Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Tim UMS Ubah Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 12 September 2025 16:21 WIB
Tim UMS Ubah Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Potronayan, Boyolali, para petani perempuan dilatih untuk mengolah bayam menjadi tepung bayam dan kue kering (cookies) berbahan bayam. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan harga bayam segar yang kerap tidak stabil di pasaran.

Selama ini, para petani di Desa Potronayan menghadapi kendala serius. Bayam yang mereka panen dalam jumlah besar sering kali hanya bisa dijual dengan harga rendah. Kondisi ini diperparah dengan sifat bayam yang cepat layu dan tidak bisa disimpan lama, sehingga bila tidak segera terjual maka hasil panen berisiko terbuang.

Akibatnya, banyak petani yang merugi meskipun produktivitas lahan mereka cukup tinggi. Menurut Hidayah Karuniawati, dosen Fakultas Farmasi UMS yang menjadi ketua tim pengabdian, mengatakan inovasi produk pangan berbasis bayam ini memiliki dua keuntungan sekaligus.

“Bayam sangat melimpah di Potronayan, tapi jika hanya dijual segar harganya murah dan cepat rusak. Dengan diolah menjadi tepung dan cookies, bayam bisa bertahan lebih lama, bernilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus jadi camilan sehat,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan 22 petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan berlangsung secara bertahap mulai dari tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan produksi.

Transfer Pengetahuan

Metode yang digunakan, lanjutnya, adalah Participatory Rural Approach (PRA), di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. Tujuannya adalah agar transfer pengetahuan dan keterampilan bisa lebih efektif serta mampu memberikan dampak jangka panjang.

Dalam sesi penyuluhan, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya diversifikasi produk pertanian, manfaat gizi bayam, dan peluang pasar untuk produk olahan bayam. Setelah itu, dilakukan praktik langsung pembuatan tepung bayam.

Proses ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemotongan, pengeringan dengan oven, penggilingan menggunakan mesin penepung, hingga penyaringan untuk menghasilkan tepung dengan tekstur halus. Tepung bayam yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cookies.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi maupun praktik pembuatan produk. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari teknik pengolahan hingga potensi pemasaran produk. Para peserta juga dibagi dalam kelompok kecil untuk praktik langsung membuat tepung bayam dan cookies, dengan pendampingan intensif dari dosen serta mahasiswa. Hasilnya, setiap kelompok berhasil menghasilkan produk jadi yang layak konsumsi.

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga terbukti meningkatkan keterampilan peserta. Sebelum mengikuti pelatihan, mayoritas peserta belum pernah mencoba mengolah bayam menjadi produk tahan lama. Setelah pelatihan, mereka tidak hanya mampu membuat tepung dan cookies bayam, tetapi juga memahami standar kebersihan, teknik pengemasan, serta strategi sederhana untuk menjaga kualitas produk.

Hasil evaluasi menunjukkan nilai pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 75,62% menjadi 77,50% setelah mengikuti pelatihan. Meski peningkatan ini tidak terlalu signifikan secara statistik, perubahan keterampilan praktis yang terjadi sangat terasa.

Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Ketua tim pengabdian menerangkan, dari sisi kesehatan, produk olahan bayam ini memiliki manfaat besar. Bayam merupakan salah satu sumber zat besi nabati yang penting untuk mencegah anemia, terutama pada perempuan dan anak-anak. Kandungan vitamin A dan C di dalamnya juga bermanfaat bagi sistem imun, sementara serat dan antioksidan membantu menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah peradangan.

“Dengan mengolah bayam menjadi cookies, masyarakat mendapatkan alternatif camilan sehat yang sekaligus berfungsi sebagai makanan fungsional (functional food). Dalam bidang farmasi, produk seperti ini dapat dikategorikan sebagai nutraseutikal, yaitu pangan dengan manfaat tambahan bagi kesehatan,” jelas Hidayah Karuniawati.

Lebih jauh, program ini juga berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Para petani perempuan kini memiliki keterampilan tambahan yang dapat membuka peluang usaha. Dengan adanya produk olahan ini, nilai tambah yang dihasilkan dari bayam meningkat berkali lipat dibanding hanya dijual segar.

Selain itu, kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para petani perempuan untuk lebih kreatif dan mandiri secara ekonomi. Tim UMS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan pasca pelatihan, termasuk memberikan arahan mengenai strategi pemasaran, branding produk, serta pengembangan inovasi rasa.

Ke depan, produk cookies bayam ini diharapkan dapat berkembang menjadi ikon kuliner khas Desa Potronayan sekaligus menjadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan pengabdian ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPMPP) UMS. Ketua tim pengabdian menyebut dengan adanya dukungan dana dan fasilitas, kegiatan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Berita Terbaru

Dosen FKI UMS Perkuat Literasi Informasi Anak dan Guru di Sanggar Belajar Kepong Malaysia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Paparan informasi digital yang semakin mudah diakses anak usia sekolah dasar mendorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat literasi informasi bagi komunitas migran Indonesia di...

Inovasi Yoghurt Ekstrak Daun Pakis Antarkan YOGREEN UMS Melaju ke KMI Expo XVII 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim YOGREEN Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi dengan lolos seleksi kelompok usaha Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk mengikuti KMI Expo XVII...

MPAI UMS Perluas Jangkauan Akademik, Terima Mahasiswa Asing

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima 46 mahasiswa pada semester ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah Indonesia,...

Perkuat Pembelajaran Al-Qur’an, UMS Latih Guru di Bangkok

BANGKOK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Bangkok menggelar Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) melalui pelatihan bagi guru Al-Qur’an...

Milad ke-68 FKIP UMS, Wayang Srikandi Krida Tanamkan Nilai Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperingati milad ke-68 melalui pentas wayang kulit bertajuk Srikandi Krida, Jumat (18/9/2026). Pertunjukan...

Geografi UMS Kembangkan Green and Smart Laboratory, Perkuat Riset Berbasis AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat riset, pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan laboratorium untuk meningkatkan daya saing akademik. Strategi tersebut menjadi bagian...

Fakultas Farmasi UMS Kenalkan Bahan Alam untuk Mendukung Kesehatan Lambung

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi penggunaan obat antinyeri secara aman dan rasional kepada masyarakat di Tipes, Serengan, Solo. Kegiatan pengabdian...

BenerinAja, Inovasi Mahasiswa UMS yang Permudah Layanan Servis Elektronik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan reparasi elektronik yang mudah diakses dan terpercaya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan BenerinAja. Platform digital yang...

Fakultaria FAI UMS 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Ilmu dan Nilai Islami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman akademik, budaya fakultas, hingga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui...

UMS dan UM Buka Peluang Kolaborasi Mobilitas Mahasiswa hingga Kelas Internasional

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026). Kunjungan Direktorat Reputasi, Kemitraan,...

Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...

Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...