah lokal di Solo dan sekitarnya. Menurut Fauzi, berbeda dengan Kauman di Yogyakarta yang identik dengan Muhammadiyah, Kauman di Solo tidak didominasi kelompok tertentu. Ada kelompok Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, dan sebagainya. “Tapi ada irisan dengan akar Muhammadiyah di Kauman Solo ini. Hal ini yang harus dirawat,” urai Fauzi Ichwani saat memberi pengantar acara ini.
Selain membahas sejarah Masjid Agung, saat di kompleks masjid, peserta diajak ke lokasi Asrama Putri MAN 2 Solo Boarding School yang berada tepat di samping kiri Masjid Agung. Tempat ini merupakan bekas Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum. Penguasa keraton Surakarta, Sri Susuhunan Paku Buwana (PB) X, inilah yang membangun Modern Mambaul Ulum. PB X memberikan mendapat kepada Adipati Sosrodiningrat sebagai pelaksanana pembangunan. PB X membangun Mambaul Ulum untuk mencetak ulama yang maju, bervisi modern. Para alumni Ponpes Mambaul Ulum akan menjadi prioritas menempati pos-pos penting di berbagai jabatan yang mengurusi agama.
Baca juga: Menyusuri jejak Kia Dahlan di Keprabon
Apa hubungan Ponpes Mambaul Ulum dengan Muhammadiyah? Fauzi Ichwani menjelaskan, Kepala Ponpes Mambaul Ulum yang pertama adalah Kiai Bagus Arfah, orang asli Yogyakarta yang merupakan keponakan pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan. Dulu, Kiai Dahlan ternyata sering ke kota ini untuk bertemu dan berdiskusi dengan Kiai Bagus Arfah di Mambaul Ulum. Termasuk saat Kiai Bagus Arfah menulis kitab tafsir Al-Qur’an yang saat itu masih menjadi hal sensitif. Dia berkonsultasi dengan Kiai Dahlan. Sang pendiri Muhammadiyah itu setuju penulisan tafsir Al-Qur’an itu dilanjutkan. Kiai Dahlan ke Mambaul Ulum sebelum Haji Misbach mengundang Kiai Dahlan mengisi pengajian di Kring Sarekat Islam. Perjumpaan Kiai Dahlan dan Kiai Misbach ini kemudian melahirkan organisasi SATV (sidiq, amanah, tableg, vathonah) yang menjadi bakal Muhammadiyah di Solo.
Dari kompleks Masjid Agung, peserta historial walking lantas berjalan kaki ke utara Masjid Agung. Tujuannya bangunan TK Nahdlatul Muslimat (NDM). NDM adalah organisasi yang tidak ada kaitannya dengan Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU). Meski salah satu pendirinya, Mawadah Mawardi, salah satu pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU). NDM merupakan organisasi perempuan yang berdiri pada 1930. Menurut Fauzi, tujuan NDM sama dengan tujuan ‘Aisyiyah, sayap perempuan di Muhammadiyah, yakni mengangkat harkat kaum perempuan mencapai kesetaraan laki-laki daan perempuan.
Di lokasi TK NDM Kauman ini, pernah digunakan sebagai tempat SD Muhammadiyah yang dirikan langsung oleh Kiai Moehtar Buchori, pendiri sekaligus Ketua Muhammadiyah Kota Solo yang perdana. Kiai Moechtar Buchori mendirikan sekolah ini 1937 yang saat ini menjadi SD Muhammadiyah 2 Kauman di Jl. Trisula III No. 1 Kauman. Karena itu, peserta langsung menuju ke gedung SD Muhammadiyah 2 Kauman. Sekolah ini beberapa kali berpindah tempat sebelum menetap pada lokasi sekarang.
Klinik Mata Muhammadiyah
Peserta kemudian berjalan mendekati bekas rumah Haji Misbach. Orang ini menjadi tokoh penting di awal-awal berdirinya Muhammadiyah di Kota Bengawan. Dia tokoh yang mengundang Kiai Ahmad Dahlan mengisi pengajian di Kota Solo melalui organisasi Kring Sarekat Islam. Haji Misbach pula yang mendirikan SATV (sidiq, amanah, tabligh, vathonah) yang kemudian menjadi embrio lahirnya Muhammadiyah di Kota Solo. Sayangnya bekas rumah Haji Misbach tidak bisa dikenali karena berubah total dari bangunan aslinya.

