Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Disertasi Doktor UMS Tawarkan Ilmu Hukum Profetik sebagai Solusi Krisis Nilai Hukum

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 15 Mei 2025 19:57 WIB
Disertasi Doktor UMS Tawarkan Ilmu Hukum Profetik sebagai Solusi Krisis Nilai Hukum
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan promovendus Fitrah Hamdani, Kamis (15/5/2025). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan promovendus Fitrah Hamdani, Kamis (15/5/2025). Dalam sidang tersebut, Fitrah mempresentasikan disertasinya yang berjudul Ilmu Hukum Profetik (Dialektika Norma Berkualitas Ought dalam Pure Theory of Law Hans Kelsen Perspektif Imam Al-Ghazali dalam Konsep Taklifi).

Acara yang berlangsung di Ruang Seminar lt.5 Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS itu dihadiri sejumlah guru besar dan akademisi terkemuka. Sidang terbuka ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Hukum UMS dalam mengembangkan khazanah keilmuan hukum yang berbasis nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Fitrah menyebut pendekatan hukum modern, khususnya melalui teori Hans Kelsen, bersifat positivistik dan kering dari nilai moral. Konsep ought dalam Kelsen hanya dipahami sebagai proposisi preskriptif yang bersifat netral, tanpa mempertimbangkan nilai kebenaran moral atau keagamaan.

“Padahal dalam Islam, hukum bersumber dari wahyu. Norma taklifi menurut Al-Ghazali tidak hanya mengatur tindakan manusia, tetapi juga mengandung muatan spiritual dan etis yang tinggi,” jelasnya. Al-Ghazali membagi hukum taklifi ke dalam lima kategori: wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah, yang bersumber dari al-Qur’an, Sunnah, ijmak, dan akal.

Melalui pendekatan filsafat hukum, Fitrah menggunakan teori dialektika Hegel untuk merumuskan sintesis antara dua kutub: positivisme hukum Kelsen sebagai tesis, dan hukum profetik Al-Ghazali sebagai antitesis. Hasilnya adalah sintesis dalam bentuk konsep Ilmu Hukum Profetik.

Ilmu hukum profetik, menurut Fitrah, tidak hanya bergantung pada observasi empiris atau logika rasional semata, tetapi juga menggunakan intuisi murni dan akal aktif (fitrah) yang bekerja melalui kesadaran terdalam manusia. “Konsep ini lahir dari kesadaran ilahiyah, yang hanya dapat dimunculkan oleh insan profeticus—mereka yang menjalankan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya,” imbuhnya.

Pendekatan Profetik

Ia juga menekankan konsep ini merupakan gagasan awal yang masih perlu dikembangkan secara serius. Mengingat sistem hukum Indonesia saat ini masih sangat dipengaruhi mazhab positivistik, maka pendekatan profetik dapat menjadi jalan tengah yang menghadirkan keadilan substantif. “Ilmu hukum profetik merupakan tunas baru yang menjanjikan. Ia dapat menjadi alternatif atas krisis nilai dalam praktik hukum kontemporer,” pungkas Fitrah.

Rektor UMS, Prof. Harun Joko Prayitno, pada kesempatan ini menjadi Ketua Senat hadir memimpin prosesi sidang terbuka. Dalam sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi atas kontribusi ilmiah Fitrah Hamdani dalam mengembangkan paradigma hukum profetik yang menggabungkan pemikiran Barat dan Islam.

“Riset anda ini adalah salah satu riset yang bukan hanya pada tataran liberasi tapi ini mengarah ke tataran humanisasi dan lebih tepatnya ke tataran transendensi,” ujar Harun.

Dalam kesempatan itu pula, Promotor, Prof. Khudzaifah Dimyati, memberikan nasihat kepada empat doktor baru serta memberikan ucapan selamat karena telah menyelesaikan studi program doktornya di UMS. “Menurut saya, kebenaran dari disertasi ini adalah kebenaran relatif. Bahkan dalam ilmu eksakta pun tidak ada satu kebenaran mutlak. Pasti ada unsur relativitas di dalamnya,” ungkapnya.

Ia menekankan proses dialektika dalam penelitian sangat penting untuk memperlihatkan bagaimana sebuah pemikiran atau teori lama dapat didekonstruksi dan dikaji ulang. Ia merujuk pada pemikiran Hegel yang menunjukkan bahwa kebenaran bersifat dialektis dan tidak tunggal.

