PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan,, mengingatkan pentingnya transparansi dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ia menilai entitas ini harus dikelola secara konservatif karena melibatkan dana publik dalam jumlah besar. “Ini bukan sekadar investasi biasa. Ini adalah dana rakyat. Maka, pengelolaan Danantara tidak bisa disamakan dengan dana swasta yang berorientasi spekulatif,” ujar Anton kepada wartawan di kampus UMS, Jumat (2/5/2025).
Menurutnya, sejak awal pembentukan, Danantara sudah menuai keraguan karena dianggap tidak melalui proses transparan, termasuk dalam pelibatan pakar ekonomi dari universitas atau kalangan independen. Ia menyebut, tidak tampak adanya konsultasi atau komunikasi terbuka dengan akademisi saat ide Danantara pertama kali diumumkan.
Mitigasi Risiko
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS itu juga menyoroti sumber pendanaan Danantara yang berasal dari pemotongan APBN dan penggabungan aset BUMN perlu diawasi ketat. Ia mengingatkan agar entitas ini tidak terjebak pada investasi bernilai besar tanpa mitigasi risiko yang memadai. “Kalau gagal, uang rakyat bisa lenyap. Ini ratusan bahkan ribuan triliun rupiah,” kata dia.
Ia menekankan pentingnya diversifikasi portofolio investasi agar risiko tidak terkonsentrasi pada satu atau dua proyek besar. Prinsip ‘jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang’ harus dijadikan pedoman dalam strategi Danantara.
Terkait pengawasan, Anton mempertanyakan sejauh mana fungsi legislatif dan lembaga hukum mampu mengontrol jalannya Danantara. Ia menyebut pengawasan kejaksaan yang belakangan ini dikabarkan pun belum mampu menumbuhkan kepercayaan publik sepenuhnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti faktor eksternal yang turut menghambat masuknya investor asing, seperti risiko ekonomi global. Karena itu, menurutnya, Danantara menjadi harapan pemerintah untuk menggantikan peran investor luar dalam membiayai proyek-proyek infrastruktur besar yang dianggap strategis.
Namun, ia mengingatkan agar Danantara tidak terpengaruh oleh kepentingan politik praktis atau tekanan dari ormas yang kerap mengganggu iklim investasi. “Kita sedang hidup dalam sistem demokrasi liberal yang kebablasan. Ormas yang dulunya dijadikan alat politik kini menagih balas budi dengan cara-cara yang merusak,” ucapnya.
Anton menyarankan Danantara fokus membiayai proyek-proyek yang aman dan tidak spekulatif demi menjaga kepercayaan publik serta menjamin keberlanjutan pembangunan. “Kalau ingin mengambil peran strategis, Danantara harus menunjukkan akuntabilitas dan membuka ruang komunikasi dengan para ahli. Jangan seperti sekarang, lahir mendadak dan minim transparansi.”
Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...
UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...
UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....
Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...
Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....
Warga Alasombo Belajar Akses JKN dan Bansos Bersama Kesmas UMS
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa PBL-1 Kelompok 9 Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi dan konsultasi layanan kesehatan serta bantuan sosial bagi...
Alumnus FAI UMS Raih World Rank 4 Education and Islamic Studies
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Konsistensi dalam penelitian dan publikasi mengantarkan alumnus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mahmudulhassan atau Hasan, meraih World Rank 4 in...
Hadapi Ancaman Siber, UMS Perkuat Sistem Keamanan Informasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) atau Information Security Management System (ISMS). Langkah...
Mahasiswa UMS Ciptakan Sabun Telang-Sereh, Berdayakan Warga
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi sabun cuci piring berbahan bunga telang dan sereh. Inovasi...
IIEF 2026, FAI UMS Kenalkan Pendidikan Islam Berbasis VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan layanan konsultasi pendidikan, informasi beasiswa, dan pengalaman teknologi Virtual Reality (VR) dalam International Islamic...
Akreditasi Unggul Perkuat Mutu S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Doktor (PBIPD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga...
Hari Kesaktian Pancasila: Memahami Sejarah Pancasila dan Identitas Kebangsaan Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masih dalam momentum Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, selama ini lekat dengan narasi tentang Pancasila, peristiwa 1965, serta upaya mempertahankan ideologi negara....







