Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Berkah Penduduk Negeri Beriman dan Bertakwa

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 19 Agustus 2025 11:02 WIB
Berkah Penduduk Negeri Beriman dan Bertakwa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, memberikan kajian Subuh Berkah di Masjid Barokah, Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Minggu (17/8/2025). (Humas)

SRAGEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, memberikan kajian Subuh Berkah di Masjid Barokah, Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Minggu (17/8/2025).

Acara tersebut dihadiri lurah, ketua takmir Dwi Daryanto, para sesepuh, dan keluarga besar jemaah Masjid Barokah. Dalam kajiannya, Jatmiko mengatakan seandainya para penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Allah akan membukakan pintu berkah.

“Maka akan Allah limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat itu, maka Allah pun menjatuhkan siksaan yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Pastinya buka Quran Surah Al-A’raf ayat 96,” ujarnya.

Termasuk, lanjutnya, bagaimana membuka pintu keberkahan diantaranya dengan menumbuhkan bersedekah, dan mengikuti ajaran Al-Quran. Dia mengatakan Allah memberikan keistimewaan bagi orang yang bertakwa dan beriman dengan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tidak terduga.

“Diberikan kekuasaan di dunia dan kemapanan dalam segala bidang, kemuliaan dan kejayaan, dan kehidupan yang baik. Untuk meingkatkan iman dan takwa dapat kita lakukan dengan berdoa, memperbaiki salat, mentadaburi Al-Quran,” bebernya.

Pedoman Hidup

Jatmiko menjelaskan, Al-Quran adalah pedoman hidup bagi setiap muslim. Bersyukur, mengingat Allah, berdoa, dan memohon ampun adalah kunci untuk meraih rahmat-Nya. “Memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, kita bisa praktik bebas dari asap rokok. merokok haram hukumnya di tempat umum, untuk ibu-ibu hamil, dan anak-anak. Momentum refleksi bagi seluruh anak bangsa,” ujar Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PDM Kota Solo itu.

Menjaga keselamatan diri, imbuhnya, merupakan salah satu tujuan tertinggi dalam syariat Islam. Membunuh diri sendiri tanpa alasan yang benar juga merupakan salah satu dosa terbesar. Kemerdekaan juga berarti bebas dari asap rokok. Ia mengingatkan, meski tidak merokok, paparan asap di sekitar dapat memicu penyakit jantung, paru, dan kanker.

“Bapak ibu suka ke Baitul Maal atau Maal. Uangnya bisa untuk umrah dan haji. Kita harus peduli agama, manusia, lingkungan dan sistem dengan Merdeka dari sampah plastik, tidak buang sampah sembarangan dan asap rokok. Annadhofatu Minal Iman. Kebersihan adalah Sebagian dari iman,” tuturnya.

Berita Terbaru

Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...

Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...

Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an

Pendidikan  kesabaran  (ṣabr)  sebagai  salah  satu  nilai  fundamental  dalam  Al-Qur’an  sangat penting   untuk   pengembangan   karakter   manusia,   terutama   dalam   konteks   pendidikan. Pendidikan  karakter  sebaiknya  diterapkan  sejak ...

Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?

Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...

Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z

Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....

Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an

Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...

Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer

Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...

Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an

Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...

Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender

Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...

Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...

Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...

Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...