Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi

Aryanto-, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 24 Oktober 2026 14:07 WIB
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana diskusi yang membahas Film "Kedung Kopi" di Balai Muhammadiyah Surakarta, Jumat (23/10/2026) malam. Pemutaran film dan diskusi ini untuk memeringati Milad ke-61 Kokam . [Istimewa].

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung Kopi: Refleksi 61 Tahun Kokam, Melawan Lupa dan Merawat Bangsa” di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta di Keprabon, Jumat (23/10/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas anggota Kokam Solo, senior Pemuda Muhammadiyah dan Kokam, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Solo, serta peserta pengajian umum lainnya.

Kegiatan diawali dengan pemutaran film Kedung Kopi karya sutradara Akbar Vandebar, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh sang sutradara. Materi berikutnya disampaikan oleh K.H. Subari, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta. Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab bersama jemaah dan penyerahan cendera mata kepada para tokoh Kokam serta narasumber.

Dalam pemaparannya, Akbar Vandebar menjelaskan bahwa film Kedung Kopi 22 Oktober 1965 diproduksi pada 2017, sekitar 52 tahun setelah peristiwa tersebut terjadi. Film itu dibuat sebagai upaya mengangkat kembali peristiwa sejarah yang dinilai mulai luput dari ingatan masyarakat. Ia menuturkan bahwa gagasan pembuatan film bermula dari pertemuannya dengan sejumlah tokoh di Solo, termasuk Usman Amiruddin, yang menceritakan peristiwa-peristiwa terkait PKI di Kota Solo. Melalui proses tersebut, ia berupaya merekam kisah sejarah dan perjuangan para pendahulu agar dapat dikenal oleh generasi berikutnya.

“Esensi dari film ini bagaimana kita bisa mengemas sejarah, bagaimana mengemas cerita tentang heroisme orang-orang terdahulu untuk melanjutkan jejak perjuangan mereka,” ujar Akbar.

Mendokumentasikan Sejarah

Akbar juga mengajak generasi muda Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam mendokumentasikan sejarah melalui berbagai bidang, baik multimedia, sinematografi maupun tulisan. Menurutnya, penyampaian sejarah tidak harus menggunakan peralatan canggih, tetapi lebih menekankan pada kemampuan mengemas cerita dan menyampaikan nilai perjuangan kepada masyarakat. Akbar berharap film tersebut dapat menjadi ikhtiar untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap peristiwa Kedung Kopi. Ia menekankan pentingnya mempelajari sejarah agar peristiwa masa lalu tidak dilupakan oleh generasi penerus.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, K.H. Subari, menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-61 Kokam. Ia berharap Kokam terus berkembang dan mempertahankan perannya dalam perjuangan Muhammadiyah. Terkait peristiwa Kedung Kopi, ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi salah satu peristiwa yang membekas di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Ia menuturkan para pemuda yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut diketahui berangkat dari Balai Muhammadiyah sebelum menuju kampung halaman mereka di Kampung Sewu.

Anggota Kokam Surakarta berfoto bersama usai diskusi fim Kedung Kopi, Jumat (23/10/2026) malam di Balai Muhammadiyah Surakarta. [Istimewa].

Menurut Subari, peristiwa tersebut berkaitan dengan situasi yang melatarbelakangi tumbuhnya kesiapsiagaan di kalangan Angkatan Muda Muhammadiyah. Ia juga menyebutkan bahwa Kokam didirikan di Jakarta pada 1 Oktober 1965 dan pembentukannya kemudian disambut di berbagai daerah, termasuk Surakarta, yang pada masa awal dipimpin oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah almarhum Suwardi.

Melalui refleksi Milad ke-61 ini, PDPM Kota Surakarta dan Kokam mengangkat kembali pentingnya merawat ingatan sejarah sebagai bagian dari upaya meneruskan nilai perjuangan kepada generasi muda. Semangat tersebut sejalan dengan pesan Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, yang menjadi pengingat pentingnya memahami masa lalu dalam merawat bangsa.

Berita Terbaru

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...

Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...

Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...

Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan...

Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...

Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....