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan promovendus Fitrah Hamdani, Kamis (15/5/2025).
Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor dengan promovendus Fitrah Hamdani, Kamis (15/5/2025). (Humas)

Sebagai penutup, Dekan Fakultas Hukum UMS, Prof. Kelik Wardiono, yang mewakili Ketua Senat, menyampaikan amanatnya. Dalam sambutannya, Kelik mengungkapkan kebanggaannya terhadap dua promovendus, Hamdan dan Saepul.

“Keduanya merupakan lulusan pondok pesantren yang memiliki basis pengetahuan hukum Islam dan Islam yang sangat baik. Itu menjadi modal awal yang kuat bagi mereka dalam memahami dan mengembangkan konsep ilmu hukum profetik,” ujarnya.

Kelik melanjutkan perjalanan mereka dalam memperkenalkan dan mengembangkan ilmu hukum profetik telah menunjukkan bahwa meskipun terdapat beberapa titik persamaan dalam pemikiran, terdapat pula perbedaan yang memperkaya konsep tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kelik meminta hadirin memberikan apresiasi khusus kepada dua doktor yang disertasinya berfokus pada konsep profetik dalam ilmu hukum. Ia juga menyebutkan beberapa nama lulusan lainnya, seperti Aya yang sejak jenjang magister telah menjadi mahasiswa di Program Pascasarjana Fakultas Hukum UMS, dan Tri Diatmoko, yang menyeberang dari bidang ekonomi ke doktor ilmu hukum.

“Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, seiring dengan perkembangan Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Hukum juga terus menunjukkan kemajuan,” ungkapnya. Ia menambahkan sejak tahun 2022, Fakultas Hukum UMS telah masuk dalam pemeringkatan Scimago Institutions Rankings, yang menunjukkan pengakuan internasional terhadap kualitas riset dan pengembangan keilmuan di lingkungan fakultas tersebut.

Usai sidang terbuka, acara dilanjutkan dengan pengukuhan tiga doktor baru di UMS, yaitu Aya Mohammed Youssef Abd Allah sebagai doktor ke-94, Saepul Rochman sebagai doktor ke-95, dan Tri Diatmoko sebagai doktor ke-96.

Berita Terbaru

Inovasi Digital Pascastroke, Mahasiswa UMS Gondol Silver Award di MTE 2026 Kuala Lumpur

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Synexa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Award dalam Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, melalui inovasi...

Lewat Aplikasi GigiMu, FKG UMS Dorong Kebiasaan Jaga Kesehatan Gigi sejak Dini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKG UMS) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan gigi dan mulut berbasis digital melalui aplikasi “GigiMu” yang dirancang...

Layani Diaspora Muslim di Korea Selatan, UMS Inisiasi PKP di Masjid Al Falah Seoul

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Fisioterapi dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi pembentukan Pojok Kesehatan...

Guru Besar UMS Tawarkan Revitalisasi Energi Otak, Cara Jaga Kesehatan Jiwa di Era Modern

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prof. Arum Pratiwi, guru besar ke-72 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menawarkan pendekatan revitalisasi energi otak melalui manajemen stres sebagai strategi kunci mencapai...

Guru Besar UMS: 97 Persen UMKM Indonesia Stagnan di Level Mikro

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Stagnasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kembali menjadi sorotan. Dominasi usaha mikro yang mencapai sekitar 97 persen dari total...

OLKENAS 2026 UMS Kumpulkan 66 Tim dari Lima Provinsi, Dorong Solusi Kebumian di Hari Bumi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Olimpiade Geografi Nasional (OLKENAS) 2026 resmi dibuka di Auditorium Moh. Djazman, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (25/4/2026). Mengusung tema “Inovasi untuk Merawat...

Padukan Teori dan Praktik, Mahasiswa PG PAUD UMS Dilatih Rancang Outbound Edukatif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Training...

Lintas Negara, Tiga Kampus Muhammadiyah Bahas Stres dan Kesehatan Mental Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Thammasat University Thailand menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertema “Mental...

Konflik Iran-Israel Ancam Nilai Dana Pensiun, Pakar UMS Sarankan Strategi Ini

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pakar ekonomi sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Bambang Setiaji, menyoroti dampak luas konflik geopolitik Timur...

Asah Kreativitas Digital, Pengurus HMP IQT UMS Ikuti Pelatihan Desain Grafis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bagi pengurus HMP IQT di...

Guru Besar UMS Dorong Perempuan Tak Ragu Berkarier di Sains dan Teknologi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini terus hidup di berbagai bidang, termasuk sains dan teknologi. Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof....

Lewat Permainan, UMS Bantu Anak Muslim RI di Korea Kenal Budaya Bangsa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PKM-KI) bertema Play-Based Fun Activities bagi anak-anak Muslim di Korea...