Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Dorong Inovasi Pangan, UMS Sulap Bayam Jadi Tepung dan Cookies Sehat

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 13 November 2025 18:06 WIB
Dorong Inovasi Pangan, UMS Sulap Bayam Jadi Tepung dan Cookies Sehat
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran hijau segar kini memiliki wajah baru. Melalui inovasi yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bayam disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi berupa tepung dan kue kering (cookies) sehat. (Humas)

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran hijau segar kini memiliki wajah baru. Melalui inovasi yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bayam disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi berupa tepung dan kue kering (cookies) sehat.

Program ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Potronayan, Boyolali, yang menyasar kelompok petani perempuan. Ketua tim pengabdian, Hidayah Karuniawati dari Fakultas Farmasi UMS, menjelaskan bahwa inovasi ini membawa dua manfaat sekaligus.

“Bayam di Potronayan sangat melimpah, tapi kalau dijual segar harganya murah dan cepat rusak. Dengan diolah menjadi tepung dan cookies, bayam bisa lebih awet, bernilai tinggi, dan jadi camilan sehat,” ungkap Hidayah saat diwawancarai pada Rabu (12/11/2025).

Hidayah juga menerangkan selama ini petani di Desa Potronayan menghadapi kendala harga bayam segar yang tidak stabil dan mudah rusak. Akibatnya, banyak hasil panen terbuang karena tidak bisa disimpan lama. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian UMS hadir dengan solusi konkret agar para petani dapat meningkatkan nilai jual produk pertanian mereka melalui diversifikasi olahan pangan.

Dilibatkan Aktif

Program pengabdian ini melibatkan 22 petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan dilaksanakan bertahap mulai dari persiapan, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan produksi menggunakan pendekatan Participatory Rural Approach (PRA), di mana masyarakat dilibatkan aktif dalam setiap proses.

“Dalam sesi penyuluhan, para peserta mendapatkan materi tentang diversifikasi produk pertanian, manfaat gizi bayam, dan peluang pasar olahan pangan. Selanjutnya, mereka mempraktikkan langsung proses pembuatan tepung bayam, mulai dari pencucian, pemotongan, pengeringan, penggilingan, hingga penyaringan untuk menghasilkan tepung halus yang siap digunakan sebagai bahan baku cookies,” papar Hidayah.

Cookies bayam dibuat dengan mencampurkan tepung bayam bersama tepung terigu, mentega, gula halus, dan susu bubuk. Dengan komposisi yang tepat, cookies tetap memiliki rasa lezat namun lebih bergizi berkat tambahan zat besi, vitamin A, vitamin C, serat, dan antioksidan alami dari bayam. Produk ini diharapkan menjadi alternatif camilan sehat bagi masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran hijau segar kini memiliki wajah baru. Melalui inovasi yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bayam disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi berupa tepung dan kue kering (cookies) sehat.

Bayam yang selama ini dikenal sebagai sayuran hijau segar kini memiliki wajah baru. Melalui inovasi yang digagas tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), bayam disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi berupa tepung dan kue kering (cookies) sehat. (Humas)

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Hidayah menerangkan, peserta aktif berdiskusi dan berlatih membuat tepung serta cookies bayam dalam kelompok kecil dengan pendampingan intensif dari dosen dan mahasiswa. Setiap kelompok berhasil menghasilkan produk jadi yang layak konsumsi dan siap dikembangkan lebih lanjut.

Setelah mengikuti pelatihan, kemampuan peserta meningkat signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pengetahuan peserta meningkat dari 75,62% menjadi 77,50%, disertai peningkatan nyata dalam keterampilan praktik. Peserta tidak hanya mahir mengolah bayam menjadi produk tahan lama, tetapi juga memahami standar kebersihan, teknik pengemasan, dan strategi menjaga kualitas produk.

Secara ekonomi, program ini membuka peluang usaha baru bagi petani perempuan. Produk tepung dan cookies bayam dapat dijual di pasar lokal, dipromosikan melalui media sosial, hingga dikembangkan menjadi usaha rumahan berskala kecil menengah. Dengan demikian, bayam yang semula bernilai rendah kini memberikan keuntungan lebih besar dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa.

Didukung oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta LPPM UMS, program ini berjalan sukses dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui inovasi pangan berbasis potensi lokal ini, UMS kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Berita Terbaru

KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...

Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...

Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....

Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka, Teguhkan Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah resmi dibuka di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Mengusung tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan,...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Bagikan Praktik Baik Pengelolaan Potensi Lokal di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow bertajuk Menggerakkan Potensi Lokal, Menguatkan Komunitas dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel...

Eco Bhinneka Muhammadiyah Hadir di Muktamar Nasyiatul Aisyiyah, Tebar Inspirasi Aksi Keberlanjutan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Eco Bhinneka Muhammadiyah berpartisipasi dalam Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Hotel Dwangsa Lorin, Solo, 6–8 Agustus 2026....

Mahasiswa Keperawatan Unimus Luncurkan SLEEP-7 untuk Tingkatkan Kualitas Tidur Pasien Hipertensi

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semangat inovasi dan budaya riset kembali ditunjukkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Menjelang penyelenggaraan Expo Mahasiswa Keperawatan 2026...

Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan, PCA Colomadu Gelar Evaluasi Program Kerja Tahunan

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu, Kab. Karanganyar, menggelar Evaluasi Program Kerja, Sabtu (1/8/2026), di MI Muhammadiyah Gedongan, Colomadu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk...

IMM Jateng Luncurkan “SAPA Immawati” sebagai Ruang Aman Pelaporan dan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah meluncurkan Website Safe Space Immawati (SAPA Immawati) dalam rangkaian pembukaan Sekolah Gender,...

FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...