Monday, 18 October 2021
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
  • Home
  • Berita
  • Keluarga Besar Muhammadiyah Surakarta Geruduk Semarang
Keluarga Besar Muhammadiyah Surakarta Geruduk Semarang

Keluarga Besar Muhammadiyah Surakarta Geruduk Semarang

SemarangSabtu 26 Oktober 2019 di Lapangan Pancasila sebagai acara pra Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Surakarta yang dilangsungkan di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada tanggal 1-5 Juli 2020 sekaligus pembukaan Olympic Achmad Dahlan (OlympicAD) VI tingkat Nasional yang dilangsungkan di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) 26–28 Oktober 2019 mendatang. Acara ini di selenggarakan atas kerjasama Piminan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah bapak H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P. dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin Maemoen. Juga dihadiri oleh Walikota Semarang yang diwakilkan bapak Sekda dan berbagai tamu undangan yang didalamnya juga ada ketua majlis DIKDASMEN PP Muhammadiyah bapak Prof. Dr. H. Baedhowi , M.Si, dan juga ketua umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

(Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Tema yang diusung pada kegiatan Jateng Bermunajat adalah “Menuju Jawa Tengah Semakin Rukun, Sejahtera, dan Maju”. Sedangkan, tema Olympic AD Nasional VI adalah “Membangun Sinergi dalam Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah yang Berkemajuan di Era Revolusi Industri 4.0”.

Puluhan ribu warga Muhammadiyah juga ikut meramaikan acara Jateng Bermunajat ini, baik dari Surakarta, Boyolali, Wonosobo, Pekalongan, Pemalang, dan sebagainya. Ketua PWM Jateng Drs. H. Tafsir, M.Ag., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Jateng atas bantuan yang diberikan ke Muhammadiyah untuk menjaga nama baik gubernur. Disamping itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua pihak untuk bersatu kembali membangun Indonesia pascapilpres 2019, “Pilpres sudah usai, mari kita bersatu agar Indonesia semakin kuat, apalagi Muhammadiyah memberikan kesejukan. Selamat bersilaturahmi, selamat berkompetisi dengan sehat,” ujarnya.

 

(Gubernur Jateng Ganjar Pranowo)

Puncak acaranya adalah Tausiyah Munajat yang disampaikan oleh ketua umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si, beliau menyampaikan “setiap dari kita selalu bermunajat kepada Allah pada saat sholat bahwa hidup dan mati kita semua berasal dari Allah dan akan kembali. Karenanya semua yang ada pada kita, baik harta, pangkat, dan kedigdayaan itu semua adalah nisbi yang disitulah kita bisa bermunajat yang tidak nisbi hanya Allah yang akan kekal.

Beliau juga menyampaikan bahwa menjadi muslim harus besyukur atas apa yang diberikan kepada Allah, dalam keadaan baik maupun buruk. “Maka didalamnya ada munajat yang luar biasa kepada Allah swt sebagaimana 3 orang pemuda yang terjebak di gua dengan membawa kebaikan untuk diadukan kepada Allah swt. Maka Kyai Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah lewat surat Ali-Imron 104 dan 110 yang menunjukkan munajat yang luar biasa karena didalamnya ada kebahagiaan sejati dan kemenangan sejati. Maka Kyai Dahlan bermunajat kepada Allah saat memberi nama Muhammadiyah yang selalu terpaut dengan nama yang dinisbatkan ke Nabi akhir zaman. Maka lewat Ali-Imron 104 dan 110 ini diharapkan Muhammadiyah bisa tumbuh dan berkembang dengan tingkat religiusitas yang tinggi. Maka lahirlah seluruh pergerakan Muhammadiyah dibidang kesehatan, sosial, pendidikan, ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan dakwah komunitas.”

