
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—MTs Muhammadiyah Solo mendapat pembinaan pembinaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di ruang meeting kampus 1, Kamis (6/11/2025). Kegiatan memperkuat karakter peserta didik, guru dan tenaga kependidikan ini mengundang pengawas madrasah, Sri Hartati.
Dipandu Thafa selaku pewara, kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga waktu Dhuhur. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nilai Budaya Kinerja Kementerian Agama yang ditirukan bersama-sama oleh para peserta.
Sri Hartati menyampaikan guru dan tendik harus mengerti apa itu kurikulum berbasis cinta yang digaungkan Kementerian Agama. “Bagaimana guru harus mengajar dengan penuh cinta dan kasih sayang di samping pengaplikasian pembelajaran mendalam,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Hartati juga menekankan pentingnya membangun suasana madrasah yang harmonis antara guru dan tenaga kependidikan. Selain pembinaan oleh pengawas, acara diisi sesi refleksi yang menarik. Guru dan tendik diminta untuk membuat tulisan bertemakan “Cinta”.
Para peserta diajak untuk mengekspresikan makna cinta dalam kehidupan sehari-hari. Hasil refleksi tersebut kemudian dibacakan secara bergantian. Hasil tulisan yang menarik dan bermakna mendapatkan apresiasi dari pengawas. Hal ini pun menambah suasana kehangatan dan keceriaan.

MTs Muhammadiyah Solo mendapat pembinaan pembinaan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan di ruang meeting kampus 1, Kamis (6/11/2025). Kegiatan memperkuat karakter peserta didik, guru dan tenaga kependidikan ini mengundang pengawas madrasah, Sri Hartati. (Humas)
Sekolah mengapresiasi pelatihan yang diberikan oleh Pengawas Kementerian Agama terkait penguatan kurikulum berbasis cinta. Pendekatan ini dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan pendidikan sekarang, di mana siswa tidak hanya perlu dibimbing secara akademik, tetapi juga dikembangkan karakter, empatinya, dan akhlaknya.
Melalui pelatihan ini, sekolah memperoleh pemahaman baru bagaimana menerapkan nilai cinta—cinta kepada Tuhan, sesama, serta lingkungan—dalam proses belajar mengajar yang lebih manusiawi dan bermakna.
Sekolah berkomitmen untuk menerapkan arahan ini secara konsisten dalam setiap kegiatan pendidikan di madrasah. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat peran madrasah sebagai lembaga yang mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berakhlak baik, dan penuh kasih.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan ramah-tamah. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai dari awal hingga akhir acara, mencerminkan semangat kekeluargaan yang selalu dijaga di lingkungan MTs Muhammadiyah Solo.
“Tumbuhkan rasa cinta pada diri peserta didik, khususnya rasa cinta pada bangsa dan negara, miris sekali apabila anak anak tidak hapal lagu-lagu nasional. Tanamkan Pancacinta kepada guru maupun peseta didik, cinta Allah dan Rasul, cinta Ilmu,cinta alam, cinta diri sendiri dan sesama dan cinta Bangsa dan Negara,” ujar Sri Hartati.
PK Competition 2026 SMP Muhammadiyah PK Solo Diikuti 237 Siswa SD/MI se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 237 siswa SD/MI dari berbagai daerah di Solo Raya mengikuti PK Competition 2026 yang digelar SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo,...
Outing Class ke YPAC, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Semai Empati
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar memahami empati, kepedulian, dan rasa syukur melalui kegiatan outing class...
Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo Juara 1 Lomba Pidato MAPSI 2026
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo, Joko Susanto, meraih Juara 1 Lomba Pidato dalam ajang Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) 2026...
Field Trip Edukatif SD Muhammadiyah PK Solo: Dari Bajak Sawah hingga Kayak
SLEMAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu...
Guru-Karyawan SD Muh 1 dan SMP Muh PKBS Didorong Perkuat Profesionalisme dan Komitmen Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Profesionalisme guru tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengajar di ruang kelas. Komitmen terhadap sekolah, kebersamaan, dan persyarikatan juga menjadi bagian penting. Hal itu diungkapkan...
SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo Gelar Pawai Kebudayaan di CFD
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menggelar pawai Kebudayaan bertajuk “Bersama Melangkah, Bersama Menginspirasi, Bersama Membangun Generasi Berprestasi”, Minggu (6/9/2026). Pawai ini menampilkan kepiwaian siswa-siswi...
Pemanfaatan AI di Sekolah Muhammadiyah Didorong Berlandaskan Nilai AIK
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja (Raker) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)...
SD Muhammadiyah 1 Solo Bangun Kelas Humanis, Integrasikan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo terus mengembangkan pembelajaran yang menempatkan murid sebagai bagian utama dalam proses pendidikan. Memasuki usia 91 tahun, sekolah tersebut...
62 Prestasi Diborong Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Sepanjang Agustus 2026
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menorehkan 62 prestasi sepanjang Agustus 2026. Capaian tersebut diraih dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, hingga...
Renang Jadi Cara SD Muhammadiyah 1 Solo Asah Bakat dan Motorik Siswa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kolam renang menjadi ruang belajar berbeda bagi siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo. Alih-alih membawa buku dan duduk di dalam kelas,...
Karnaval Budaya hingga Pentas Seni, SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan HUT ke-81 RI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Semangat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat terlihat dalam Karnaval dan Jalan Sehat Bersama Warga RW IX Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (30/8/2026)....
Tanamkan Peduli Lingkungan, Siswa MTs Muhammadiyah Solo Praktik Pilah Sampah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini oleh MTs Muhammadiyah Surakarta melalui Gerakan Madrasah Bersih dan Bebas Sampah (GEMAS). Puluhan siswa kelas VII dan...






