Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Eks Ketua KY Aidul Fitriciada Tanggapi Pemanggilan Jaksa Agung, PPATK hingga BPKP ke Istana

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 21 Januari 2025 14:16 WIB
Eks Ketua KY Aidul Fitriciada Tanggapi Pemanggilan Jaksa Agung, PPATK hingga BPKP ke Istana
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Komisi Yudisial (KY) RI periode 2016-2018, Prof. Aidul Fitriciada Azhari. (UMS)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa pejabat Kejaksaan Agung, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ke Istana Negara.

Dilansir keterangan resmi Biro Pers Istana, Senin (13/1/2025), pertemuan yang berlangsung tertutup itu juga dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, dan Plt Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh.

Menurut Ketua Komisi Yudisial (KY) RI periode 2016-2018, Prof. Aidul Fitriciada Azhari, pertemuan tersebut merupakan langkah menegaskan komitmen Prabowo dalam upaya koordinasi dan penegakan hukum serta bagian dari upaya sekaligus untuk memperkuat politik hukum dari pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Pertemuan itu saya kira langkah tegas komitmen dari Presiden dalam upaya langkah  koordinasi dan penegakan hukum, sekaligus memperkuat politik hukum dari pemerintah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia,” ujarnya, Senin.

Politik Hukum

Dia mengatakan Kejaksaan Agung yang ada di bawah Presiden perlu menunjukkan politik hukum terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Aidul juga menyampaikan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh Jaksa Agung relatif lebih berhasil dibandingkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Misal pada tahun 2021 sampai 2023 Jaksa Agung sudah menyelamatkan aset dan memulihkan kerugian Negara melalui jalur Perda sebesar 11 Triliun lebih, kemudian untuk memulihkan kerugian negara melalui jalur Perdata sebesar 52 Triliun dan untuk menyelamatkan aset barang rampasan dan barang ciptaan sebesar 5 Triliun,” imbuh Guru Besar Ilmu Hukum UMS tersebut.

Aidul menambahkan pemerintah sudah memiliki instrumen yang lengkap dalam pemberantasan korupsi, seperti undang-undang, lembaga peradilan, serta aparatur mandiri seperti KPK dan PPATK yang tidak dimiliki oleh semua negara. Namun menurutnya, masalah utama terletak pada mentalitas dan budaya hukum yang belum berkembang dengan baik.

“Meskipun dari segi substansi dan aparatur hukum Indonesia sudah maju, perilaku hukum yang buruk, seperti korupsi yang dilakukan oleh hakim, polisi, jaksa, dan pejabat, menunjukkan hilangnya teladan dalam penegakan hukum. Hal ini menyebabkan hukum di Indonesia cenderung menurun dan mengalami kemerosotan,” paparnya.

Fakultas Hukum UMS. (Humas)

Fakultas Hukum UMS. (Humas)

Aidul menilai korupsi di Indonesia sudah sistemik mulai dari hulu sampai hilir. Indonesia juga dianggap belum memiliki Role Model dalam pemberantasan korupsi, “Penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum justru dilakukan oleh aparatur itu sendiri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan oleh satu instansi saja melainkan perlunya sinergitas antar lembaga tidak hanya dalam penegakan melainkan juga dalam pencegahan. Menurutnya, Indonesia memiliki krisis keteladanan dalam pemberantasan korupsi.

Hal itu tidak hanya terjadi di sektor-sektor tertentu, misal pengelolaan dana desa yang mencapai Rp1 miliar, yang sering disalahgunakan oleh aparat desa.“Korupsi di Indonesia sudah menjadi masalah sistemik yang perlu diberantas, pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan oleh satu instansi saja,” ujarnya.

Aidul menilai perlu sinergi antara berbagai lembaga baik Kejaksaan Agung, PPATK, dan KPK. “Dalam pemberantasan korupsi bukan hanya dalam penindakan penegakan hukum tetapi juga melalui pencegahan awal, perbaikan sistem, reformasi birokrasi, serta peningkatan kesadaran hukum.”

Berita Terbaru

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...

Silaturahmi Pensiunan Muhammadiyah Solo, Rawat Persaudaraan dan Semangat Pengabdian

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Puluhan purnatugas pendidik dan tenaga kependidikan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta berkumpul dalam agenda Silaturahmi dan Pengajian Pensiunan Perguruan Muhammadiyah Kota Surakarta, Sabtu (29/8/2026)....

BikersMu Jepara Konsolidasi, Dorong Komunitas Bikers Berkontribusi bagi Warga

JEPARA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sebanyak 33 peserta mengikuti silaturahmi dan konsolidasi awal untuk menyongsong pembentukan kepengurusan BikersMu Chapter Jepara. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Bandengan, Tirta...

Ironi Solo sebagai Kota Cerdas Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah mendeklarasikan Kota Solo sebagai Kota Cerdas Pangan sejak 2020. Pemkot Solo telah menandatangani Pakta Milan (Milan Urban Food Policy...

Pakar UMS: Desil Tak Bisa Jadi Satu-satunya Dasar Batasi Pertalite

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Wacana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mendapat perhatian dari pakar Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan...

Touring ke Pacitan, Bikersmu Solo Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Komunitas Bikersmu Solo menggelar touring sekaligus camping ke Pacitan selama dua hari satu malam, 15-16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 peserta...