
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menggelar kegiatan Tausiyah Qiyamul Lail yang ke-198 dengan tema “Menjaga Kebersihan Hati dan Meluruskan Niat di Lingkungan Kerja yang Toxic.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Jumat, (9/1/2026), diikuti civitas academica UMS dari berbagai unit kerja.
Tausiyah ini disampaikan Morita Sari, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan spiritual di tengah dinamika dan tekanan lingkungan kerja. Dalam pemaparannya, perempuan berprofesi dokter gigi itu mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri terhadap perjalanan hidup selama tahun 2025.
Ia menyoroti perbedaan mendasar antara sekadar bertahan hidup dan benar-benar menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran iman. “Did you really live 2025 or you just survive it? Karena surviving itu berbeda dengan living. Surviving adalah bangun dengan dosa yang sama, kebiasaan yang sama, dan jarak yang sama dengan Allah SWT,” ungkapnya. Sabtu, (10/1/2026).
Ia menjelaskan lingkungan kerja yang toxic dapat mempengaruhi kondisi mental dan emosional seseorang, ditandai dengan kurangnya empati, beban kerja yang tidak seimbang, minimnya profesionalisme, serta hubungan kerja yang tidak sehat.
Menurutnya, seorang Muslim tidak hanya dituntut untuk bertahan dalam kondisi tersebut, tetapi juga menjaga agar dirinya tidak menjadi bagian dari toksisitas itu sendiri. “Lingkungan kerja yang toksik terkadang tidak kita sadari, bahkan bisa jadi diri kita sendiri tanpa sadar sudah menjadi toksik bagi orang lain,” ujarnya.
Kebersihan Hati
Lebih lanjut, Morita menekankan kebersihan hati merupakan kunci utama dalam menjaga ketulusan niat. Ia mengutip Surah Al-A’raf ayat 26 tentang pakaian takwa sebagai simbol penjagaan hati dan keikhlasan batin.
Selain itu, ia juga mengingatkan hadis Nabi Muhammad Saw. tentang hati sebagai penentu baik dan buruknya seluruh perbuatan manusia. “Hati adalah pusat dari segala perbuatan kita. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh tubuh dan amal perbuatan kita,” tuturnya.
Dalam konteks menghadapi lingkungan kerja yang penuh tekanan, peserta diajak untuk meluruskan niat bekerja semata-mata karena Allah Swt., bukan sekadar mengejar pengakuan manusia. Ia mengutip Surah Al-Bayyinah ayat 5 dan Surah Al-An’am ayat 162 sebagai landasan bahwa seluruh aktivitas, termasuk bekerja, harus diniatkan sebagai ibadah.
“Niat yang ikhlas akan menjaga kita tetap lurus, meskipun berada di lingkungan yang penuh intrik dan kelelahan,” katanya. Tausiyah tersebut juga menyinggung pentingnya pengendalian emosi, khususnya kemarahan, yang kerap muncul akibat tekanan kerja.
Dengan merujuk pada hadis Nabi tentang larangan marah, ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan bagian dari upaya menjaga qalbu yang salim atau hati yang bersih. “Marah itu diciptakan Allah, tetapi bagaimana kita merespons marah itulah yang akan dinilai,” ujarnya.
Menutup tausiyah, Morita mengajak seluruh sivitas akademika UMS untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat, saling menguatkan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan hati dan meluruskan niat bukanlah perkara mudah, namun dengan ikhtiar, doa, dan kesabaran, hal tersebut dapat diwujudkan. “Tujuan utama kita bukan dunia, melainkan akhirat. Mari kita perbaiki hati dan niat kita, serta menciptakan lingkungan kerja UMS yang kondusif, islami, dan penuh empati,” ujarnya.
Fakultas Farmasi UMS Kenalkan Bahan Alam untuk Mendukung Kesehatan Lambung
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi penggunaan obat antinyeri secara aman dan rasional kepada masyarakat di Tipes, Serengan, Solo. Kegiatan pengabdian...
BenerinAja, Inovasi Mahasiswa UMS yang Permudah Layanan Servis Elektronik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan reparasi elektronik yang mudah diakses dan terpercaya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan BenerinAja. Platform digital yang...
Fakultaria FAI UMS 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Ilmu dan Nilai Islami
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman akademik, budaya fakultas, hingga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui...
UMS dan UM Buka Peluang Kolaborasi Mobilitas Mahasiswa hingga Kelas Internasional
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026). Kunjungan Direktorat Reputasi, Kemitraan,...
Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...
Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...
Citroguard 3in1, Inovasi Mahasiswa UMS Hadirkan Pengusir Nyamuk Berbahan Alami
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Citroguard 3in1, sebuah inovasi produk multifungsi berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi dan pengharum...
Antisipasi Blackout Total, Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kesiapsiagaan Layanan Kota
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman...
AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas
PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...
Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...
Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...
725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...






