Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Gelar Kajian Webinar Strategi Wujudkan Indonesia Makmur

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 6 Maret 2025 15:05 WIB
UMS Gelar Kajian Webinar Strategi Wujudkan Indonesia Makmur
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Webinar Series #48 dengan topik “Strategi Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran”. Acara yang berlangsung pada Rabu, (5/3/2025) ini diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Webinar Series #48 dengan topik “Strategi Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran”. Acara yang berlangsung pada Rabu, (5/3/2025) ini diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS.

Kegiatan diikuti 676 peserta dari dosen dan tenaga kependidikan UMS. Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, hadir sebagai narasumber. Ia didampingi Bambang Sukoco sebagai moderator.

Webinar ini mengupas strategi dalam membangun bangsa yang makmur dengan berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam paparannya, Bachtiar mengingatkan kembali cita-cita nasional yang telah dicanangkan sejak Proklamasi 17 Agustus 1945.

Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya sekedar terbebas dari penjajahan, tetapi juga bertujuan untuk mewujudkan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Ia mengutip alinea keempat UUD 1945 yang merinci tujuan negara, termasuk melindungi seluruh rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mewujudkan kesejahteraan umum.

Bachtiar juga menyoroti pentingnya Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur perekonomian nasional dengan prinsip kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara, dan sumber daya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Refleksi Persoalan Bangsa

Dalam konteks kemakmuran, Bachtiar mengajak peserta untuk merefleksikan berbagai persoalan bangsa yang masih menjadi tantangan, seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, akses pendidikan yang belum merata, serta praktik korupsi yang semakin masif. “Semua elemen bangsa harus turut serta dalam menyelesaikan persoalan ini,” tegas Bachtiar.

Salah satu permasalahan utama yang disoroti adalah ketimpangan dalam akses pendidikan. Menurutnya, pemerintah belum mampu menyediakan layanan pendidikan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia. “Bayangkan jika Muhammadiyah tidak membangun sekolah dari Sabang sampai Merauke sebanyak lebih dari lima ribu sekolah dasar dan menengah, serta lebih dari 160 perguruan tinggi di dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bachtiar menekankan kontribusi Muhammadiyah dalam pendidikan tinggi, termasuk UMS yang setiap tahunnya mampu menampung hingga delapan ribu mahasiswa baru. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah turut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah keterbatasan daya tampung perguruan tinggi negeri.

“Pemerataan saja belum cukup, mutu pendidikan juga harus diperhatikan,” katanya saat menyinggung soal mutu pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Ia berharap kualitas pendidikan di Indonesia dapat terus meningkat sehingga mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Webinar Series #48 dengan topik “Strategi Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran”. Acara yang berlangsung pada Rabu, (5/3/2025) ini diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Kajian Webinar Series #48 dengan topik “Strategi Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran”. Acara yang berlangsung pada Rabu, (5/3/2025) ini diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Hj. Sudalmiyah Rais UMS. (Humas)

Dalam paparannya, Bachtiar juga mengangkat berbagai paradoks yang terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah paradoks antara demokrasi dan kemakmuran, di mana kebebasan yang ada belum sepenuhnya mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat. Ia juga menyoroti paradoks sumber daya yang melimpah tetapi masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan.

“Kondisi kemakmuran yang ideal bukanlah keadaan serba berlebihan, melainkan kecukupan dan tidak kekurangan,” kata Bachtiar saat mengutip pemikiran Ibnu Khaldun yang menyatakan bahwa kemakmuran merupakan bagian dari siklus peradaban manusia, yang meliputi fase kelahiran, pertumbuhan, kemakmuran, kemunduran, dan kehancuran.

Kemakmuran yang diharapkan bagi bangsa ini, lanjut Bachtiar, mencakup aspek jasmani dan rohani, material dan spiritual. Konsep “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur” menjadi gambaran ideal bagi Indonesia, yaitu negeri yang aman, damai, dan makmur serta diridai oleh Allah SWT.

Dalam mencapai kemakmuran, narasumber memaparkan strategi yang harus dilakukan, di antaranya membangun karakter dan mentalitas bangsa, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta memastikan pemerataan pembangunan di berbagai sektor. Selain itu, perlu ada kebijakan afirmatif bagi masyarakat kecil, desa, dan daerah tertinggal (3T), serta pemerataan infrastruktur dan teknologi informasi.

Dengan berbagai strategi tersebut, Bachtiar optimistis bahwa Indonesia dapat mencapai kemakmuran yang berkeadilan. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi seperti Muhammadiyah, memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita nasional tersebut. “Kemakmuran bukan sekadar impian, tetapi harus diperjuangkan bersama,” ujarnya.

Berita Terbaru

44 Ners Baru UMS Diambil Sumpah, IPK Rata-rata 3,79 dan Peluang Karier hingga Jepang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan 44 tenaga perawat profesional melalui Upacara Sumpah Profesi Ners Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)...

Inovasi Karpet RABA UMS Raih Dua Penghargaan di JISF 2026, Bantu Stimulasi Fokus Anak ADHD

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih dua penghargaan internasional dalam Jakarta International Science Fair (JISF) 2026, yakni Gold Medal Awards dan...

PMB 2026, Pendaftar UMS dari Kalimantan dan Sulawesi Meningkat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pendaftar calon mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari luar Pulau Jawa mulai menunjukkan peningkatan pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga...

UMS Jajaki Kerja Sama dengan 4 Kampus di Uzbekistan, Fokus Kembangkan Fakultas Kedokteran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui serangkaian kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Uzbekistan. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada bidang...

Tawarkan Konsep RME, Erham Budi Wiranto Raih Gelar Doktor ke-66 PAI UMS dengan IPK 3,93

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Erham Budi Wiranto berhasil meraih gelar doktor ke-66 dari Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Perkuat Sinergi Madrasah-Kampus, UMS Kirim Mahasiswa PKL Kemuhammadiyahan ke MTs Muhammadiyah Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — MTs Muhammadiyah Surakarta secara resmi menerima mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Kemuhammadiyahan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam acara serah terima yang...

Hukum, Demokrasi, dan HAM di Era Algoritma, UMS Kumpulkan Pakar Dunia dalam Short Course Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan International Short Course 2026 bertema “Law, Politics, and Governance in the...

IYSA Sambut Tawaran UMS, Siap Jadi Jembatan Mahasiswa ke Ajang Ilmiah Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) sebagai langkah memperkuat rekognisi institusi di tingkat global dan...

Dukung Kampus Hijau, FT UMS Resmikan Water Station di Tiga Titik Strategis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan fasilitas Water Station, Senin (27/4/2026), di Hall Gedung H. Inisiatif ini menjadi langkah konkret...

Inovasi Green Cosmetic UMS, Sampo Antiketombe Jeruk Nipis Raih Titel di JISF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Medal dalam Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 yang digelar pada 24–27 April 2026...

Hardiknas 2026, Rektor UMS Dorong Budaya Belajar Sepanjang Hayat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Induk Siti Walidah, Sabtu (2/5/2026). Upacara berlangsung khidmat...

Bahan Ajar IPAS Pesona Jepara, Inovasi Disertasi Doktor UMS Padukan Budaya Lokal dan STEAM

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Erna Zumrotun, mahasiswa program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang terintegrasi dengan...