
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah doktor melalui Sidang Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor, Kamis (27/8/2026). Dalam agenda yang berlangsung di Auditorium Djazman Kampus I UMS tersebut, tiga akademisi berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude.
Ketiga doktor tersebut adalah Sri Purwaningsih, Supriyono, dan Efi Miftah Faridli. Ketiganya masing-masing menjadi doktor ke-27, ke-28, dan ke-29 yang dilahirkan Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP UMS.
Sri Purwaningsih meraih IPK 3,80, Supriyono memperoleh IPK 3,81, sedangkan Efi Miftah Faridli meraih IPK 3,85. Ketiga penelitian doktoral tersebut mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan pendidikan, mulai dari pembelajaran berbasis deep learning, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga kepemimpinan sekolah.
Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, menyampaikan apresiasi atas lahirnya tiga doktor baru tersebut. Menurutnya, disertasi yang dihasilkan tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga membawa isu strategis bagi pengembangan pendidikan. “Alhamdulillah, hari ini kita melahirkan tiga doktor sekaligus. Doktor yang ke-27, 28, dan 29,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut semakin memperkuat kontribusi FKIP UMS dalam melahirkan sumber daya manusia dan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. “FKIP tidak hanya sekadar melahirkan calon guru, tetapi juga melahirkan calon pemikir, melahirkan calon cendekiawan, melahirkan pakar-pakar muda yang siap untuk mewarnai pendidikan di negeri ini,” ujarnya.
Kembangkan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning
Salah satu penelitian yang dipromosikan adalah disertasi Sri Purwaningsih berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Murid SMP.”
Penelitian tersebut mengembangkan model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran diferensiasi dengan pendekatan deep learning. Model dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan murid sekaligus mendorong kemampuan berpikir mendalam, refleksi, dan kolaborasi.
Penelitian dilakukan dengan melihat penerapan pembelajaran diferensiasi di SMP Kabupaten Klaten. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan tersebut telah mulai diterapkan, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam strategi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi.
Model yang dikembangkan dinyatakan layak dari aspek materi, pedagogik, dan bahasa. Model tersebut juga dinilai sesuai dengan kurikulum dan karakteristik murid SMP.
Hasil penelitian menunjukkan penerapan model dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus motivasi belajar murid. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil tes serta keterlibatan murid dalam menganalisis berbagai persoalan secara lebih mendalam.
Teliti Perilaku Inovatif Guru di Tengah Perkembangan AI
Sementara itu, Supriyono mengangkat perkembangan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan melalui disertasi berjudul “Determinan Perilaku Inovatif Guru melalui Organizational Citizenship Behavior pada Era Artificial Intelligence.”
Penelitian tersebut mengkaji faktor yang memengaruhi perilaku inovatif guru di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam proses pendidikan.
AI memiliki potensi membantu guru dalam berbagai aktivitas, seperti menyusun materi, menganalisis data, memberikan umpan balik, mempersonalisasi pembelajaran, hingga menjelaskan konsep yang kompleks.
Namun, penerapannya juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet hingga kemampuan teknologi, pelatihan, dan persoalan etika.
Penelitian Supriyono menguji Personality, Self-Efficacy, dan AI Knowledge sebagai faktor personal yang memengaruhi perilaku inovatif guru dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai mediator.
Menanggapi perkembangan tersebut, Prof. Anam mengingatkan para pendidik agar menggunakan AI secara bijak. Menurutnya, teknologi dapat memberikan manfaat besar jika digunakan secara tepat, tetapi tidak boleh menggeser fungsi utama guru dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.
“AI ini semacam tergantung pemakainya, bisa jadi malaikat tetapi juga bisa jadi setan. Guru-guru harus hati-hati menggunakan AI ini, jangan sampai kecanduan karena tugas utama guru adalah mendidik, melatih, dan membentuk karakter anak,” jelasnya.
Angkat Kepemimpinan Sekolah Berbasis Civic Values
Disertasi ketiga yang dipromosikan merupakan karya Efi Miftah Faridli berjudul “Kepemimpinan Transformatif Kepala Sekolah Berbasis Civic Values dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (Studi Kasus di Sebuah Sekolah di Kabupaten Banyumas).”
Penelitian tersebut mengkaji praktik kepemimpinan transformatif kepala sekolah melalui empat dimensi, yaitu Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration.
