Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Babak Baru Perang Dagang: Indonesia dalam Bayang-bayang Proteksionisme Global

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 24 April 2025 17:28 WIB
Babak Baru Perang Dagang: Indonesia dalam Bayang-bayang Proteksionisme Global
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Prof. Zulfikar, Guru Besar Bidang Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perang dagang global yang terus berkembang menambah tantangan bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam menghadapi proteksionisme yang semakin kuat. Prof. Zulfikar, Guru Besar Bidang Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyampaikan pandangannya mengenai respons pemerintah terhadap kebijakan tarif yang diterapkan oleh negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Meskipun kebijakan pemerintah Indonesia sudah cukup responsif, dia menilai ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar perekonomian nasional dapat tetap tumbuh stabil di tengah ketidakpastian global.

Hal ini mengingat Indonesia menjadi negara dengan karakter ekonomi yang anomali, di mana banyak prediksi pertumbuhan ekonomi dari pengamat maupun Dewan Ekonomi Nasional tidak sesuai dengan kenyataan.

Ketidaktepatan prediksi ini diduga dipengaruhi oleh kompleksitas dinamika politik ekonomi yang tinggi. Sejumlah analis menilai respons cepat pemerintah terhadap sektor tertentu mencerminkan pola hubungan timbal balik dengan kalangan pelaku usaha menengah.

Meskipun sejumlah proyeksi sempat memperkirakan terjadinya goncangan atau penurunan drastis dalam perekonomian nasional, kenyataannya kondisi tersebut tidak selalu terbukti. “Para pakar ekonomi ketika mereka memprediksi banyak yang meleset. Kita memiliki anomali ekonomi karena dipengaruhi politik ekonomi yang sangat tinggi,” ujarnya, Senin (21/4/2025).

Dia mengatakan politik ekonomi itu seperti balas budi pemerintah pada pelaku bisnis. Sementara itu, kebijakan proteksionisme yang diterapkan Amerika Serikat, menurutnya, memberikan dampak negatif pada ekspor Indonesia.Mmeskipun hal ini memberi tekanan pada sektor menengah, dampak tersebut dinilai tidak terlalu besar bagi perekonomian domestik.

Basis Ekonomi Stabil

Hal ini karena kontribusi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 22%. Ia menambahkan bahwa meskipun sektor ekspor mengalami kesulitan, Indonesia tetap memiliki basis perekonomian yang cukup stabil, terutama melalui sektor UMKM yang menyumbang sekitar 61% PDB.

Namun demikian, Zulfikar mencatat sektor UMKM seringkali terabaikan dalam kebijakan ekonomi nasional. Meskipun UMKM berperan besar dalam perekonomian Indonesia, pemerintah cenderung lebih fokus pada pelaku usaha besar dan menengah.

Ia menyarankan pemerintah lebih memberikan perhatian pada UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat. “Indonesia seharusnya bisa lebih fokus pada ekonomi kerakyatan, seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar seperti China dan India. Negara-negara tersebut, berhasil memperkuat sektor UMKM mereka, yang pada gilirannya membantu ekonomi domestik tetap kokoh.”

Dalam menghadapi tantangan proteksionisme global, dia menyarankan Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan impor atau ekspor semata. Ia menekankan urgensi transformasi berbasis inovasi dan teknologi sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ia mencontohkan sektor UMKM perlu didorong untuk mengadopsi teknologi dalam proses produksi mereka agar kualitas dan daya saing produk Indonesia meningkat. “”ita tidak bisa hanya mengandalkan sektor UMKM dalam bentuk yang tradisional. Harus ada dukungan penuh dari pemerintah untuk mendorong UMKM berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan berorientasi pada ekspor,” tegasnya.

Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang menurutnya sering kali tidak konsisten, terutama dalam konteks perdagangan internasional. Ia menyoroti adanya kontradiksi antara semangat “berdikari” atau berdiri di kaki sendiri yang diusung oleh pemerintah dengan kebijakan membuka pintu impor yang lebar.

“Jika pemerintah ingin ekonomi Indonesia berdiri di kaki sendiri, maka sektor UMKM harus diberdayakan, bukan justru memberi kemudahan bagi produk impor yang dapat membanjiri pasar domestik,” katanya.

Dia menyarankan pemerintah lebih memperhatikan sektor ekonomi hijau (green economy), yang dinilainya sangat potensial untuk masa depan Indonesia. Ia menilai bahwa kebijakan terkait sumber daya alam, seperti nikel, harus lebih diarahkan pada hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah dan menciptakan produk bernilai tambah.

Ia menambahkan penguatan teknologi dalam konteks ekonomi hijau merupakan keniscayaan, mengingat besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses hilirisasi, yang ia anggap sebagai pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Di tengah ketidakpastian global, ia juga menyampaikan Indonesia harus memperkuat ketahanan ekonomi domestik melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan.“Jika Indonesia fokus pada UMKM, meningkatkan daya saing mereka, dan memfasilitasi ekspor, maka pertumbuhan ekonomi tetap dapat dipertahankan meski ada tekanan dari perang dagang atau kebijakan proteksionisme global. ekonomi Indonesia tidak harus terguncang besar-besaran seperti yang diprediksi oleh banyak pengamat ekonomi,” jelasnya.

Ia menyimpulkan bahwa dalam menghadapi perang dagang global yang kian membara, Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, berbasis pada ekonomi kerakyatan, dan mendorong sektor UMKM untuk berkembang serta berkompetisi di pasar internasional.

“Ke depan pemerintah perlu lebih fokus pada penguatan sektor-sektor yang menjadi kekuatan Indonesia, bukan hanya sektor besar dan menengah, agar perekonomian Indonesia tidak terperangkap dalam ketergantungan pada kebijakan politik-ekonomi yang tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Berita Terbaru

Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...

Peluang El Nino 2026 Capai 70 Persen, Akademisi UMS Ingatkan Potensi Kemarau Panjang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fenomena El Nino “Godzilla” yang belakangan ramai diperbincangkan publik bukan merupakan istilah ilmiah resmi. Guru Besar Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas...

Krisis Iklim Bukan Isu Lebay, Wakil Ketua MPR RI Desak Percepatan Transisi Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. Penegasan...

Buka Manasik Haji 2027, KBIHU Zamzam Colomadu Perkenalkan Website dan Paket Bimbingan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — KBIHU Zamzam Cabang Colomadu meluncurkan website resmi (kbihuzamzam.com) bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji, Ahad (26/4/2026), di Ruang Seminar lantai 5 Gedung...

Aset Dana Pensiun Nasional Tembus Rp1.700 T, ADPI Kumpul di UMS Bahas Strategi Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun...

Hari Bumi, Akademisi UMS: Kenaikan Harga Plastik Bukan Sekadar Isu Lingkungan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti isu yang kian kompleks seperti kenaikan harga plastik yang dampaknya tidak berhenti pada lingkungan, tetapi merambah...

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...