Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Hadir di FGD UMS, Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Harus Jadi Ikon Gerakan Hukum Berintegritas

Yusuf Ismail, Editor: Sholahuddin
Minggu, 6 Juli 2025 13:46 WIB
Hadir di FGD UMS, Busyro Muqoddas: Muhammadiyah Harus Jadi Ikon Gerakan Hukum Berintegritas
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqaddas (berdiri), saat menyampaikan pandangannya perihal perspektif hukum di Muhammadiyah di kampus UMS. (Humas).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pemikiran Hukum Muhammadiyah: Perspektif Filosofis, Teori Hukum, dan Praktik” selama dua hari, Jumat – Sabtu (4 – 5/7/2025), di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Kampus 2 UMS.

FGD ini bertujuan mengeksplorasi dan memperkuat konsep pemikiran hukum Muhammadiyah dari berbagai aspek, mulai dari filsafat hukum, teori pembentukan hukum, hingga implementasi advokasi dan penegakan hukum.  Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, dalam acara pembukaan FGD menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian penting dalam merumuskan pola pikir hukum Muhammadiyah yang komprehensif.

“Ini bagian dari upaya kita membangun pola berpikir hukum Muhammadiyah yang solid. Hasil FGD ini akan dirumuskan dan disiapkan untuk disampaikan pada Muktamar Muhammadiyah nanti,” tegas Trisno saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Jumat (4/7/2025).

Beberapa isu sentral yang dibahas dalam FGD antara lain pemikiran Muhammadiyah tentang ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu hukum, serta kontribusi Muhammadiyah dalam jihad konstitusi, penegakan hukum, dan advokasi hukum.  Sejumlah narasumber nasional hadir untuk memberikan materi mendalam, seperti Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas, yang membahas dinamika pemikiran hukum Muhammadiyah, Prof. Nurul Barizah tentang implementasi hukum dalam pembangunan, dan Prof. Khudzaifah Dimyati yang mengulas posisi hukum Muhammadiyah di antara berbagai teori hukum.

Sebagai salah satu pemateri utama, Busyro Muqoddas, menambahkan perjuangan hukum Muhammadiyah harus berpijak pada enam dasar amal usaha, yaitu tauhid, ibadah, hidup bermasyarakat, menegakkan agama Islam, ittiba’ (mengikuti) langkah perjuangan Nabi Muhammad SAW, serta menjalankan amal usaha dengan ketertiban organisasi.

“Islam tidak sekadar bicara hukum formal. Hukum harus mengandung roh keadilan, menjaga martabat manusia, dan memelihara kelestarian alam ciptaan Allah,” tegas Busyro.  Ia menyoroti maraknya peraturan daerah maupun nasional yang melegalisasi proyek-proyek bermasalah seperti reklamasi atau pertambangan skala besar, tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan nasib masyarakat lokal. Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang  Wilayah (Perda RTRW) Provinsi Banten, misalnya, disebut Busyro sebagai contoh nyata bagaimana kebijakan hukum kerap berpihak pada kepentingan investor ketimbang keadilan ekologis.

Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah dituntut menguatkan pendidikan kader profesional, membangun sekolah politik dan sekolah HAM, serta menanamkan paradigma kepemimpinan berbasis akhlak, keilmuan, kejujuran, dan rekam jejak. Menurut Busyro, kader Muhammadiyah harus tampil sebagai sosok yang tidak hanya paham teori hukum, tetapi juga punya keberanian moral dalam advokasi.

Tak Mengajarkan Nepotisme

“Islam tidak mengajarkan nepotisme, diskriminasi sosial, atau politik transaksional. Muhammadiyah sudah saatnya menjadi ikon gerakan hukum berintegritas, yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan,” tegas mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.  Selain itu, materi spesifik tentang epistemologi, ontologi, dan aksiologi ilmu hukum Muhammadiyah disampaikan oleh Prof. Syamsul Anwar, Prof. Abdul Fattah Santoso, dan   Hamim Ilyas. Di sisi lain, topik jihad konstitusi dan advokasi hukum dibahas oleh Prof. Absori, Trisno Raharjo, serta Bambang Widjojanto.

Peserta FGD terdiri dari unsur Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajid, Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, serta pimpinan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari berbagai disiplin ilmu, termasuk kedokteran dan teknik, yang menunjukkan inklusivitas pengembangan hukum Muhammadiyah.

FGD dua hari ini diharapkan tidak hanya memperkaya kajian akademis, tetapi juga memperkuat kontribusi nyata Muhammadiyah dalam pembangunan hukum nasional, khususnya di bidang konstitusi, advokasi, dan penegakan hukum berbasis nilai keislaman.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Mahasiswa PPG UMS Ciptakan “Senam Selaras”, Dorong Kebugaran dan Kesehatan Lansia Desa Pabelan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepedulian terhadap kesehatan lanjut usia (lansia) mendorong mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Universitas Muhammadiyah Surakarta...

Perkuat Ketahanan Pangan, Tim UMS Dorong Urban Farming dengan Manajemen Keuangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengelolaan urban farming masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMS memperkenalkan SIKEPANG v1.0 (Sistem Informasi...

Dosen FKI UMS Perkuat Literasi Informasi Anak dan Guru di Sanggar Belajar Kepong Malaysia

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Paparan informasi digital yang semakin mudah diakses anak usia sekolah dasar mendorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat literasi informasi bagi komunitas migran Indonesia di...

Inovasi Yoghurt Ekstrak Daun Pakis Antarkan YOGREEN UMS Melaju ke KMI Expo XVII 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tim YOGREEN Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi dengan lolos seleksi kelompok usaha Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) untuk mengikuti KMI Expo XVII...

MPAI UMS Perluas Jangkauan Akademik, Terima Mahasiswa Asing

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima 46 mahasiswa pada semester ini. Mereka berasal dari berbagai wilayah Indonesia,...

Perkuat Pembelajaran Al-Qur’an, UMS Latih Guru di Bangkok

BANGKOK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Bangkok menggelar Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) melalui pelatihan bagi guru Al-Qur’an...

Milad ke-68 FKIP UMS, Wayang Srikandi Krida Tanamkan Nilai Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperingati milad ke-68 melalui pentas wayang kulit bertajuk Srikandi Krida, Jumat (18/9/2026). Pertunjukan...

Geografi UMS Kembangkan Green and Smart Laboratory, Perkuat Riset Berbasis AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat riset, pembelajaran berbasis teknologi, dan pengembangan laboratorium untuk meningkatkan daya saing akademik. Strategi tersebut menjadi bagian...

Fakultas Farmasi UMS Kenalkan Bahan Alam untuk Mendukung Kesehatan Lambung

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi penggunaan obat antinyeri secara aman dan rasional kepada masyarakat di Tipes, Serengan, Solo. Kegiatan pengabdian...

BenerinAja, Inovasi Mahasiswa UMS yang Permudah Layanan Servis Elektronik

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Berawal dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan reparasi elektronik yang mudah diakses dan terpercaya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan BenerinAja. Platform digital yang...

Fakultaria FAI UMS 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Ilmu dan Nilai Islami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman akademik, budaya fakultas, hingga nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) melalui...

UMS dan UM Buka Peluang Kolaborasi Mobilitas Mahasiswa hingga Kelas Internasional

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempelajari strategi internasionalisasi dan pemeringkatan global melalui benchmarking ke Universitas Negeri Malang (UM), Jumat (11/9/2026). Kunjungan Direktorat Reputasi, Kemitraan,...