Peserta historical walking saat berada di depan kompleks Batik Gunasti Kauman. (Dok. MPI Solo).
Titik akhir dari historical walking di Kauman ini adalah kompleks Batik Gunasti di Jl. Wijaya Kusuma No.30, Kauman. Selain sebagai toko batik, kompleks ini juga ada Kooken Café and Resto. Sang pemilik rumah, Gunawan Setiawan, merupakan saudagar batik di Kauman. Dia juga cucu seorang saudagar batik yang juga donatur Muhammadiyah Solo generasi awal. Di kompleks ini pula dulu menjadi rumah Ketua Muhammadiyah Solo yang pertama, Kiai Moechtar Buchori. Tokoh ini, sebelum Muhammadiyah Solo berdiri, adalah rekan Haji Misbach saat mendirikan SATV. Keduanya “berpisah” karena Haji Misbach memilih perjuangan politik. Sedangkan Kiai Moechtar Buchori konsisten di jalan Muhammadiyah.
Di kompleks ini pula Kiai Moechtar Buchori mendirikan Klinik Mata Muhammadiyah pada 1927. Sekarang, klinik mata itu bertransformasi menjadi RS PKU Muhammadiyah Solo di Jl. Ronggowarsito No. 130 Solo. Rumah sakit yang menjadi kebanggaan warga persyarikatan di Kota Bengawan.
Peserta historical walking lantas kembali ke titik awal di menara Masjid Agung. Beberapa menit kemudian, sirine dari bagian atas menara “berteriak” pertanda waktu berbuka puasa tiba. Peserta dengan khidmat menikmati buka puasa dengan es teh kemasan plastik dan nasi ayam. Sampai jumpa pada historical walking selanjutnya.
Sumber: Majalah Langkah Baru, edisi Maret-Juni 2024.
Muhammadiyah Produksi Film Pancasila Bersama Hanung Bramantyo
Muhammadiyah tengah berproses memproduksi film berjudul Pancasila. Film ini berkisah tentang kiprah tokoh Muhammadiyah Ki Bagus Hadikusumo yang berperan dalam pencoretan tujuh kata dalam Piagam...
Lazismu Gandeng PRM dan PRA Nusukan Santuni Anak Yatim
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lazismu Solo bersinergi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Nusukan menggelar kegiatan santunan anak yatim di Masjid Al Hidayah Marchamah...
PPK Ormawa BEM FKIP UMS Dukung Pengembangan Potensi Wirun
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
HistorywalkMu Telusuri Kampung Kauman Bareng Mahasiswa Psikologi UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Puluhan mahasiswa beralmamater tampak berkumpul di halaman Masjid Agung Solo, Senin (8/7/2024) pagi. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang...
UMS Beri Penguatan Kemuhammadiyahan untuk Keluarga WNI Lintas Budaya di Malaysia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengabdian masyarakat melalui skema Pengabdian Kemitraan Internasional (PKM KI)...
Inspiratif! Ini Sederet Program Kelurahan Ngasem untuk Sukseskan Kampung Iklim
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pagi itu, Selasa (2/7/2024) ada yang berbeda di lingkungan Kelurahan Ngasem, Colomadu, Karangnyar. Perangkat desa,kader PKK serta kader Aisyiyah sibuk menyiapkan materi dan Presentasi...
Lewat Rumah Baca, Tajdid Dorong Anak Muda Berkontribusi di Lingkungannya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tajdid Pendidikan Institute dengan program Sentra Transformasi Peradaban (Transid) menyelenggarakan Bootcamp#1 menuju aksi Bersama di SMA Muhammadiyah Program Khusus Solo, Minggu (23/6/2024). Kegiatan diikuti...
Takmir Masjid Kottabarat Bagikan 1.383 Paket Daging Kurban
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Takmir Masjid Kottabarat menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Kottabarat Solo, Selasa (18/6/2024). Kegiatan tersebut diikuti ratusan Ustaz/Ustazah Guru dan Tenaga Kependidikan dari...
Belajar Merawat Bumi Melalui Rumah Ibadah
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—GreenFaith Indonesia berkolaborasi dengan Eco Bhinneka Muhammadiyah melaksanakan kegiatan Tur Rumah Ibadah dengan berkunjung dan berdialog ke Rumah Ibadah enam agama di Indonesia. Selain...





