
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Diskusi Buku dan Workshop Literasi Digital Moderasi Beragama dengan tema “Memperkuat Islam Wasathiyah di Ruang Digital” yang dilaksanakan di Ruang Seminar Lt. 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat-Sabtu (22-23/4/2024).
Rektor UMS, Prof. Sofyan Anif, menyampaikan selamat datang kepada peserta Diskusi Buku dan Workshop Literasi Digital Moderasi Beragama. Sofyan Anif berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Narasumber dalam Diskusi Buku ini menghadirkan Prof. Ahmad Najib Burhani (Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN), K.H. Tafsir (Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah), Savic Ali (Ketua PBNU) dan Romo Eduardus Didik Cahyono Widyatama, SJ (Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Semarang).
Tokoh Agama Katolik, Romo Eduardus Didik, mengungkapkan, undangan ini menarik. Dirinya juga merasa terhormat dan bangga. Menurutnya, moderasi beragama ini tidak hanya berhenti di judul dan konsep moderasi beragama, namun langsung mengundang saya untuk menghidupi buku ini. Sehingga, secara sederhananya dengan mengundang saya ke diskusi ini berarti sudah menerapkan praktik moderasi beragama itu sendiri secara praktik.
Kemudian, tambahnya, yang tidak kalah menarik dalam buku karya Prof. Haedar Nashir yaitu tulisan moderasi beragama juga mengakomodasi penulis dari agama lain. Jadi buku ini pun ditulis dengan mengajak teman-teman dari berbagai macam kalangan. “Sebagai tokoh Muhammadiyah, buku ini menjadikan inspirasi bagi kita untuk menulis yang memiliki berbagai perspektif dari agama lain terhadap suatu hal,” ujarnya, Jumat (22/3/2024).
Buku ini indah dan inspiratif, lanjutnya, hal ini menunjukkan Haedar Nashir menjadi sosok yang nyaman dan damai di tengah pergaulan umat beragama yang lain. “Saya itu memang dekat dengan Muhammadiyah. Kalau bahasanya, Katoliknya Islam itu dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU), jadi Katoliknya Islam itu NU. Kalau Kristennya Islam itu Muhammadiyah,” tambahnya berseloroh.

Suasana Diskusi Buku dan Workshop Literasi Digital Moderasi Beragama, Jumat (22/3/2024), di Gedung Siti Walidah UMS. (Humas UMS).
Prof Haedar menjadi inspirasi akrab dan berelasi dengan umat agama yang lain. Sehingga, buku ini mengajak masyarakat untuk menghayati maupun menjalani Kemuhammadiyahan sebagai jalan untuk membantu manusia untuk lebih dekat dengan Tuhan. Sementara menurut Peneliti BRIN, Prof. Ahmad Najib Burhani, judul buku ini menjadi kata yang menarik sebagai ungkapan dari sesuatu yang dihayati oleh Buya Haedar. Ahmad Najib Burhani mengurai roadmap moderasi beragama ala Haedar Nashir. Ia membagi beberapa tahap moderasi dengan isu-isu spesifik. Dari roadmap itu, masing-masing era 2000-2005 dengan isu utama pada demistifikasi dan demitologisasi takhayul, bid’ah dan churafat. Termasuk juga isu dakwah kultural. Kemudian periode 2005-2020 dengan isu trans-nasional Islam dan disiplin organisasi, kemudian isu revitalisasi ideologi Muhammadiyah.
Dakwah Kultural
Kemudian, pada 2010-2015 isu yang kuat adalah isu khilafah, ISIS yang kemudian lahir konsep dar al-ahdy wa al-sahadah, dakwah kultural, rekomendasi keumatan, keindonesiaan dan kemanusiaan. Kemudian pada periode 2015-2020 dengan isu utama pada moderasi di Tengah polarisasi sosial, politik dan agama, kemudian rekonsilinasi nasional.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dadang Kahmad mengungkapkan bahwa hasil Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo tahaun 2022 menghasilkan Islam Berkemajuan, yang salah satunya berbasis wasathiyah.
“Sehingga judul buku ini tidak begitu aneh, karena beliau juga bagian dari Muhammadiyah,” ungkap Dadang Kahmad. Dalam kesempatan itu, Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof. Arskal Salim, mengapresiasi karya Haedar Nashir itu. “Hal ini merupakan bentuk dukungan untuk kebijakan Kementerian Agama dalam menguatkan moderasi beragama dari tahun 2019. Sebagai organisasi yang sudah lama berkiprah dan memiliki jumlah pengikut yang semakin besar menjadi poin penting dalam mensukseskan program pemerintah,” ujarnya.
Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...
PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...
Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...
Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...
Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...
Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...
Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...
Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...
Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...
FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...
Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...





