Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Pakar UMS Kritisi Arah Pembangunan Nasional: Kebijakan Publik Harus Bertanggung Jawab

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 21 Oktober 2025 19:17 WIB
Pakar UMS Kritisi Arah Pembangunan Nasional: Kebijakan Publik Harus Bertanggung Jawab
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi kereta cepat.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung kembali mencuat setelah Kementerian Keuangan menolak permintaan pembayaran utang proyek tersebut. Keputusan ini memicu perdebatan soal tata kelola investasi negara dan efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, menilai langkah Kementerian Keuangan tersebut sudah tepat dari sisi fiskal. Namun ia menegaskan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis proyek strategis nasional agar tidak menimbulkan beban baru bagi keuangan negara.

“Sejak awal, proyek kereta cepat sebenarnya tidak layak secara business to business. Harga tiketnya mahal, sementara beban hutangnya besar. Akibatnya, sulit menutup biaya dan justru berpotensi menambah tekanan pada fiskal negara,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur publik memang tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi tetap harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Kalau subsidi diberikan untuk transportasi massal yang digunakan masyarakat menengah ke bawah, itu logis. Tapi jika proyek besar justru lebih banyak dinikmati kalangan menengah ke atas, perlu dikaji ulang arah kebijakannya,” jelasnya.

Aspek Politis

Anton menilai, sejumlah proyek infrastruktur yang digarap pemerintah lebih menonjolkan aspek politis ketimbang manfaat sosial. “Banyak proyek berbiaya tinggi yang lebih pantas disebut proyek mercusuar, karena tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat bawah,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menilai keputusan Menteri Keuangan untuk menolak pembayaran utang proyek kereta cepat bukanlah langkah keliru. Menurutnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki kapasitas finansial untuk menanggung beban tersebut.

“Kemenkeu sudah tepat. Ketika pemerintah memindahkan pengelolaan aset-aset BUMN kepada superholding Danantara, ya berarti utang kereta cepat dibayar menggunakan dividen BUMN,” terangnya.

Lebih jauh, Anton mengingatkan agar pemerintah membedakan dengan tegas antara proyek infrastruktur publik yang membutuhkan subsidi dan proyek privat yang seharusnya mengikuti mekanisme pasar. “Kalau TransJogja atau TransJakarta disubsidi, itu wajar. Tapi proyek seperti kereta cepat ini menyasar kelompok menengah ke atas. Jadi orientasinya harus jelas,” tegasnya.

Ketimpangan Pembangunan

Senada, Assoc. Prof. Zilhardi Idris, dosen Teknik Sipil UMS, menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih terpusat di Pulau Jawa. “Indonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, yang terjadi bukan kemajuan, tapi ketimpangan,” ujarnya tegas.

Zilhardi mengungkap, rasio panjang jalan terhadap luas wilayah Indonesia masih rendah sekitar 250 meter per kilometer persegi. “Bayangkan, ada wilayah yang bahkan belum memiliki seperempat kilometer jalan di tiap 1 km². Artinya, pembangunan belum menjangkau banyak daerah,” jelasnya.

Ia juga menilai lemahnya koordinasi antar lembaga pemerintah seperti Bappenas, BPS, DPR, Kementerian PUPR, dan Kemenhub menjadi penyebab tidak efektifnya perencanaan pembangunan. “Kalau Bappenas diam, DPR pasif, dan data BPS tidak akurat, perencanaan nasional kehilangan nalar,” kata Zilhardi.

Keduanya sepakat bahwa percepatan pembangunan harus dibarengi prinsip keadilan dan tata kelola yang bersih. Prof. Anton menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi rakyat. “Kalau UMKM bangkit, ekonomi rakyat ikut bergerak,” ujarnya.

Zilhardi menutup dengan pesan moral bagi para pembuat kebijakan. “Kebijakan publik bukan eksperimen politik, tapi amanah rakyat. Siapa pun yang memaksakan kebijakan yang tidak bijak harus bertanggung jawab,” tegasnya

Berita Terbaru

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...