Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Musuk IbuPreneur Village Resmi Diluncurkan, Olah Alpukat dan Susu Jadi Produk Bernilai

Fika Annisa Sholikhah, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 22 Juni 2026 13:33 WIB
Musuk IbuPreneur Village Resmi Diluncurkan, Olah Alpukat dan Susu Jadi Produk Bernilai
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program Musuk IbuPreneur Village di Balai Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. (Humas)

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program Musuk IbuPreneur Village di Balai Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Program bertajuk Transformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Wirausaha melalui Inovasi Produk Alpukat dan Susu Berbasis Agroindustri Kreatif ini dikemas dalam kegiatan grand opening dan penandatanganan kerja sama.

Peluncuran program dihadiri perwakilan Kecamatan Musuk, Kepala Desa Musuk Febrianto Catur Nugroho, perwakilan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS Suyatmin Waskito Adi, dosen pendamping PPK Ormawa Aktif Cahyaningtyas, enam ketua RW, 33 perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), serta tim pelaksana program.

Mewakili Ketua Pelaksana PPK Ormawa Fidelina Tri Adelin, Anna Chalista menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Musuk dan masyarakat yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan baik.

“Kami berharap program ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Bangun Kebersamaan

Sementara itu, Salsabila Isnaini yang mewakili Ketua Ormawa Faizal Aulia Ramadhani menegaskan program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk inovatif, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memberikan manfaat nyata, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pemberdayaan,” katanya.

Dalam pemaparan program, Andini Firanthy Lazuardi dan Salwa Yumna Muthiah menjelaskan profil Desa Musuk, potensi unggulan desa, tujuan program, hingga tahapan pelaksanaan yang akan berlangsung selama empat bulan.

Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan pengolahan produk turunan alpukat dan susu, pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi pemasaran melalui website dan marketplace, pendirian sentra produksi, hingga penguatan kemitraan usaha masyarakat.

Program ini menjadi upaya pemberdayaan perempuan melalui pengembangan potensi lokal Desa Musuk. Desa tersebut dikenal memiliki komoditas unggulan berupa alpukat, peternakan sapi perah, serta kelompok perempuan usia produktif yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program Musuk IbuPreneur Village di Balai Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan program Musuk IbuPreneur Village di Balai Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. (Humas)

Melalui Musuk IbuPreneur Village, potensi tersebut akan diolah menjadi berbagai produk turunan berbasis alpukat dan susu yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Program ini diharapkan membuka peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Dosen pendamping PPK Ormawa, Aktif Cahyaningtyas, menyampaikan program tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.

Pemerintah Desa Musuk menyambut positif program tersebut dan menyatakan komitmennya mendukung seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan. Dukungan serupa juga datang dari DKPTI UMS yang mengapresiasi langkah mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan kewirausahaan berbasis masyarakat.

Sebagai penanda dimulainya program, dilakukan penandatanganan kerja sama antara DKPTI UMS dan Pemerintah Desa Musuk. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi produk berbasis alpukat dan susu.

Berita Terbaru

Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...

IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...

Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...

Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...

Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...

Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....