Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Raih Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2025, Tim Vistana CUBE Bawa Inovasi Smart Bridge

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 12 Desember 2025 14:17 WIB
UMS Raih Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia 2025, Tim Vistana CUBE Bawa Inovasi Smart Bridge
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi melalui partisipasi dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2025, ajang nasional tahunan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional–Kemendikti Saintek. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi melalui partisipasi dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2025, ajang nasional tahunan yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional–Kemendikti Saintek.

Pada tahun ini, Tim Vistana dari komunitas CUBE UMS berhasil melaju sebagai finalis dalam kategori Jembatan Model Pelengkung. KJI merupakan kompetisi bergengsi yang menantang mahasiswa teknik sipil untuk merancang dan membangun model jembatan yang inovatif, efisien, kuat, dan ramah lingkungan.

Tim Vistana terdiri dari Wahyu Habi Bullah dan Farid Arifa Purnayudha, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2022, yang berkompetisi mewakili UMS setelah melalui proses seleksi dan perancangan intensif. Dalam proses pengembangan desain, Tim Vistana mengacu pada tema besar yang ditetapkan panitia KJI 2025.

Penilaian meliputi kekuatan struktur, ketahanan beban, pemanfaatan material, estetika, serta aspek konstruksi lainnya. “KJI itu bukan sekadar lomba merancang jembatan, tapi ruang belajar yang memaksa kami berpikir kritis dan bekerja layaknya engineer di proyek nyata,” ujar Wahyu Habi Bullah saat ditemui pada Kamis, (11/12/2025).

Tim Vistana membagi struktur kerja mereka menjadi dua, yaitu tim inti dan tim support. Wahyu sebagai ketua tim bersama Farid berperan merancang dan membangun model jembatan, sementara tim teknis membantu persiapan material dan arsitektur model. Di sisi lain, tim non teknis menangani administrasi, kebutuhan perlengkapan, serta persiapan keselamatan kerja selama kompetisi.

Dalam prosesnya, tim mendapatkan bimbingan langsung dari Abdul Rochman, serta dukungan pembina CUBE UMS, Muh Ujianto. Selain itu, dosen-dosen Teknik Sipil UMS turut memberikan arahan untuk persiapan presentasi final, yang menjadi bagian penting dalam penilaian KJI.

Susun Proposal Sejak Juli 

Persiapan konsep dan desain dimulai sejak panduan kompetisi dirilis. Tim menyusun proposal sejak Juli hingga 14 Agustus 2025, sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai finalis pada 4 September. Setelah itu, mereka memasuki tahap produksi model jembatan hingga November, termasuk latihan dan uji kekuatan struktur.

Final Kompetisi Jembatan Indonesia 2025 berlangsung pada 12–17 November di Universitas Negeri Yogyakarta, dengan awarding dilaksanakan pada 16 November malam. Seluruh rangkaian persiapan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil UMS, tempat tim melakukan latihan, perakitan, dan pengujian beban selama dua bulan.

Wahyu menjelaskan peran lingkungan kampus sangat signifikan dalam perjalanan mereka. Dukungan dari prodi, fakultas, universitas, dan DKPTI memberikan ruang optimal bagi tim untuk mengembangkan ide dan memproduksi jembatan sesuai rencana. Dukungan pendanaan penuh juga membuat tim bisa fokus pada inovasi tanpa terbebani aspek biaya.

Motivasi mengikuti KJI berangkat dari prestise kompetisi dan tantangan historis. “Sudah hampir 20 tahun UMS belum lolos ke final kategori ini. Itu yang memacu kami untuk bekerja lebih keras, meneliti lebih dalam, dan menerapkan ilmu teknik sipil dengan maksimal,” tutur Wahyu.

Tim Vistana terpilih sebagai finalis karena proposal mereka dinilai unggul dalam beberapa aspek. Mereka menerapkan kurva parabola orde dua yang mampu meminimalkan momen lentur, menyertakan konsep smart bridge dengan sensor SHMS, serta menggunakan material ramah lingkungan.

Dengan bobot hanya 26,9 kg, desain tersebut mampu menahan beban uji dengan lendutan aman sebesar 2,5 mm. Wahyu mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu bergabung dengan Teknik Sipil UMS. Menurutnya, fasilitas laboratorium yang lengkap, dukungan kompetisi, serta wadah komunitas seperti CUBE UMS memungkinkan mahasiswa belajar sekaligus berkarya nyata. “Mari bangun infrastruktur masa depan Indonesia bersama UMS,” ujarnya.

Berita Terbaru

FHIP UMS Gandeng Polda DIY Edukasi Pelajar soal Lalu Lintas

KULON PROGO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan sejumlah instansi menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Penguatan Karakter Disiplin...

UMS Perbarui Arah Ilmu Komunikasi Hadapi Era AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengembangan akademik Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk...

Bekal Ketekunan, Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award di Monash Australia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Taufik Hidayat, berhasil meraih Exceptional PhD Award dari School of...

Perpustakaan UMS dan Mamba’ul ‘Ulum Kolaborasi Kembangkan Layanan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat layanan perpustakaan melalui kerja sama kelembagaan antara UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS dengan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum...

UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri di Tiongkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat...

Dosen UMS Soroti Persaingan dan Masa Depan Marketplace ASEAN

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas strategi meningkatkan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand. Prof....

UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Kembangkan Program Buddy

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat International Student Buddy Program melalui pengembangan tata kelola, sistem pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut dilakukan melalui...

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah...

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...