
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional. Kali ini, Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Fakultas Hukum (FH) UMS membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemikiran Hukum Muhammadiyah: Perspektif Filosofis, Teori Hukum, dan Praktik,” Jumat (4/7/2025).
Acara FGD resmi dibuka oleh Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, disaksikan puluhan peserta dari unsur Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid, Forum Dekan Fakultas Hukum, serta tokoh akademisi Muhammadiyah se-Indonesia secara luring di Ruang Seminar Lantai 5 Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS dan daring melalui platform Zoom Meeting. Hadir pula sebagai pembicara utama, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqaddas.
Wakil Rektor Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi UMS, Prof. Em Sutrisna, dalam sambutannya menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada UMS sebagai tuan rumah kegiatan strategis ini. “Selamat datang di kampus UMS, salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) yang patut dibanggakan. Kita masuk dalam tiga besar PTMA terbaik, bahkan secara peringkat kita tembus di jajaran Times Higher Education (THE),” ujar Prof. Em Sutrisna.
Ia berharap, pelaksanaan FGD selama dua hari ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk kontribusi pemikiran hukum Muhammadiyah dalam ranah hukum positif Indonesia. Menurutnya, hasil FGD ini sangat penting, tidak hanya bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa dan pemerintah. “Harapannya tentu nanti ada rekomendasi yang bisa disampaikan ke pemerintah, pemerintah daerah, dan Muhammadiyah, untuk membawa kemaslahatan bagi kita semua,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, Em Sutrisna juga mengajak peserta untuk mengenal lebih dekat kampus UMS, termasuk fasilitas unggulan seperti Edutorium K.H. Ahmad Dahlan dan kawasan kampus yang terus berkembang.
Sementara itu, Trisno Raharjo menyampaikan apresiasi atas kerja keras Fakultas Hukum UMS dan Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah yang berhasil merealisasikan kegiatan ini, meski sempat tertunda dari program periode sebelumnya.
Pemikiran Hukum Muhammadiyah
“Terima kasih kepada UMS, Prof. Absori, dan seluruh tim. FGD ini sebenarnya bagian dari program periode 2015–2020 yang diperpanjang, Alhamdulillah sekarang bisa kita wujudkan,” ucap Trisno. Ia menambahkan, hasil FGD ini akan dirumuskan sebagai pemikiran hukum Muhammadiyah dan disiapkan untuk disampaikan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-49 mendatang. Ia berharap, kegiatan ini memperkuat pola pikir hukum Muhammadiyah, termasuk jihad konstitusi dan advokasi hukum.
Turut hadir dalam pembukaan, sejumlah pakar hukum nasional dari Muhammadiyah, di antaranya Prof. Supanto, Prof. Syamsudin, serta para akademisi lintas disiplin yang diharapkan dapat memperkaya diskusi dan perumusan pemikiran hukum selama FGD berlangsung.

Peserta FGD berfoto bersama usai acara pembukaan. (Humas).
Pada penghujung acara, Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, menilai jumlah Prodi Hukum di lingkungan kampus Muhammadiyah saat ini masih terlalu sedikit jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan luasnya jaringan Persyarikatan. “Jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah existing itu ada 162, tetapi Prodi Hukum baru 40. Itu terlalu sedikit,” tegasnya.
Menurut Harun, kehadiran prodi hukum di kota-kota besar seperti Semarang, Makassar, hingga Jakarta sangat penting sebagai bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas hukum di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kuantitas dan kualitas dalam pengembangan Prodi Hukum. Kuantitas dan kualitas itu harus berimbang. Kota-kota strategis yang belum punya hukum harus segera didorong, seperti Semarang, Makassar, bahkan Jakarta,” paparnya.
Selain bidang hukum, Muhammadiyah juga terus menggenjot pengembangan Prodi Kedokteran di berbagai daerah. Saat ini, terdapat 20 Prodi Kedokteran di lingkungan Muhammadiyah, dan ditargetkan mencapai 25 hingga akhir tahun ini, dengan fokus percepatan di wilayah seperti Palu, Kendari, Sorong, dan Banjarmasin. Lebih lanjut, Harun menegaskan pentingnya diversifikasi dan distribusi prodi, khususnya bidang hukum dan kesehatan, demi memperluas peran Muhammadiyah dalam dakwah dan pembangunan bangsa.
Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan proporsi mahasiswa nasional yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Menurutnya, cara menaikkan proporsi itu salah satunya dengan menambah prodi yang dibutuhkan masyarakat, termasuk hukum, di berbagai daerah.
Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...
Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...
Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...
Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...
Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...
OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...
Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...
Lintas Negara, Tiga Kampus Muhammadiyah Bahas Stres dan Kesehatan Mental Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental...
Konflik Iran-Israel Ancam Nilai Dana Pensiun, Pakar UMS Sarankan Strategi Ini
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Bambang Setiaji, menyoroti dampak luas konflik geopolitik Timur...
Asah Kreativitas Digital, Pengurus HMP IQT UMS Ikuti Pelatihan Desain Grafis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bagi pengurus HMP IQT di...
Guru Besar UMS Dorong Perempuan Tak Ragu Berkarier di Sains dan Teknologi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini terus hidup di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof....
Lewat Permainan, UMS Bantu Anak Muslim RI di Korea Kenal Budaya Bangsa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) bertema Play-Based Fun Activities bagi anak-anak Muslim di Korea...





