Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Keimanan Jadi Fondasi Karakter Pendidikan: Gagasan Mahasiswa S3 UMS di Seminar Internasional Brunei

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 14 Oktober 2025 13:39 WIB
Keimanan Jadi Fondasi Karakter Pendidikan: Gagasan Mahasiswa S3 UMS di Seminar Internasional Brunei
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ardiansyah, menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Islam Malay Word (ICON IMAT) XIV di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ardiansyah, menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Islam Malay Word (ICON IMAT) XIV di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.

Dalam forum akademik berskala internasional tersebut, Ardiansyah mengusung gagasan penting tentang pentingnya nilai keimanan sebagai landasan utama dalam pendidikan karakter. Melalui presentasi berjudul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Al-Qur’an: Kajian Kisah pada Surah Al-Buruj Ayat 4–8”, Ardiansyah menekankan pendidikan karakter modern terlalu lama terjebak pada paradigma Barat yang cenderung mengabaikan aspek keimanan.

Padahal, menurutnya, penguatan karakter sejati hanya dapat dibangun di atas dasar nilai-nilai spiritual yang bersumber dari Al-Qur’an. “Sekarang ini kita masih berada dalam sistem pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh paradigma Barat. Akibatnya, nilai-nilai keimanan seringkali dikesampingkan. Padahal, satu-satunya pondasi karakter yang kokoh adalah keimanan yang bersumber dari Al-Qur’an,” tegas Ardiansyah, Minggu (12/10/2025).

Kekuatan Edukatif

Ia menjelaskan, kisah-kisah dalam Al-Qur’an memiliki kekuatan edukatif yang luar biasa. Melalui kisah tersebut, peserta didik dapat memahami makna perjuangan, keteguhan, dan moralitas dengan pendekatan yang menyentuh aspek emosional dan spiritual secara langsung. “Kisah dalam Surah Al-Buruj mengajarkan tentang keteguhan iman dalam menghadapi ujian hidup. Ini relevan untuk membangun karakter tangguh di tengah tantangan zaman modern,” tambahnya.

Gagasan Ardiansyah mendapat apresiasi dari moderator dan peserta konferensi karena menawarkan alternatif solusi atas krisis nilai yang dihadapi dunia pendidikan global. Ia menilai integrasi antara ilmu modern dan nilai-nilai keislaman harus menjadi arah baru pendidikan abad ke-21, termasuk di lembaga pendidikan Islam seperti Muhammadiyah.

“Karakter peserta didik tidak hanya dibentuk dari kecerdasan intelektual, tapi juga dari kekuatan iman. Di sinilah pentingnya kurikulum pendidikan Islam yang kembali berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah,” ungkapnya. Ardiansyah juga menyoroti perlunya keberanian dunia pendidikan Indonesia untuk menciptakan rancangan kurikulum yang berbasis pada nilai-nilai Al-Qur’an, bukan sekadar mengikuti pola pendidikan Barat.

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ardiansyah, menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Islam Malay Word (ICON IMAT) XIV di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam.

Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ardiansyah, menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Islam Malay Word (ICON IMAT) XIV di Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam. (Humas)

Ia berharap suatu saat akan ada kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi pendidikan agama di sekolah-sekolah negeri. “Jika porsi pendidikan agama masih kecil, bagaimana mungkin kita bisa menanamkan karakter islami yang kuat kepada peserta didik?” tanyanya.

Selain menjadi pemakalah, Ardiansyah juga mendampingi dosennya, Muthoifin, yang hadir sebagai delegasi UMS dalam konferensi tersebut. Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga melalui forum internasional tersebut, mulai dari diskusi lintas negara hingga peluang kolaborasi riset dengan para peneliti internasional. “Bertemu dengan para akademisi dari berbagai negara memberi semangat baru. Kami bisa saling bertukar ide, berkolaborasi, dan memperluas wawasan riset,” tuturnya.

Ardiansyah berharap partisipasi mahasiswa dalam forum internasional seperti ICON IMAT terus mendapat dukungan dari kampus, karena menjadi wadah strategis untuk memperkuat reputasi akademik dan riset UMS di kancah global. “Semoga ke depan lebih banyak mahasiswa dan dosen UMS yang berani tampil di forum internasional, membawa nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan ke dunia,” ujarnya

Berita Terbaru

Peminat UMS Meningkat, Pendaftar PMB 2026 Tembus 20.830 Orang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat kenaikan jumlah pendaftar pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga 15 Juni 2026, jumlah calon mahasiswa yang...

UMS Latih 61 Guru IGABA Klaten Tengah Ciptakan Pembelajaran PAUD Inovatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini,...

Kolaborasi dengan BI, UMS Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Umat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat melalui program pengembangan ekonomi berbasis masjid yang berlangsung...

Family Day SD Muhammadiyah 1 Solo Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ratusan peserta memadati SD Muhammadiyah 1 Solo dalam gelaran Family Day 2026 yang digelar meriah pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan akhir tahun ajaran...

Belajar dari Alumni, MPAI UMS Kupas Strategi Lulus Cepat dan Raih Beasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar seminar bertajuk “S2 Tanpa Beban: Cara Pintar Atur Waktu Kuliah Cepat, Kerja...

Olah Jelantah Jadi Bernilai, Program UMS Bantu UMKM Rumah Tangga di Wonogiri

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi program pemberdayaan masyarakat bertajuk Model Integratif Pemberdayaan Ekonomi Sirkular dan Ketahanan...

Bahas Isu Lingkungan dan SDGs, UMS Libatkan IMM dan Ormawa Kampus

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar rapat koordinasi bersama Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) se-UMS dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) lainnya untuk...

Lolos Pendanaan Nasional, Tim PPK Ormawa UMS Dapat Pembekalan Khusus

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pembekalan Internal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bagi tim...

Kaji Tren AI dalam Perawatan Ibu Hamil, Dosen UMS Sabet Penghargaan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Adam Fauzi Akbar meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The...

Bangun PAUD Ramah Anak, UMS Perkuat Pendidikan Anti-Perundungan Sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program penguatan karakter anti-perundungan berbasis digital storybook bagi guru Pendidikan Anak Usia...

Mahasiswa UMS Belajar Filsafat Matematika dari Dosen Cavite State University

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan akademisi dari Filipina dalam program Visiting Lecturer...

LEPRIMA 2026, FK UMS Dorong Peningkatan Kualitas Hidup Penyandang Kusta

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Flora Ramona Sigit Prakoeswa menjadi narasumber dalam kegiatan Leprosy Prevention and Integrated Management Approach...