Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Dorong Kampus Inklusif lewat Webinar Pencegahan Perundungan Mahasiswa

Alfina, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 2 Juni 2025 13:12 WIB
UMS Dorong Kampus Inklusif lewat Webinar Pencegahan Perundungan Mahasiswa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Perundungan di lingkungan kampus kerap dianggap sebagai gurauan belaka, padahal dampaknya bisa sangat serius dan berkepanjangan. Menyikapi urgensi tersebut, Biro Kemahasiswaan bagian Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Bercanda: Memahami dan Mencegah Perundungan di Lingkungan Kampus”. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perundungan di lingkungan kampus kerap dianggap sebagai gurauan belaka, padahal dampaknya bisa sangat serius dan berkepanjangan. Menyikapi urgensi tersebut, Biro Kemahasiswaan bagian Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Bercanda: Memahami dan Mencegah Perundungan di Lingkungan Kampus”.

Ketua SMHWS UMS, Partini, menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan peserta. Ia menegaskan pentingnya menciptakan kampus yang inklusif dan sehat secara psikologis. “Semoga webinar ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama, bahwa kampus adalah rumah belajar yang harus bebas dari segala bentuk bullying,” ungkap Partini, Rabu (28/5/2025).

Pemateri Wiwien Dinar menyoroti fenomena perundungan dan cyberbullying yang seringkali bermula dari candaan. Ia mencontohkan bentuk-bentuk komentar yang merendahkan seperti “Sis, bajumu kok nggak ganti-ganti modelnya?” atau “Ih jangan deket-deket dia, dia bau badan”, sebagai bagian dari perundungan verbal yang kerap diabaikan.

Ketimpangan Kekuatan

Menurutnya, bullying terjadi karena adanya ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban. “Perundungan bukan hanya soal fisik, tapi juga bisa berupa perkataan, gestur, bahkan sikap diam yang menyakiti,” jelasnya.

Wiwien juga mengingatkan dampak bullying sangat nyata, baik bagi pelaku maupun korban. Pelaku rentan terjebak dalam lingkar kekerasan, bahkan tindak kriminal di masa depan. Sedangkan korban bisa mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, menarik diri, dan merasa tidak berharga.

Ia mengutip pesan spiritual dari Al-Qur’an dan hadis sebagai landasan moral untuk menjauhi perilaku perundungan: “Berlapang-lapanglah dalam mencari ilmu, karena Allah akan memberikan kelapangan untukmu” (QS. Al-Mujadilah). Serta pesan Nabi SAW tentang hak sesama Muslim untuk tidak menyakiti dengan perkataan, bersikap tawadhu, dan tidak menyimpan amarah lebih dari tiga hari.

Perundungan di lingkungan kampus kerap dianggap sebagai gurauan belaka, padahal dampaknya bisa sangat serius dan berkepanjangan. Menyikapi urgensi tersebut, Biro Kemahasiswaan bagian Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Bercanda: Memahami dan Mencegah Perundungan di Lingkungan Kampus”.

Perundungan di lingkungan kampus kerap dianggap sebagai gurauan belaka, padahal dampaknya bisa sangat serius dan berkepanjangan. Menyikapi urgensi tersebut, Biro Kemahasiswaan bagian Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Bercanda: Memahami dan Mencegah Perundungan di Lingkungan Kampus”. (Humas)

Sementara itu, Yessy Elita mengangkat isu perundungan dari sudut pandang institusi pendidikan. Ia menyebut perundungan sebagai salah satu dari “tiga dosa besar” di perguruan tinggi, selain intoleransi dan kekerasan seksual. “Banyak kasus bullying di kampus terjadi bukan karena pelaku tidak berpendidikan, justru sebaliknya, mereka memiliki intelektualitas tinggi tapi rendah empati,” ujar Yessy.

Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa, normalisasi kekerasan verbal, dan lemahnya sistem pelaporan menjadi penyebab suburnya perundungan di dunia akademik. “Kalau kampus tidak menanganinya secara serius, bukan hanya prestasi mahasiswa yang turun, tapi juga reputasi institusi,” tambahnya.

Webinar yang digelar pada Sabtu (17/5/2025), itu menjadi ajakan kepada seluruh sivitas akademika untuk aktif menciptakan lingkungan yang suportif, penuh empati, dan berkeadilan sosial.

Berita Terbaru

Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...

UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....

Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....

Warga Alasombo Belajar Akses JKN dan Bansos Bersama Kesmas UMS

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan konsultasi layanan kesehatan serta bantuan sosial bagi...

Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Konsistensi dalam penelitian dan publikasi mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mahmudulhassan atau Hasan, meraih World Rank 4 in...

Hadapi Ancaman Siber, UMS Perkuat Sistem Keamanan Informasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS). Langkah...

Mahasiswa UMS Ciptakan Sabun Telang-Sereh, Berdayakan Warga

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi sabun cuci piring berbahan bunga telang dan sereh. Inovasi...

IIEF 2026, FAI UMS Kenalkan Pendidikan Islam Berbasis VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan layanan konsultasi pendidikan, informasi beasiswa, dan pengalaman teknologi Virtual Reality (VR) dalam International Islamic...

Akreditasi Unggul Perkuat Mutu S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga...

Hari Kesaktian Pancasila: Memahami Sejarah Pancasila dan Identitas Kebangsaan Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masih dalam momentum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, selama ini lekat dengan narasi tentang Pancasila, peristiwa 1965, serta upaya mempertahankan ideologi negara....