Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Nyaman Kuliah di UMS, Mahasiswi Kristen Ini Bagikan Cerita Menarik

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 19 Juli 2024 12:20 WIB
Nyaman Kuliah di UMS, Mahasiswi Kristen Ini Bagikan Cerita Menarik
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Juliananta Putri Atmadja. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Viral di media sosial, mahasiswi beragama Kristen membagikan pengalamannya selama kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Cerita itu awalnya diketahui dari artikel di IBTimes.ID yang ditulis Muhammad Saleh, berjudul ‘Saya Kristen, dan Saya Muhammadiyah’.

Tidak hanya pada website, tulisan ini juga dimuat di instagram ibtimes.id yang ramai diperbincangkan netizen. Postingan tersebut diberi judul ‘Mahasiswi Kristen Ini Ngerasa Nyaman Banget Ngampus di Muhammadiyah’.

Mahasiswi itu bernama Juliananta Putri Atmadja, atau akrab disapa Lily. Dia merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMS. Dia pun membagian cerita menarik tentang toleransi beragama selama berkuliah pada tim humas UMS

“Kalau dari pertemanan di UMS asik-asik aja, mereka tidak pernah membeda-bedakan. Awalnya saya mengira nanti gimana ya pas kuliah, tapi ternyata mereka baik-baik semua malahan. Sudah sama-sama paham aja,” ungkap Lily Kamis (18/7/2024).

Dia menyebut dosen UMS juga perhatian dan tidak membeda-bedakan mahasiswa. “Pernah pas dulu ada hari raya sama cuti, waktu cuti itu saya sudah kuliah. Malah ditanya kok Lily sudah masuk kuliah. Jujur pas itu saya merasa terharu, dosen masih mengingat itu dan sampai saat ini masih teringat terus. Jadi toleransinya kuat banget,” paparnya.

Tidak Ada Diskriminasi Nilai

Meskipun hal tersebut mungkin sepele, hal itu akan tetap menjadi ingatan yang terkenang di benaknya. Lily menambahkan dosen UMS juga tidak mendiskriminasi dalam memberikan nilai karena adanya perbedaan agama.

“Awalnya saya takut, nanti gimana ya untuk nilai. Tapi sejauh ini nilaiku bagus-bagus aja, sesuai dengan kemampuan dan apa yang dipelajari sebelumnya. Pengalamanku sejauh ini, saya malah merasa lebih berkembang sih terutama dalam menjadi konten kreator. Dari dulu saya memang suka buat video-video gitu. Awalnya dulu random, tapi pas masuk UMS jadi lebih tertata gitu,” kata Lily.

Di UMS, Lily juga belajar tentang bagaimana saling menghargai perbedaan. “Dalam hal pakaian, UMS tidak mewajibkan mahasiswa non Islam untuk menggunakan hijab, yang penting bebas rapi sopan. Nah yang seru pas bulan Ramadan kemarin. Asyik banget merasakan suasana berburu takjil di sekitar kampus,” terangnya.

Juliananta Putri Atmadja bersama kawan-kawannya di UMS.

Juliananta Putri Atmadja bersama kawan-kawannya di UMS. (Humas)

Tak hanya itu, Lily juga mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Sudalmiyah Rais yang ternyata isi materi yang disampaikan juga sama, dalam artian sama-sama mengajarkan kebaikan. “Kalau masalah merayakan kaya gitu, keluarga saya ada yang muslim, ada yang nonmuslim jadi tidak kaget,” tambahnya.

Lily berharap selama kuliah bisa mengembangkan soft skill, berorganisasi dan belajar menjadi konten kreator dan berprestasi. “Kemudian untuk UMS sendiri, bisa lebih banyak informasi terkait mahasiswa non muslim yang kuliah di UMS. Agar tidak seperti saya dulu, bingung kira-kira gimana ya kalau memilih kampus Muhammadiyah,” terangnya.

Baca Juga: Kisah Fanti, Suster Kristen yang Kuliah di Universitas Muhammadiyah Madiun

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ihwan Susila, mengungkapkan Islam itu Rahmatan Lil Alamin, sehingga Muhammadiyah juga sangat terbuka dalam bidang pendidikan tanpa membeda-bedakan.

“Dalam Muhammadiyah itu, ada namanya amar ma’ruf nahi munkar. Jadi siapapun yang masuk UMS, saya kira akan menikmati bagaimana Islam itu diterapkan di kampus kita tercinta ini. Sehingga mereka merasa aman dan nyaman, karena lingkungan UMS mendukung mereka untuk bersemangat dalam belajar,” paparnya.

Keberagaman itu sebuah keniscayaan dan itu pasti akan menjadi bagian dari sesuatu yang tidak terpisahkan dari peradaban global. “Hal tersebut dapat dilihat dari keragaman UMS, mulai dari keragaman mahasiswa yang memiliki berbagai agama dan negara yang berbeda-beda, dan UMS mewadahi kemampuan dan keterampilan mahasiswanya,” tegasnya.

Berdasarkan data, saat ini di UMS terdapat 31.519 mahasiswa Islam, 43 mahasiswa Katolik, 8 mahasiswa Protestan, 1 mahasiswa Budha dan 22 mahasiswa Hindu.

Berita Terbaru

UMS Kembangkan Model Ekonomi Sirkular Desa Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah di Boyolali

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Binaan (P2DB). Program tersebut difokuskan...

63 Tahun SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan: Merawat Akhlak, Menjawab Tantangan Era Digital

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Enam puluh tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan untuk terus bertahan, tumbuh, dan bergerak mengikuti perubahan zaman. Di...

UMS Apresiasi Mahasiswa dari 41 Negara Lewat International Student Award 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan apresiasi kepada mahasiswa internasional melalui International Student Award 2026 bertajuk Recognizing Outstanding Achievement, Contribution, and Excellence di...

Pengurus Lazismu Pakistan Ikuti Penguatan Tata Kelola Bersama UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui pengembangan tata kelola lembaga filantropi Muhammadiyah. Kali ini, Wakil Dekan III Fakultas Agama...

Disertasi Doktor UMS Tawarkan Model Bi-Rahmah sebagai Solusi Pencegahan Bullying

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan pendidikan. Siti Rahmawati resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam...

Pustakawan UMS Presentasikan Inovasi IMAM di University Malaya Malaysia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti studi banding ke Malaysia yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI)...

Pengabdian Masyarakat, Program Studi Profesi Psikolog UMS Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Siswa SMP

KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema kesehatan mental bagi siswa baru...

Program Profesi Psikolog UMS Sampaikan Psikoedukasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura

KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Membangun Muhjitos Team yang...

Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...

UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...

Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...

Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...