Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Akademi Politik IMM Bahas Visi dan Peran Muhammadiyah

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 11 Agustus 2025 18:05 WIB
Akademi Politik IMM Bahas Visi dan Peran Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Politik DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar pada Jumat, 8 Agustus 2025 di UMPKU Solo. (Humas)

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Politik DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar pada Jumat, 8 Agustus 2025 di UMPKU Solo.

Di hadapan para kader IMM yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, ia memaparkan gagasan besar tentang sejarah, visi, dan peran Muhammadiyah sejak masa pendiriannya hingga kini. Tafsir mengingatkan pada masa kepemimpinan pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, antara tahun 1912 hingga 1923, organisasi ini mengemban tiga peran strategis yang membentuk arah geraknya.

Pertama, sebagai gerakan reformasi keagamaan (religious reform movement), yang berupaya memurnikan ajaran Islam dan membebaskan umat dari praktik keagamaan yang tidak sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

Kedua, sebagai agen perubahan sosial (agent of social change), dengan mendorong perbaikan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, sebagai kekuatan politik (political force), yang turut memengaruhi arah perjuangan kebangsaan.

Menurut Tafsir, semangat yang dibangun KH. Ahmad Dahlan lahir dari keprihatinan terhadap kondisi umat Islam pada masa itu. “Umat saat itu masih terjajah, hidup dalam kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Maka, diperlukan faham Islam yang berkemajuan,” jelasnya. Prinsip ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Tafsir menegaskan bahwa bagi KH. Ahmad Dahlan, kemajuan umat dan bangsa tidak hanya ditopang oleh kekuatan moral, tetapi juga harus didukung oleh dua pilar penting: pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini menjadi prioritas yang terus dikembangkan Muhammadiyah hingga saat ini.

Hasilnya terlihat nyata. Lembaga pendidikan Muhammadiyah telah tersebar luas di seluruh Indonesia, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Data terkini mencatat, di Jawa Tengah ada 1.680 sekolah dasar dan menengah di bawah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), belum termasuk Taman Kanak-Kanak. Selain itu, terdapat 24 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) yang menjadi pusat pengembangan ilmu dan dakwah.

Di bidang kesehatan, Muhammadiyah Jateng mengelola 55 Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) yang memberikan pelayanan medis bagi masyarakat luas. Muhammadiyah Jateng juga membina 178 pondok pesantren, 167 panti asuhan, dan sejumlah amal usaha ekonomi seperti bank, pertokoan, rumah makan, biro travel umrah, hingga Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yang berfungsi sebagai lembaga keuangan mikro berbasis syariah.

Dalam paparannya, Tafsir menjelaskan konsep Perkhidmatan Islam Berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Konsep ini terbagi ke dalam tiga dimensi utama: perkhidmatan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Politik DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar pada Jumat, 8 Agustus 2025 di UMPKU Solo.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, menjadi salah satu narasumber dalam Akademi Politik DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar pada Jumat, 8 Agustus 2025 di UMPKU Solo. (Humas)

Pertama, perkhidmatan keumatan mencakup upaya peneguhan ukhuwah atau persaudaraan umat, serta peningkatan kualitas hidup umat Islam melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Muhammadiyah berupaya membangun masyarakat Islam yang berilmu, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Kedua, perkhidmatan kebangsaan diwujudkan melalui kontribusi aktif dalam pemajuan demokrasi, peningkatan ekonomi nasional, pengembangan hukum, serta pelestarian kebudayaan. Bagi Muhammadiyah, membangun bangsa adalah bagian dari ibadah sosial yang berlandaskan prinsip amar makruf nahi mungkar.

Ketiga, perkhidmatan kemanusiaan meliputi pengentasan kemiskinan, penguatan masyarakat, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penanggulangan bencana, pendidikan untuk semua, dan pelayanan kesehatan. Prinsip ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad ﷺ:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. (HR. Ahmad)

Tafsir menilai peran yang dijalankan Muhammadiyah sejak awal berdirinya tetap relevan di era modern. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi justru menjadi tantangan baru untuk memperkuat visi Islam berkemajuan. Pendidikan Muhammadiyah kini tidak hanya fokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguasaan teknologi, dan pemahaman keislaman yang moderat.

Begitu pula di bidang kesehatan, pelayanan yang diberikan tidak sekadar kuratif, tetapi juga preventif dan promotif, sejalan dengan konsep Islam yang mengutamakan pencegahan penyakit. Hal ini menjadi penting di tengah ancaman penyakit global dan kesenjangan akses layanan kesehatan.

Tafsir menekankan bahwa seluruh gerak Muhammadiyah pada hakikatnya adalah ibadah dan pengabdian kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Menutup pemaparannya, Tafsir mengajak para kader IMM untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku perubahan. Menurutnya, kader Muhammadiyah harus memiliki visi besar, berani mengambil peran, dan siap menghadapi tantangan global.

“Jika KH. Ahmad Dahlan pada zamannya bisa melakukan perubahan besar dengan sumber daya yang terbatas, maka kita hari ini seharusnya bisa berbuat lebih banyak dengan sumber daya yang jauh lebih besar,” ungkap Tafsir.

Ia meyakini, jika prinsip-prinsip Islam berkemajuan terus dipegang teguh, Muhammadiyah akan tetap menjadi kekuatan moral, sosial, dan intelektual yang mampu memberi kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Berita Terbaru

Kolaborasi Jadi Kunci Kemajuan, PCA Colomadu Gelar Evaluasi Program Kerja Tahunan

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Colomadu, Kab. Karanganyar, menggelar Evaluasi Program Kerja, Sabtu (1/8/2026), di MI Muhammadiyah Gedongan, Colomadu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk...

IMM Jateng Luncurkan “SAPA Immawati” sebagai Ruang Aman Pelaporan dan Edukasi Kekerasan Berbasis Gender

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah meluncurkan Website Safe Space Immawati (SAPA Immawati) dalam rangkaian pembukaan Sekolah Gender,...

FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...

Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...

Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...

Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...

Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...

Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...

Kader IMM Didorong Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong...