Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Cermin Kualitas Sistem Kesehatan Suatu Negara

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 7 April 2025 16:15 WIB
Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Cermin Kualitas Sistem Kesehatan Suatu Negara
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi hari kesehatan dunia. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hari Kesehatan Dunia 2025 mengangkat tema “Healthy Beginnings, Hopeful Futures” yang menyoroti pentingnya kesehatan ibu dan bayi sebagai fondasi masa depan generasi.

Tema ini menjadi refleksi global atas perhatian terhadap kesehatan sejak awal kehidupan, dimulai dari kehamilan hingga masa pasca persalinan. Vinami Yulian, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyampaikan kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator penting dari kualitas sistem kesehatan suatu negara.

“Isu ini sangat krusial. Menurut WHO, meski terjadi penurunan global angka kematian ibu sebesar 34% antara tahun 2000 – 2020, dari 339 menjadi 223 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut masih jauh dari target SDGs yaitu 70 per 100.000,” terang dosen Program Studi Ilmu Keperawatan UMS itu, Senin (7/4/2025).

Di Indonesia, tantangan serupa masih dihadapi. Dengan angka kematian ibu diperkirakan sebesar 177 per 100.000 kelahiran hidup, pencapaian tersebut dinilai masih belum cukup signifikan. “Indonesia on track, tapi lajunya masih lambat. Kita masih harus mengejar target bersama, dan ini bukan hanya tugas tenaga kesehatan,” tambahnya.

Akses Layanan Kesehatan

Menurutnya, faktor utama yang menjadi tantangan dalam pemenuhan layanan kesehatan ibu dan anak adalah akses pelayanan kesehatan, terutama di daerah terpencil. Faktor kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, infrastruktur yang belum merata, serta keterbatasan tenaga kesehatan di daerah juga menjadi hambatan tersendiri.

“Tenaga kesehatan enggan ditempatkan di daerah karena akses, gaji, bahkan isu keamanan seperti yang terjadi di Papua,” jelasnya. Tak hanya itu, ketimpangan ekonomi dan kurangnya edukasi juga memperparah situasi. Ibu hamil dari kalangan kurang mampu cenderung tidak mendapat asupan nutrisi memadai, sehingga berisiko tinggi melahirkan bayi dengan gangguan tumbuh kembang.

“Masih ada pula budaya dan mitos yang menghambat, seperti larangan makan telur pasca melahirkan, padahal itu justru dibutuhkan untuk pemulihan dan produksi ASI,” lanjutnya. Sebagai bagian dari kontribusi akademik, FIK UMS telah menginisiasi berbagai program untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Mulai dari edukasi berbasis komunitas, posyandu binaan, hingga riset deteksi dini risiko kehamilan, anemia, ASI eksklusif, dan pencegahan stunting. “Kami juga tengah berkolaborasi dengan University of Leeds dan King’s College London dalam pengembangan model kelas ibu hamil berbasis perawatan ibu. Model ini mengadaptasi pendekatan group antenatal care yang juga diterapkan di Belanda dan Inggris,” ujar Vinami.

Vinami Yulian, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Vinami Yulian, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

Inovasi lain juga dikembangkan lintas prodi, seperti digital health tools hasil kolaborasi mahasiswa Keperawatan dan Teknik Informatika UMS untuk deteksi dini stunting. Inovasi ini berhasil meraih Gold Medal dan Special Award pada ajang Malaysia Technology Expo.

Capaian tersebut turut mengantarkan UMS ke peringkat tiga nasional dalam Times Higher Education (THE) Impact Ranking untuk kategori SDGs 3: Good Health and Well-being. Lebih lanjut, Dosen UMS itu menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu dan bayi.

“Masyarakat harus peka terhadap tanda bahaya kehamilan. Gotong-royong, edukasi, hingga kesiagaan lingkungan sangat berpengaruh dalam menjaga keselamatan ibu hamil, terutama yang suaminya sedang tidak ada,” katanya.

Ia juga mendorong peran strategis akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan melalui edukasi, riset berbasis lokal, serta advokasi di masyarakat. Mengakhiri pernyataannya,Vinami mengajak semua pihak menjadikan Hari Kesehatan Dunia 2025 sebagai momentum memperkuat sinergi.

“Isu ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Kita butuh komitmen kolektif dari pemerintah, akademisi, masyarakat, hingga keluarga agar semua ibu dan bayi memiliki hak yang sama untuk hidup sehat,” ucapnya.

Berita Terbaru

Urgensi Vaksinasi untuk Melindungi Diri dan Komunitas

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesadaran menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat, tetapi juga pada pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas...

Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Surakarta Resmi Bersertifikat Halal, Perkuat Layanan Islami

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Komitmen RS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai islami kembali diperkuat. Instalasi Gizi rumah sakit tersebut resmi mengantongi Sertifikat Halal dari...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Lulus Sertifikasi Sirsma Predikat “Istimewa”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi dinyatakan lulus Sertifikasi Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (Sirsma) dengan predikat Istimewa pada tanggal 4 Januari 2026. Sertifikat...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tambah Wakil Direktur, Genjot Manajemen Rumah Sakit

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi melantik Soffin Arfian sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis, Pemasaran & Diklat pada Senin, (9/2/2026). Pelantikan dilakukan oleh Ketua PDM...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Kirim Tim EMT untuk Respons Bencana di Aceh

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menugaskan enam personel Tim Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu penanganan respons bencana...

Dosen Unimus Luncurkan “Intervensi Video Self-Management Hipertensi” untuk Pengelolaan Stres Pasien

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi bernama Intervensi Video Self-Management Hipertensi yang dirancang khusus untuk menurunkan...

Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Gilingan dalam upaya memperkuat pencegahan anemia pada ibu hamil. Kerja...

Jadi Narasumber KPPTI 2025, Rektor UMS Paparkan Konsep Kampus Berdampak–Berkelanjutan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, menjadi salah satu narasumber dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025, sebuah forum nasional...

RS PKU Muhammadiyah Solo Dikunjungi Disbudpar Solo, Sosialisasi Layanan Unggulan dan Hospital Tour

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Bertepatan dengan Miladnya yang ke-98, RS PKU Muhammadiyah Solo menerima kunjungan istimewa dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo dalam rangka Sosialisasi Layanan...

RS PKU Muhammadiyah Solo Rayakan Milad ke-98 dengan Berbagi Souvenir dan Apel

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Solo menggelar rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur dan wujud kepedulian kepada pasien serta pengunjung rumah sakit. Pada momen yang juga...

Fun Walk Meriahkan Milad ke-98 RS PKU Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ribuan karyawan beserta keluarga RS PKU Muhammadiyah Solo memeriahkan kegiatan Fun Walk “Sehat, Kompak, Penuh Warna” pada Minggu (16/11/2025) dalam rangka memperingati Milad ke-113...

UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Kontribusi Angkat Derajat Kesehatan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Rumah Sakit AR...

Leave a comment