
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perang dagang global yang terus berkembang menambah tantangan bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam menghadapi proteksionisme yang semakin kuat. Prof. Zulfikar, Guru Besar Bidang Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyampaikan pandangannya mengenai respons pemerintah terhadap kebijakan tarif yang diterapkan oleh negara besar, termasuk Amerika Serikat.
Meskipun kebijakan pemerintah Indonesia sudah cukup responsif, dia menilai ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar perekonomian nasional dapat tetap tumbuh stabil di tengah ketidakpastian global.
Hal ini mengingat Indonesia menjadi negara dengan karakter ekonomi yang anomali, di mana banyak prediksi pertumbuhan ekonomi dari pengamat maupun Dewan Ekonomi Nasional tidak sesuai dengan kenyataan.
Ketidaktepatan prediksi ini diduga dipengaruhi oleh kompleksitas dinamika politik ekonomi yang tinggi. Sejumlah analis menilai respons cepat pemerintah terhadap sektor tertentu mencerminkan pola hubungan timbal balik dengan kalangan pelaku usaha menengah.
Meskipun sejumlah proyeksi sempat memperkirakan terjadinya goncangan atau penurunan drastis dalam perekonomian nasional, kenyataannya kondisi tersebut tidak selalu terbukti. “Para pakar ekonomi ketika mereka memprediksi banyak yang meleset. Kita memiliki anomali ekonomi karena dipengaruhi politik ekonomi yang sangat tinggi,” ujarnya, Senin (21/4/2025).
Dia mengatakan politik ekonomi itu seperti balas budi pemerintah pada pelaku bisnis. Sementara itu, kebijakan proteksionisme yang diterapkan Amerika Serikat, menurutnya, memberikan dampak negatif pada ekspor Indonesia.Mmeskipun hal ini memberi tekanan pada sektor menengah, dampak tersebut dinilai tidak terlalu besar bagi perekonomian domestik.
Basis Ekonomi Stabil
Hal ini karena kontribusi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 22%. Ia menambahkan bahwa meskipun sektor ekspor mengalami kesulitan, Indonesia tetap memiliki basis perekonomian yang cukup stabil, terutama melalui sektor UMKM yang menyumbang sekitar 61% PDB.
Namun demikian, Zulfikar mencatat sektor UMKM seringkali terabaikan dalam kebijakan ekonomi nasional. Meskipun UMKM berperan besar dalam perekonomian Indonesia, pemerintah cenderung lebih fokus pada pelaku usaha besar dan menengah.
Ia menyarankan pemerintah lebih memberikan perhatian pada UMKM sebagai tulang punggung perekonomian rakyat. “Indonesia seharusnya bisa lebih fokus pada ekonomi kerakyatan, seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar seperti China dan India. Negara-negara tersebut, berhasil memperkuat sektor UMKM mereka, yang pada gilirannya membantu ekonomi domestik tetap kokoh.”
Dalam menghadapi tantangan proteksionisme global, dia menyarankan Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan impor atau ekspor semata. Ia menekankan urgensi transformasi berbasis inovasi dan teknologi sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ia mencontohkan sektor UMKM perlu didorong untuk mengadopsi teknologi dalam proses produksi mereka agar kualitas dan daya saing produk Indonesia meningkat. “”ita tidak bisa hanya mengandalkan sektor UMKM dalam bentuk yang tradisional. Harus ada dukungan penuh dari pemerintah untuk mendorong UMKM berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan berorientasi pada ekspor,” tegasnya.
Ia juga mengkritik kebijakan pemerintah yang menurutnya sering kali tidak konsisten, terutama dalam konteks perdagangan internasional. Ia menyoroti adanya kontradiksi antara semangat “berdikari” atau berdiri di kaki sendiri yang diusung oleh pemerintah dengan kebijakan membuka pintu impor yang lebar.
“Jika pemerintah ingin ekonomi Indonesia berdiri di kaki sendiri, maka sektor UMKM harus diberdayakan, bukan justru memberi kemudahan bagi produk impor yang dapat membanjiri pasar domestik,” katanya.
Dia menyarankan pemerintah lebih memperhatikan sektor ekonomi hijau (green economy), yang dinilainya sangat potensial untuk masa depan Indonesia. Ia menilai bahwa kebijakan terkait sumber daya alam, seperti nikel, harus lebih diarahkan pada hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah dan menciptakan produk bernilai tambah.
Ia menambahkan penguatan teknologi dalam konteks ekonomi hijau merupakan keniscayaan, mengingat besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang hingga kini masih belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses hilirisasi, yang ia anggap sebagai pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Di tengah ketidakpastian global, ia juga menyampaikan Indonesia harus memperkuat ketahanan ekonomi domestik melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan sektor ekonomi kerakyatan.“Jika Indonesia fokus pada UMKM, meningkatkan daya saing mereka, dan memfasilitasi ekspor, maka pertumbuhan ekonomi tetap dapat dipertahankan meski ada tekanan dari perang dagang atau kebijakan proteksionisme global. ekonomi Indonesia tidak harus terguncang besar-besaran seperti yang diprediksi oleh banyak pengamat ekonomi,” jelasnya.
Ia menyimpulkan bahwa dalam menghadapi perang dagang global yang kian membara, Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, berbasis pada ekonomi kerakyatan, dan mendorong sektor UMKM untuk berkembang serta berkompetisi di pasar internasional.
“Ke depan pemerintah perlu lebih fokus pada penguatan sektor-sektor yang menjadi kekuatan Indonesia, bukan hanya sektor besar dan menengah, agar perekonomian Indonesia tidak terperangkap dalam ketergantungan pada kebijakan politik-ekonomi yang tidak berkelanjutan,” ujarnya.
Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...
BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...
Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...
PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...
Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...
Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...
Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...






