Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Catatan Diskusi : Sekolah Islam Modern & Kepemimpinan Transformasional

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Kamis, 14 April 2022 14:59 WIB
Catatan Diskusi :  Sekolah Islam Modern & Kepemimpinan Transformasional

 

Oleh : Hendro Susilo *)

 

 

 

MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Selasa, 12 April 2022 bertempat di studio SMA Muh PK TV berlangsung sebuah acara diskusi dengan tema “Sekolah Islam Modern dan Kepemimpinan Transformasional. Hadir sebagai narasumber adalah Muhdiyatmoko,M.Pd selaku ketua FGM (Forum Guru Muhammadiyah) kota Surakarta dan Zaki Setiyawan,M.Pd dari Majelis Pustaka dan Informasi PDM Surakarta sekaligus juga mahasiswa doktoral pendidikan di UMS. Diskusi tersebut  untuk mengidentifikasi karakteristik sekolah Islam modern yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mengidentifikasi kepemimpinan transformasional dalam pengelolaan  pendidikan di sekolah Islam modern.

Menarik sekiranya memperbincangkan tema tersebut, mengingat perkembangan era disrupsi yang menyebabkan perubahan secara mendasar di berbagai bidang seperti agama, ekonomi, politik, sosial dan budaya yang juga ternyata mempengaruhi dunia pendidikan. Termasuk pendidikan Islam di dalamnya, sehingga menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan adaptasi dan perubahan sebagai respon dari perkembangan zaman.

Mari kita tengok pendidikan Muhammadiyah, memang Sekolah Islam Modern banyak dimiliki oleh persyarikatan Muhammadiyah. Ciri khas keislaman dari lembaga pendidikan milik Muhammadiyah yaitu mempunyai materi pelajaran ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab). “Lembaga Pendidikan Muhammadiyah harus memantapkan diri dengan melembagakan diri sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Zaki yang mengawali paparannya dengan menceritakan latar belakang era keterbukaan reformasi yang mendorong munculnya varian-varian baru dalam sekolah Islam modern.

Perubahan politik terjadi secara cepat dan drastis di Indonesia tahun 1998, peristiwa ini menjadi awal dari orde reformasi. Kalangan muslimin semakin tinggi partisipasi dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara di era reformasi. Kelas menengah muslim memiliki nilai kehidupan / values yang religius. Kelas menengah muslim menciptakan peluang baru dalam pendidikan. Sekolah Islam Modern mulai bermunculan dan yang sudah eksis mulai berbenah diri. Maka muncul varian baru dari sekolah Islam seperti Islam Terpadu, Full Day School Program Khusus, International Class dsb. Madrasah dan Pondok Pesantren juga mulai berbenah. Madrasah mengkreasikan varian baru yang menonjolkan program sains dan tahfidz. “Maka muncul varian unggul dari madarasah seperti MAN Insan Cendekia, MAN PK, MTSN PK , MI PK, TrenSains dan sebagainya,” ujar Zaki.

Kepemimpinan menjadi inti dalam sebuah Sekolah Islam Modern. Sekolah mempunyai potensi menjadi maju atau mundur tergantung kepada kepemimpinan dari kepala sekolah. Kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah terkait dengan gaya kepemimpinan. Kepala Sekolah harus mampu mengelola dengan memadukan dan mengkontekstualisasikan gaya kepemimpinan berdasarkan kebutuhan demi mencapai tujuan sekolah.

Tentang gaya kepemimpinan, ini dikupas oleh Muhdiyatmoko selaku narasumber dari FGM. Muhdiyatmoko memaparkan salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan ini memfokuskan diri pada aktifitas yang memberi pengaruh dan hasil. Berbekal pengalaman mengelola SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Muhdiyatmoko menyebutkan ciri-ciri pemimpin transformasional antara lain visioner, inspiratif, memiliki kharisma, mendorong kreatifitas dan inovasi dengan mengupdate pola pikir,teknik dan target.

Sekolah Islam Modern merupakan sekolah yang mengintegrasikan antara Islam dan sains. Beberapa jurnal menyebut dengan istilah Pendidikan Islam integralistik. Perubahan model pendidikan Islam yang dikotomis menjadi integralistik di sebuah institusi pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Transformasi membutuhkan energi yang besar dan partisipasi dari berbagai pihak. Oleh sebab itulah, Muhdiyatmoko mengatakan gaya kepemimpinan transformasional sangat cocok digunakan dalam mengelola lembaga pendidikan dalam menghadapi era disrupsi saat ini.

Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa peran guru tidak dapat digeser walaupun kemajuan teknologi semakin pesat. Betapapun sumber pengetahuan mudah didapatkan dari berbagai sumber dan kecanggihan teknologi, tetapi untuk pendidikan hati atau karakter tetap membutuhkan sentuhan dari seorang pendidik. Maka pendekatan pembelajaran Islam di sekolah selain unggul dalam hal ketauhidan, juga unggul dalam hal keilmuan serta menaruh perhatian pada akhlak/karakter. Dalam hal ini, Ismuba di sekolah Muhammadiyah harus menjiwai dan implementasinya di sekolah maupun masyarakat harus nyata sehingga menjadi nilai diferensiasi sekolah yang dapat melayani kebutuhan masyarakat.

*)Aktivis Pemuda Muhammadiyah

Berita Terbaru

Krisis Iklim Bukan Isu Lebay, Wakil Ketua MPR RI Desak Percepatan Transisi Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. Penegasan...

Buka Manasik Haji 2027, KBIHU Zamzam Colomadu Perkenalkan Website dan Paket Bimbingan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — KBIHU Zamzam Cabang Colomadu meluncurkan website resmi (kbihuzamzam.com) bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji, Ahad (26/4/2026), di Ruang Seminar lantai 5 Gedung...

Aset Dana Pensiun Nasional Tembus Rp1.700 T, ADPI Kumpul di UMS Bahas Strategi Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun...

Hari Bumi, Akademisi UMS: Kenaikan Harga Plastik Bukan Sekadar Isu Lingkungan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti isu yang kian kompleks seperti kenaikan harga plastik yang dampaknya tidak berhenti pada lingkungan, tetapi merambah...

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....