Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

3 Doktor Baru Lahir dari FKIP UMS, Teliti Deep Learning hingga AI

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 28 Agustus 2026 16:54 WIB
3 Doktor Baru Lahir dari FKIP UMS, Teliti Deep Learning hingga AI
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah doktor melalui Sidang Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor, Kamis (27/8/2026). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menambah doktor melalui Sidang Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Program Doktor, Kamis (27/8/2026). Dalam agenda yang berlangsung di Auditorium Djazman Kampus I UMS tersebut, tiga akademisi berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude.

Ketiga doktor tersebut adalah Sri Purwaningsih, Supriyono, dan Efi Miftah Faridli. Ketiganya masing-masing menjadi doktor ke-27, ke-28, dan ke-29 yang dilahirkan Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP UMS.

Sri Purwaningsih meraih IPK 3,80, Supriyono memperoleh IPK 3,81, sedangkan Efi Miftah Faridli meraih IPK 3,85. Ketiga penelitian doktoral tersebut mengangkat isu yang relevan dengan perkembangan pendidikan, mulai dari pembelajaran berbasis deep learning, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga kepemimpinan sekolah.

Dekan FKIP UMS, Prof. Anam Sutopo, menyampaikan apresiasi atas lahirnya tiga doktor baru tersebut. Menurutnya, disertasi yang dihasilkan tidak hanya memperkaya kajian akademik, tetapi juga membawa isu strategis bagi pengembangan pendidikan. “Alhamdulillah, hari ini kita melahirkan tiga doktor sekaligus. Doktor yang ke-27, 28, dan 29,” ungkapnya.

Ia berharap capaian tersebut semakin memperkuat kontribusi FKIP UMS dalam melahirkan sumber daya manusia dan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. “FKIP tidak hanya sekadar melahirkan calon guru, tetapi juga melahirkan calon pemikir, melahirkan calon cendekiawan, melahirkan pakar-pakar muda yang siap untuk mewarnai pendidikan di negeri ini,” ujarnya.

Kembangkan Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning

Salah satu penelitian yang dipromosikan adalah disertasi Sri Purwaningsih berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Murid SMP.”

Penelitian tersebut mengembangkan model pembelajaran yang menggabungkan pembelajaran diferensiasi dengan pendekatan deep learning. Model dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan murid sekaligus mendorong kemampuan berpikir mendalam, refleksi, dan kolaborasi.

Penelitian dilakukan dengan melihat penerapan pembelajaran diferensiasi di SMP Kabupaten Klaten. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan tersebut telah mulai diterapkan, meskipun masih menghadapi keterbatasan dalam strategi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi.

Model yang dikembangkan dinyatakan layak dari aspek materi, pedagogik, dan bahasa. Model tersebut juga dinilai sesuai dengan kurikulum dan karakteristik murid SMP.

Hasil penelitian menunjukkan penerapan model dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus motivasi belajar murid. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil tes serta keterlibatan murid dalam menganalisis berbagai persoalan secara lebih mendalam.

Teliti Perilaku Inovatif Guru di Tengah Perkembangan AI

Sementara itu, Supriyono mengangkat perkembangan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan melalui disertasi berjudul “Determinan Perilaku Inovatif Guru melalui Organizational Citizenship Behavior pada Era Artificial Intelligence.”

Penelitian tersebut mengkaji faktor yang memengaruhi perilaku inovatif guru di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam proses pendidikan.

AI memiliki potensi membantu guru dalam berbagai aktivitas, seperti menyusun materi, menganalisis data, memberikan umpan balik, mempersonalisasi pembelajaran, hingga menjelaskan konsep yang kompleks.

Namun, penerapannya juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet hingga kemampuan teknologi, pelatihan, dan persoalan etika.

Penelitian Supriyono menguji Personality, Self-Efficacy, dan AI Knowledge sebagai faktor personal yang memengaruhi perilaku inovatif guru dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai mediator.

Menanggapi perkembangan tersebut, Prof. Anam mengingatkan para pendidik agar menggunakan AI secara bijak. Menurutnya, teknologi dapat memberikan manfaat besar jika digunakan secara tepat, tetapi tidak boleh menggeser fungsi utama guru dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.