Nilai-nilai kewargaan seperti integritas, gotong royong, musyawarah, dan keadilan diimplementasikan melalui keteladanan pemimpin, pembiasaan nilai, aturan kelembagaan, serta tanggung jawab kolektif.
Penelitian tersebut juga menghasilkan Model EFI atau Etis, Fasilitatif, Integratif sebagai konsep kepemimpinan transformatif berbasis civic values untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam.
Pemberdayaan guru dalam model tersebut dilakukan melalui penguatan Komunitas Belajar, fasilitasi pelatihan, kolaborasi lintas mata pelajaran, dukungan teknologi informasi, serta penciptaan lingkungan kerja yang memberikan rasa aman secara psikologis.
Doktor Baru Didorong Jadi Penggerak Perubahan
Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, berpesan agar gelar doktor tidak berhenti sebagai pencapaian akademik. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun kehidupan bermasyarakat.
Ia mendorong para doktor baru menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sejatinya orang yang mampu memberikan kemanfaatan adalah apabila Ibu sebagai seorang doktor mampu menerangi,” tuturnya.
Harun juga mengingatkan para doktor agar tidak menjadi akademisi yang pasif. Mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin sekaligus pelopor perubahan sesuai dengan visi UMS sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang Islami, unggul, dan mendunia.
“Penggerak perubahan itu harus dinamis. Maka jangan menjadi doktor yang pasif, tetapi jadilah doktor yang dinamis, doktor yang mampu menyinari negeri, memberikan kemanfaatan diri, masyarakat, dan keluarga,” tegasnya.
Lahirnya tiga doktor baru tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP UMS memperkuat kapasitas akademik sekaligus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu merespons perubahan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.
TESLA 2026 UMS Perkuat Kompetensi Guru IPA dan Fisika di Era AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Laboratorium dan Pusat Pengembangan Ilmu Teknik Dasar (LPPITD) Fakultas Teknik menggelar TESLA 2026 (Transformasi Edukasi Sains, Laboratorium,...
Arsitektur Islam dan Keberlanjutan Jadi Fokus Pengembangan Prodi Arsitektur UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat arah pengembangan keilmuan melalui Workshop Penguatan Visi Keilmuan Program Studi Arsitektur UMS bertema “Merancang...
UMi Camp 2026 Jadi Ruang Mahasiswa UMS Bangun Jejaring Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti UMi Camp 2026, program perkemahan musim panas internasional yang digelar Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan...
Business War Room UMS Bekali Mahasiswa P2MW Strategi Bisnis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pendampingan kewirausahaan mahasiswa melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS...
Bikin Panel Dinding dari Limbah Bulu Ayam, Mahasiswa UMS Raih Gelar di China
GUANGZHOU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Inovasi material ramah lingkungan karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meraih prestasi internasional. Dua mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik UMS,...
Siaga Tanah Longsor, Mahasiswa Geografi UMS Dampingi Warga Ngaglik Boyolali
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Association of Technology and Science Research (ATLAS) Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pengabdian masyarakat untuk...
IPM SMK Muhammadiyah 5 Solo Galang Infak Bencana NTT dan Kalimantan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 5 Solo bersama mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IIM menggelar pengajian dan penggalangan infak untuk membantu...
Terima Estafet ABU Robocon 2027, UMS Siap Jadi Venue Kompetisi Robotika Asia-Pasifik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipercaya menjadi venue utama penyelenggaraan ABU Robocon 2027 di Indonesia. Kepercayaan tersebut ditandai dengan penerimaan resmi bendera tuan...
Perkuat Kompetensi Digital di Era AI, PTI UMS Gandeng Ubuntu Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Ubuntu Indonesia melalui PT Sivali Cloud Technology, distributor resmi...
FHIP UMS Jadi Rujukan FES UNJAYA Perkuat Tata Kelola Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FHIP UMS) terus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dengan...
PKB Pendidikan Akuntansi UMS Hubungkan Kompetensi Kampus dengan Dunia Kerja
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuntaskan rangkaian Praktik Kerja Bisnis (PKB) di berbagai...
Hadapi Disrupsi Digital, UMS Perkuat Manajemen Risiko Perguruan Tinggi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui penerapan manajemen risiko di tengah perubahan lingkungan pendidikan tinggi dan disrupsi digital. Penguatan...





