MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL — Angkat peran tokoh Muhammadiyah yang jarang terangkat jasanya ke ruang permukaan publik, Program Doktor Politik Islam dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) adakan Seminar Serial Tokoh Muhammadiyah untuk Bangsa pada Selasa (26/2) di Ruang Pertemuan Sidang Pasca Gedung Kasman Singodimejo, Kampus Terpadu UMY.
Pada serial yang pertama, sekaligus tanda dimulainya seminar serial tokoh bangsa mengangkat tokoh “KH. Djarnawi Hadikusumo, Muhammadiyah, Islam dan Kebangsaan”.
Gunawan Budiyanto, Rektor UMY mengapresiasi acara yang rencananya akan rutin diselenggarakan dua bulan sekali ini. Menurutnya, acara seperti ini perlu digalakan sebagai upaya penyadaran sejarah bagi generasi muda persyarikatan dan bangsa dalam menatap masa depan peradaban bangsanya, dengan tidak melupakan masa lalunya.
“Sejarah tidak bisa membugkam gelora semangat kader Muhammadiyah dalam perjuangannya pada alur sejarah bangsa Indonesia,” tutur Gunawan.
Hal ini disebabkan karena peran sentral tokoh Muhammadiyah dalam perjuangan di konteks kebangsaan diimbangi dengan dialog lintas tokoh bangsa. Maka, rantai dialog dan nalar tokoh Muhammadiyah akan terus menjalar dan tidak bisa dibendung, karena memang hal tersebut disajikan oleh fakta sejarah.
Serial pertama ini menghadirkan Ahmad Syafi’i Ma’arif (mantan murid asuh Djarnawi Hadikusumo di Mu’allimin, juga sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah priode 1998-2005), Chamamah Suratno (Ketua ‘Aisyiyah priode 2000-2010) dan Busyro Muqoddas (Ketua PP Muhammadiyah), serta acara ini dimoderatori oleh Zuly Qodir (Dosen Ilmu Politik di Pascasarjana UMY).
Mengenang sikap sang guru ketika belajar di Mu’allimin dulu, Syafi’i Ma’arif mengungkapkan bahwa, Djarnawi Hadikusmo sebagai sosok guru yang cakap dan cerdas. Dibuktikan dengan peguasaan bahasa asing yang dimiliki oleh gurunya tersebut lebih dari lima bahasa asing.
“Memang beliau kurang sedikit humoris kalau di kelas, beda dengan pak AR,” kenang Buya Syafi’i.
Ia menambahkan, selain sebagai seorang guru, Djarnawi juga sebagai politikus yang kompeten. Sosok yang merdeka sejak dalam pikiran, yang dekat dengan semua kalangan. Sang guru juga merupakan sosok nasionalis, yang dalam kiprah politiknya pernah menjabat sebagai ketua umum di Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).
Hal ini tidak aneh, karena kecenderungan politik tokoh Muhammadiyah saat itu tidak memiliki ikatan hanya dengan satu partai saja.
Ideolog Persepektif Gender dan Sosok yang Merdeka
Menyambung yang disampaikan Syafi’i Ma’arif, Chamamah Suratno yang juga tetangga KH. Djarnawi Hadikusumo di Kampung Kauman menceritakan, dirinya banyak belajar persepektif gender di Muhammadiyah melalui interaksinya dengan Djarnawi Hadikusumo.
“Terkait urusan keperempuanan di Muhammadiyah, Bapak Djarnawi bisa dikatakan sebagai tokoh yang hampir mengetahui segalanya tentang itu,” ungkapnya.
Ia menganggap bahwa, ketokohan Djarnawi Hadikusumo selain sebagai ideolog di bidang politik juga sebagai ideolog persepektif gender di Muhammadiyah. Namun untuk pendapat yang kedua ini perlu untuk diperdalam lagi sumber yang bisa dirujuk, mengingat masih minimnya catatan atau cerita terkait hal ini.
Sementara itu, Busyro Muqoddas dalam pemaparannya mengatakan bahwa, Djarnawi Hadikusumo sebagai politikus yang berkarakter, serta memiliki sikap egaliter yang tinggi. Semua sikap yang dimiliki tersebut merupakan hasil bentukan dari lingkungannya, tidak lain adalah Muhammadiyah.
“Karakter Pak Djarnawi jauh dari sikap permisif-pragmatis, tidak menjadikan Muhammadiyah sebagai alat batu loncatan pribadi maupun nepotism,” ucap Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
Sehingga, sikap politik Djarnawi tidak menyelisihi bahkan kental corak kebangsaannya yang berbasis pada komitmen substansi ideologi pancasila.
Meski demikian, alur kehidupan Djarnawi Hadikusumo masih jarang diekspose publik. Baik sebagai sumber inspirasi dalam penelitian atau pengungkapan karakter Djarnawi sebagai tokoh yang bisa diambil gagasannya oleh masyarakat luas. (a’n)
Mengenal Daffa Satria Nugraha, Mahasiswa Berprestasi dari Teknik Elektro UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Daffa Satria Nugraha, menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa dapat berjalan melalui beragam...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Penghargaan Perhumasri Award 2026
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan tingkat nasional The Best Hospital Public Relation Program (Pemenang Kesatu Program Kehumasan Rumah Sakit Terbaik) dalam ajang PERHUMASRI...
Calista Atha Yumna Raih Dua Penghargaan Internasional pada Inovasi Digital Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons penanganan yang cepat dan tepat. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama dapat menjadi bekal penting sebelum tenaga...
Guru Besar UMS Bahas AI dalam Forensik di Konferensi Uzbekistan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjadi pembicara dalam konferensi internasional yang diselenggarakan Kementerian Kehakiman Republik...
Mahasiswa UMS Raih Most Inspiring Participant Future Leader Summit
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jody Julian Putra Caesar, meraih penghargaan Most Inspiring Participant dalam Future Leader...
Jody Julian Putra Caesar Kembali Raih Prestasi Tingkat Nasional
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Jody dinobatkan...
Haedar Nashir Kenang Pengabdian Prof. Chamamah Soeratno
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita atas wafatnya Prof. Chamamah Soeratno, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000–2005...
Dari Soloraya ke AS, Alumni UMS Ini Buktikan Perempuan Muhammadiyah Bisa Memimpin
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Semangat Kartini tak pernah benar-benar usai. Ia hidup dalam denyut gerakan perempuan masa kini, salah satunya tercermin dalam sosok Ninin Karlina, alumni...
Faeyza Bayanaka Kusuma, Ungkap Rahasia Raih Seabrek Prestasi
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah. Faeyza Bayanaka Kusuma, siswa kelas III, menunjukkan konsistensi gemilang dalam prestasi bidang akademik maupun...
Mengenal Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Nur Subekti. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena...
Alumnus UMS Asri Hartanti Buktikan Bahasa Inggris Bisa Dipelajari dari Aktivitas Harian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumninya melalui program UMS Talk Podcast. Kali ini, podcast menghadirkan Asri Hartanti, alumnus Pendidikan Bahasa Inggris...
Ketua IPM Solo Lempar Analisis Fiskal di Future Leader Camp Kemendiktisaintek
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keaktifan mahasiswanya di kancah nasional. Jody Julian Putra Caesar, mahasiswa dari Fakultas Hukum dan...







