Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Prof. Anton A. Setyawan: Danantara Harus Dikelola Profesional Agar Tak Jadi Beban Negara

Alvian, Editor: Sholahuddin
Kamis, 13 Februari 2025 09:42 WIB
Prof. Anton A. Setyawan: Danantara Harus Dikelola Profesional Agar Tak Jadi Beban Negara
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Guru besar ilmu manajemen Fakultas Ekononi dan Bisnis UMS, Prof. Anton Agus Setyawan. (Humas).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO-COM-Pemerintah Indonesia baru-baru ini meluncurkan sebuah lembaga baru bernama Dana Nusantara (Danantara), yang diberi suntikan dana sekitar 1.000 triliun rupiah untuk berinvestasi dalam berbagai proyek infrastruktur strategis. Namun, keberadaan lembaga ini menuai beragam tanggapan, terutama terkait dengan pengelolaannya yang dinilai memiliki potensi risiko tinggi.

Guru Besar Ilmu Manajemen UMS, Prof. Anton Agus Setyawan, mengkritik kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Anton menyampaikan salah satu kekhawatiran utama adalah apakah Danantara akan dikelola dengan profesionalisme, mengingat pengelolaan BUMN yang selama ini penuh masalah.

“Seperti yang kita ketahui, beberapa BUMN besar di Indonesia, seperti Garuda Indonesia dan Jiwasraya, mengalami kesulitan finansial yang cukup parah. Kasus Garuda Indonesia, yang memiliki banyak anak perusahaan dan hampir bangkrut, serta masalah pada BUMN asuransi seperti Jiwasraya dan Bumi Putra, menggambarkan bagaimana pengelolaan yang tidak hati-hati dapat merugikan negara dan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (13/2/2025).

Menurutnya, jika Danantara tidak berhati-hati dalam memilih dan mengelola proyek-proyek yang layak, atau jika dana yang diinvestasikan terlalu berisiko, hal tersebut dapat menambah beban bagi pemerintah dan masyarakat.  “Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan kajian mendalam mengenai kelayakan setiap proyek yang akan dibiayai, memastikan bahwa proyek tersebut memiliki potensi pengembalian yang memadai, dan tidak hanya berpotensi menambah kerugian,” tutur Guru Besar Ilmu Manajemen UMS itu.

Di sisi lain, Danantara juga diharapkan bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi proyek-proyek pemerintah yang tidak dapat didanai oleh APBN, mengingat keterbatasan penerimaan pajak yang terus melambat. Lembaga ini diharapkan dapat membantu mendanai proyek infrastruktur yang sudah lama tertunda, seperti proyek IKN (Ibu Kota Negara) yang hingga kini terhambat karena kurangnya minat dari investor swasta. Namun, untuk memastikan kesuksesan, Danantara harus benar-benar hati-hati dalam memilih proyek yang layak dan mampu memberikan pengembalian yang diharapkan.

“Tentu saja, semua pihak ingin melihat apakah Danantara akan mampu mengelola dana sebesar itu secara profesional, dengan pendekatan yang transparan dan berdasarkan analisis yang matang terhadap setiap proyek. Sebab, jika pengelolaannya tidak tepat, lembaga ini justru bisa menjadi BUMN baru yang menghadapi masalah serupa dengan yang terjadi pada Garuda Indonesia, Jiwasraya, atau Bumi Putra,” imbuhnya.

Campur Tangan Politik

Selain masalah teknis pengelolaan, faktor politik di balik pembentukan dan pengelolaan Danantara juga tidak bisa diabaikan. Seperti halnya BUMN lainnya, keberadaan Danantara tidak terlepas dari campur tangan politik. Di Indonesia, banyak BUMN yang terpengaruh oleh politik dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam pemilihan jajaran direksi dan pengelolaannya.

“Hal ini sering kali berdampak negatif pada kinerja perusahaan, sehingga Indonesia sulit untuk memiliki BUMN yang mampu bersaing secara global, seperti halnya Temasek di Singapura atau Petronas di Malaysia. Meskipun terdapat banyak kekhawatiran, kita juga harus mengakui bahwa pengelolaan BUMN yang profesional dapat berkontribusi besar pada perekonomian Indonesia,” terang Dekan FEB UMS itu.

Jika Danantara bisa dikelola dengan baik, lembaga ini memiliki potensi untuk mendatangkan keuntungan dan membantu membiayai pembangunan infrastruktur, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBN atau pajak rakyat.  “Kita perlu mengkaji lebih dalam tentang bagaimana Danantara akan beroperasi, serta apakah kehadiran lembaga ini akan memberikan dampak positif atau justru menambah beban baru. Yang jelas, pengelolaan yang hati-hati dan transparan menjadi kunci utama agar lembaga ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat,” tegas Anton.

Berita Terbaru

PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...

HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...

HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...

FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...

Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...

Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...