“AI ini semacam tergantung pemakainya, bisa jadi malaikat tetapi juga bisa jadi setan. Guru-guru harus hati-hati menggunakan AI ini, jangan sampai kecanduan karena tugas utama guru adalah mendidik, melatih, dan membentuk karakter anak,” jelasnya.

Angkat Kepemimpinan Sekolah Berbasis Civic Values

Disertasi ketiga yang dipromosikan merupakan karya Efi Miftah Faridli berjudul “Kepemimpinan Transformatif Kepala Sekolah Berbasis Civic Values dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam (Studi Kasus di Sebuah Sekolah di Kabupaten Banyumas).”

Penelitian tersebut mengkaji praktik kepemimpinan transformatif kepala sekolah melalui empat dimensi, yaitu Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration.

Nilai-nilai kewargaan seperti integritas, gotong royong, musyawarah, dan keadilan diimplementasikan melalui keteladanan pemimpin, pembiasaan nilai, aturan kelembagaan, serta tanggung jawab kolektif.

Penelitian tersebut juga menghasilkan Model EFI atau Etis, Fasilitatif, Integratif sebagai konsep kepemimpinan transformatif berbasis civic values untuk mendukung penerapan pembelajaran mendalam.

Pemberdayaan guru dalam model tersebut dilakukan melalui penguatan Komunitas Belajar, fasilitasi pelatihan, kolaborasi lintas mata pelajaran, dukungan teknologi informasi, serta penciptaan lingkungan kerja yang memberikan rasa aman secara psikologis.

Doktor Baru Didorong Jadi Penggerak Perubahan

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, berpesan agar gelar doktor tidak berhenti sebagai pencapaian akademik. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh harus diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun kehidupan bermasyarakat.

Ia mendorong para doktor baru menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sejatinya orang yang mampu memberikan kemanfaatan adalah apabila Ibu sebagai seorang doktor mampu menerangi,” tuturnya.

Harun juga mengingatkan para doktor agar tidak menjadi akademisi yang pasif. Mereka diharapkan mampu menjadi pemimpin sekaligus pelopor perubahan sesuai dengan visi UMS sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang Islami, unggul, dan mendunia.

“Penggerak perubahan itu harus dinamis. Maka jangan menjadi doktor yang pasif, tetapi jadilah doktor yang dinamis, doktor yang mampu menyinari negeri, memberikan kemanfaatan diri, masyarakat, dan keluarga,” tegasnya.

Lahirnya tiga doktor baru tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP UMS memperkuat kapasitas akademik sekaligus mendorong lahirnya inovasi pendidikan yang mampu merespons perubahan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa depan.

Berita Terbaru

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...

UMS Perkuat Kompetensi Calon Guru melalui Forum SEAMEO di Filipina

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kolaborasi pendidikan di Asia Tenggara melalui partisipasi dalam SEAMEO Executive Meeting 2026 di Hotel Seda Manila, Filipina, pada...

FEB UMS Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Kampus Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama internasional dengan Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST), Taiwan....

FKIP UMS Perkuat Jejaring Global melalui Visiting Professor di Filipina

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kerja sama akademik internasional melalui program Visiting Professor di College of Education,...

AMIKOM Yogyakarta Pelajari Strategi Konten Digital UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan studi banding Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kehumasan, pemasaran, dan komunikasi digital perguruan tinggi....

Mahasiswa Asing UMS Ajak Siswa MIM Trangsan Belajar Bahasa Inggris

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan kepada siswa MI Muhammadiyah (MIM) Trangsan, Gatak, Sukoharjo, melalui program Fun English Learning....

Mahasiswa UMS Jadi Pemuda Pelopor Karanganyar Berkat Gerakan Mengajar Desa

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hian Risnandar, meraih Juara I Pemuda Pelopor Kabupaten Karanganyar 2026 bidang Pendidikan dan Sosial Masyarakat....

BEM FHIP UMS Perkuat Kesadaran Hukum dan Demokrasi Warga Alas Tuwo

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (BEM FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program DESA CERDAS di Desa Alas Tuwo, Kecamatan...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 UMS, Das’ad Latif Ajak Jaga Akidah dan Amalkan Nilai Islam dalam Kehidupan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Penguatan akidah, pendidikan agama dalam keluarga, dan pengamalan nilai-nilai Islam menjadi pesan utama Ustaz Das’ad Latif, dalam Tablig Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah...