
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk memperluas jenjang pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat kontribusi akademik melalui pendekatan multidisiplin.
Persiapan mencakup pemetaan sumber daya manusia (SDM), penyusunan kurikulum, ketersediaan fasilitas, penguatan mitra praktik, serta pemenuhan persyaratan Kolegium Kesehatan Masyarakat. FIK UMS juga memiliki modal akademik berupa akreditasi Unggul dari LAM-PTKes untuk Program Studi Kesehatan Masyarakat pada 2024 dan akreditasi internasional pada 2026.
Dekan FIK UMS, Prof. Umi Budi Rahayu, mengatakan seluruh tahapan perlu dipersiapkan secara terstruktur agar memenuhi standar yang ditetapkan.
“Kami ingin memastikan setiap tahapan persiapan berjalan secara terstruktur, mulai dari kesiapan akademik, sumber daya manusia, hingga dukungan fasilitas dan mitra praktik, agar pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat di UMS dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya saat diwawancarai Jumat (23/10/2026).
Dari sisi SDM, Program Studi Kesehatan Masyarakat UMS memiliki tujuh dosen, terdiri atas dua doktor dan lima magister. FIK UMS juga telah menyiapkan tujuh calon dosen untuk menjadi koordinator blok kepaniteraan pada program profesi.
Dukungan praktik turut dipetakan melalui jejaring calon mitra yang meliputi sembilan rumah sakit, 14 puskesmas, 10 dinas kesehatan, tiga balai pelatihan, enam industri, tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.
Kesiapan institusi juga ditunjang sembilan laboratorium, sistem monitoring dan evaluasi, indikator kinerja utama (IKU), serta pemantauan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).
Pematangan rencana tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Dekan FIK UMS dan diikuti jajaran pimpinan, pengelola program studi, serta perwakilan Kolegium Kesehatan Masyarakat, Prof. Ede Surya Darmawan. Pertemuan ini membahas kesiapan institusi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum proses pendirian kedua program berlanjut.
Perumusan Standar Kompetensi
Ede menekankan pentingnya pemenuhan standar Kolegium Kesehatan Masyarakat, terutama untuk program pendidikan profesi. Persiapan yang dibutuhkan antara lain kunjungan validasi, penyusunan kurikulum, sertifikasi pendidik profesi, serta perumusan standar kompetensi bersama Kolegium.
Kurikulum harus membekali mahasiswa dengan prinsip dasar dan kompetensi kesehatan masyarakat yang relevan dengan kebutuhan praktik profesional. Untuk mendukung hal tersebut, dosen perlu mengikuti pelatihan profesi yang mencakup pembelajaran daring selama dua hari, pembelajaran mandiri selama satu pekan, dan praktik luring selama tiga hari. Kolegium juga telah mengonfirmasi ketersediaan 14 buku ajar untuk mendukung pembelajaran.
Selain tenaga pengajar, tenaga kependidikan, fasilitas, dan prosedur operasional standar (SOP) juga perlu disiapkan secara terpadu.
Aspek kemitraan menjadi bagian lain yang dibahas. FIK UMS perlu memastikan adanya surat kesediaan mitra dan dokumen kerja sama yang jelas, seperti nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Dokumen tersebut perlu mencantumkan riwayat kerja sama dan diperbarui melalui adendum jika diperlukan.
Pelaksanaan praktik lapangan juga harus memperhatikan etika, program kesehatan masyarakat (public health program), koordinasi lintas profesi, serta pembagian peran antara instruktur pelaksana dan instruktur praktisi.
Dalam pembahasan administrasi, Ede menyampaikan UMS dan Universitas Ahmad Dahlan telah mengirimkan dokumen pengajuan program profesi dan sedang menunggu pembahasan berikutnya di tingkat Kolegium. Pertemuan Kolegium diperkirakan berlangsung pada November, kemudian dilanjutkan dengan agenda visitasi.
Adapun untuk program doktor, perguruan tinggi dapat mengajukan pendirian program S3 tanpa harus terlebih dahulu memiliki program S2 pada bidang yang sama di institusi tersebut. Ketentuan ini membuka peluang pengembangan pendidikan doktor kesehatan masyarakat dengan pendekatan multidisiplin.
Rapat pematangan tersebut menjadi tindak lanjut mandat Rektor UMS untuk mengembangkan pendidikan doktor di bidang kesehatan. Melalui persiapan akademik, kelembagaan, dan kemitraan, FIK UMS berupaya memastikan pendirian kedua program dapat memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...
FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....
Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...
UMS Perkuat Kompetensi Calon Guru melalui Forum SEAMEO di Filipina
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi pendidikan di Asia Tenggara melalui partisipasi dalam SEAMEO Executive Meeting 2026 di Hotel Seda Manila, Filipina, pada...
FEB UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Kampus Taiwan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama internasional dengan Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST), Taiwan....
FKIP UMS Perkuat Jejaring Global melalui Visiting Professor di Filipina
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kerja sama akademik internasional melalui program Visiting Professor di College of Education,...
AMIKOM Yogyakarta Pelajari Strategi Konten Digital UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kehumasan, pemasaran, dan komunikasi digital perguruan tinggi....
Mahasiswa Asing UMS Ajak Siswa MIM Trangsan Belajar Bahasa Inggris
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan kepada siswa MI Muhammadiyah (MIM) Trangsan, Gatak, Sukoharjo, melalui program Fun English Learning....
Mahasiswa UMS Jadi Pemuda Pelopor Karanganyar Berkat Gerakan Mengajar Desa
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat....
BEM FHIP UMS Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga Alas Tuwo
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (BEM FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program DESA CERDAS di Desa Alas Tuwo, Kecamatan...
UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...
Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS, Das’ad Latif Ajak Jaga Akidah dan Amalkan Nilai Islam dalam Kehidupan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi pesan utama Ustaz Das’ad Latif, dalam Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah...






