Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 14 Oktober 2026 11:05 WIB
Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan daur ulang. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan daur ulang.

Kegiatan ini mengangkat pesan “Gerakan Kecil untuk Dunia Bebas Sampah Plastik: Sampahku Tanggung Jawabku” sebagai ajakan menjaga kebersihan dan menunjukkan kepedulian terhadap bumi.

Sosialisasi tersebut berlangsung pada Rabu (14/10/2026) melalui kolaborasi dengan SD Muhammadiyah 1 Solo yang dipimpin Sri Sayekti. Kegiatan ini turut diperkuat budayawan Ki Agung Sudarwanto yang mengenalkan keterkaitan seni, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dwi Jatmiko mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan. Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia Akademi Dakwah Digital 1, Sri Sayekti, dan Agung Sudarwanto atas kolaborasi dalam sosialisasi tersebut.

Menurut dia, persoalan sampah telah menjadi tantangan nasional karena dampaknya menjangkau berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan.

Ia menjelaskan, Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2014 menekankan kewajiban umat Islam menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan barang-barang untuk kemaslahatan. Umat Islam juga diingatkan untuk menghindari tindakan tabdzir atau menyia-nyiakan sesuatu serta israf atau berlebih-lebihan.

Pesan menjaga kebersihan tersebut selaras dengan ajaran Islam. Jatmiko mengutip Surah Al-Baqarah ayat 222 yang menjelaskan kecintaan Allah Swt. kepada orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri.

Bahan Aternatif Kulit Hewan

Dalam kegiatan itu, Jatmiko yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di SD Muhammadiyah 1 Solo juga memperkenalkan Wayang Sak Semen Press (SSP). Karya seni kriya ini memanfaatkan kertas bekas kantong semen sebagai bahan alternatif pengganti kulit hewan untuk membuat wayang.

Pembuatan Wayang SSP menggunakan sekitar delapan hingga 12 lembar kertas bekas kantong semen yang direkatkan dengan lem kayu. Kertas dibersihkan, dilapisi lem secara bertahap, kemudian dipres menggunakan papan kayu dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa paparan sinar matahari langsung.

Setelah bahan mengering, proses dilanjutkan dengan pembuatan sketsa, pembentukan detail karakter melalui teknik tatah atau pahat, serta penyunggingan atau pewarnaan seperti pada wayang kulit tradisional. Bagian gapit atau pegangan wayang menggunakan material pendukung, seperti kayu atau rotan, agar wayang dapat berdiri kokoh saat dimainkan.

Menurut Jatmiko, penggunaan bahan daur ulang membuat Wayang SSP menjadi alternatif karya seni yang lebih terjangkau sekaligus ramah lingkungan. Ia menyebut tekstur dan kelenturannya dapat menyerupai wayang kulit asli hingga sekitar 90 persen.

Sementara itu, Agung Sudarwanto menyoroti pentingnya edukasi lingkungan melalui pendekatan budaya. Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan berkaitan erat dengan estetika dan rasa memiliki terhadap ruang publik.

Ia menilai masyarakat yang memiliki kebanggaan terhadap kebersihan lingkungannya akan lebih terdorong untuk menjaga ruang bersama. Sebaliknya, membuang sampah sembarangan dapat dipandang sebagai perilaku yang bertentangan dengan norma sosial.

Karena itu, integrasi pendidikan lingkungan sejak usia dini dinilai penting untuk membentuk kebiasaan sadar sampah yang dapat terbawa hingga dewasa. Melalui perpaduan dakwah, pendidikan, dan seni berbahan daur ulang, kegiatan ini mengajak masyarakat memulai upaya menjaga lingkungan dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terbaru

Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...

Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...