Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Solusi Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

Yusuf, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 8 Maret 2025 09:48 WIB
Solusi Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dosen Fakultas Kedokteran Gigi UMS, Edi Karyadi (kiri), saat diwawancarai kontributor Muhammadiyahsol.com, Jumat (7/3/2025).

Bau mulut saat berpuasa sering kali menjadi keluhan banyak orang, namun menurut pakar dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kondisi ini merupakan hal yang wajar dan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan serta pola konsumsi yang tepat terutama saat bulan Ramadan.

Dosen Spesialis Periodonsia Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Edi Karyadi, menjelaskan penyebab bau mulut saat berpuasa terjadi akibat berkurangnya produksi air liur.  Menurutnya, air liur memiliki fungsi penting dalam menjaga kelembaban mulut, membantu proses menelan makanan, serta membunuh mikroorganisme patogen. Selain itu, air liur juga memberikan sifat basa pada lambung.

“Ketika produksinya menurun, kondisi perut menjadi lebih asam, yang turut berkontribusi pada bau mulut,” jelasnya saat ditemui kontributor Muhammadiyahsolo.com, Jumat (7/3/2025).  Edi menjelaskan, penyebab bau mulut dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal, serta bersifat patologis maupun non-patologis. Dalam konteks puasa, bau mulut termasuk dalam kategori non-patologis, karena bukan disebabkan oleh penyakit seperti gigi berlubang atau radang gusi.

Ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi. Hal ini, menurutnya, menandakan bahwa bau mulut saat puasa merupakan hal yang alami.  “Normalnya, produksi air liur dalam sehari mencapai satu sampai dua liter, tetapi saat puasa jumlahnya menurun menjadi sekitar setengah liter karena berkurangnya asupan cairan,” terangnya.

Faktor makanan juga berperan dalam menyebabkan bau mulut. Makanan dengan aroma menyengat, seperti durian, dapat bertahan lama di rongga mulut, terutama jika sisa makanan tertinggal di sela gigi atau kantong gusi. Sisa makanan ini dapat mengalami fermentasi, sehingga mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau.  Edi menekankan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut selama berpuasa. Jika kebersihan rongga mulut terpelihara, flora normal maupun flora abnormal dalam mulut dapat dikendalikan. Sebaliknya, jika kebersihan tidak dijaga, bakteri seperti streptococcus dapat berkembang lebih cepat dan menghasilkan endotoksin penyebab bau.

Metode Menyikat Gigi

“Sikat gigi adalah senjata utama untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Namun, teknik menyikat yang salah justru bisa menimbulkan masalah,” ujarnya.  Ia menyarankan metode menyikat gigi yang benar, seperti teknik roll (gerakan menggulung ke atas dan ke bawah) atau scrub (gerakan horizontal dan memutar). Waktu yang tepat untuk menyikat gigi saat puasa adalah setelah sahur dan sebelum tidur. Selain itu, pemilihan pasta gigi juga penting. Pasta gigi yang mengandung detergen sebaiknya dihindari karena dapat menghambat produksi air liur, yang justru membuat mulut semakin kering.  Beberapa bahan alami dapat membantu mengurangi bau mulut, seperti teh hijau, ekstrak daun salam, dan ekstrak biji pepaya. Namun, ia mengingatkan bahwa obat kumur berbasis alkohol sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang karena dapat merusak jaringan saraf secara perlahan.

Edi juga menyarankan pola konsumsi air putih yang cukup untuk menjaga kelembaban mulut dengan 3-2-3.  “Yaitu tiga gelas air saat berbuka, dua gelas sebelum tidur, dan tiga gelas saat sahur. Selain air putih, buah-buahan dengan kadar air tinggi seperti semangka dan melon juga baik untuk menjaga hidrasi tubuh,” jelasnya.

Ia juga menyoroti peran gula dalam menyebabkan bau mulut. Untuk menghindarinya, konsumsi gula berlebih sebaiknya dikurangi dan digantikan dengan buah-buahan yang kaya air.  Terakhir, Edi menekankan bahwa dalam Islam, amalan seperti wudhu dapat membantu menjaga kesehatan rongga mulut. Dengan berwudhu minimal lima kali sehari, kelembaban rongga mulut tetap terjaga, sehingga dapat mengurangi risiko bau mulut.

Berita Terbaru

RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerima lima siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Negeri 4 Solo, Senin (2/11/2026)....

Gathering GSS, RS PKU Muhammadiyah Solo Bangun Optimisme Penyintas Kanker Payudara

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Solo memperkuat dukungan bagi penyintas kanker payudara melalui Gathering Komunitas Grup Sehat dan Semangat (GSS), Ahad (1/11/2026). Mengusung tema “Bersama...

RS UMS A.R. Fachrudin Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pelayanan kesehatan. Rumah sakit yang berada di bawah naungan...

RS UMS Tekankan Pentingnya Sanitasi dan Kelestarian Lingkungan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS UMS A.R. Fachrudin mengikuti Sosialisasi Persetujuan Lingkungan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo di Sukoharjo Room, Hotel Sahid Jaya Solo,...

RS UMS A.R. Fachrudin dan IBI Kartasura Gelar Edukasi Resusitasi Bayi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjadi tuan rumah pertemuan rutin Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting XI Kecamatan Kartasura, Kabupaten...

RS PKU Muhammadiyah Solo Serap Aspirasi untuk Program Kerja 2027

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Solo menghimpun masukan dari 46 peserta dalam Pertemuan Stakeholder dan Jejaring Mitra Kerja untuk membahas rencana kerja 2027. Pertemuan yang...

RS UMS Perkuat Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Penanganan ISPA

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mengikuti Pertemuan Tatalaksana Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2 ISPA) bagi petugas...

Jalani Kredensial BPJS, RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Standar Mutu Pelayanan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalani proses kredensialing BPJS Kesehatan pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di rumah sakit...

MARS FK UMS Perkuat Manajemen dan Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi RS PKU Muhammadiyah Kartasura untuk memperkuat tata kelola manajemen...

Tim Medis RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan Jemaah Tabligh Akbar

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin menyiagakan tim medis untuk mendukung pelayanan kesehatan selama Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di...

Kader Posyandu Karangasem Dibekali Edukasi Kesehatan Siklus Hidup

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas kader Posyandu di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis...

RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Kemitraan dengan Mandiri Taspen

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri Taspen untuk mendukung pemanfaatan layanan kesehatan bagi...