(Drs. H. Tafsir, M.Ag. Ketua PWM Jateng)

Selain itu beliau juga menambahkan, sebagai contoh munajat yang lainnya yaitu ketika diangkatnya Kyai Dahlan oleh Presiden Soekarno menjadi pahlawan nasional karena membangkitkan umat atas keterpurukan dan memelopori kebangkitan umat untuk tidak lagi tertindas atas penjajah. Soedirman tokoh Perang Gerilya yang juga merulakan tokoh Hizbul Wathan (HW) yang dimana jika tanpa Perang Gerilya yang di bantu oleh angkatan Perang Sabil yang dipelopori oleh Ki Bagus Hadikusumo, maka Indonesia tidak akan eksis atasnya setelah beberapa tahun merdeka. Juga ada Juanda yang merupakan tokoh muda yang menjabat lima kali sebagai menteri dan juga dua kali menjadi perdana menteri, yang setelah selesai menjadi menteri beliau lebih baik memimpin sekolah Muhammadiyah di Jakarta tanpa gaji; yang karenanya melahirkan Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang mempelopori bersatunya lautan dan daratan yang diakui PBB menjadi Hukum Laut Internasional yang menjadikan Indnesia negara yang utuh selanjutnya disebut sebagai Negara Maritim. Terakhir, Ki Bagus Hadikusumo yang juga merupakan anggota BPUPKI yang menjadi kunci atas kerelaan penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta bukan untuk apapun, akan tetapi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut sebagai hadiah terbesar umat Islam bagi Indonesia.

Terakhir, Haedar menekankan kembali bahwa amal sholeh adalah perbuatan yang terbaik dan jernih tanpa pamrih. Maka kita harus jadi pelopor tanpa meminta dan terus memberi, walau tidak dihargai. Yakinlah segalanya selalu dalam rahmat Allah dan ingatlah kejahatan yang ditutupi maka akan kembali pada dirinya. Maka terus mengalir seperti air menyebarkan misi dakwah dan pembaharuan tanpa meminta apupun. (Mohammad Taufiq Hassan / Foto Azzah Juharida)

 

 

Ditulis oleh : LPM Cendikia PC IMM Surakarta

INFORMASI TERKAIT

All
/ 2 Mei 2021

PERINGATI HARDIKNAS, RUMAH BELAJAR PENA ADAKAN ANANDA MENTARI

Surakarta- Dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional, yang jatuh setiap tanggal 2 Mei,  Rumah Belajar Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan Radio Mentari FM dan Lazismu Surakarta mengadakan kegiatan Ananda Mentari,...
/ 22 April 2021

WARUNGMU REBORN, PROGRAM KETAHANAN EKONOMI DI TENGAH PANDEMI

Surakarta- Lazismu Kota Surakarta bersama Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Surakarta melaunching warungmu milik keluarga Bapak Hartono, Ahad (10/04). Warungmu yang berlokasi di Banyuanyar Surakarta tersebut merupakan program produktif bagi keluarga...
/ 8 April 2021

SAMBUT RAMADHAN, LAZISMU PANEN BERSAMA TANI BANGKIT

Surakarta- Panen padi tahun ini dikeluhkan oleh para petani. Hal tersebut dikarenakan harga yang didapatkan sangat rendah, dan pupuk bersubsidi langka. “ adanya pengurangan jatah dari pemerintah, sehingga petani kalang...
/ 16 Februari 2021

Diskursus Sekolah Premium dan (Sekolah Penggerak) Muhammadiyah

Oleh : Hendro Susilo Aktivis Pemuda Muhammadiyah Daerah & Cabang Kottabarat Surakarta     Menarik bagi saya untuk membuka kembali diskursus di tahun 2016 terkait pengembangan sekolah “Premium” di persyarikatan...
/ 27 Januari 2021

Adaptasi Eskalasi Kurikulum (Tantangan Bagi Sekolah Muhammadiyah)

Oleh : Hendro Susilo (Pendidik di Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)   Menarik bagi saya membaca ulasan artikel berjudul “Membangun Birokrasi yang Lincah” di harian Kompas,edisi Selasa (19/1/21) yang di tulis oleh...

Diskusi

Galeri Video

GALERI FOTO