Oleh : Hendro Susilo *)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Selasa, 12 April 2022 bertempat di studio SMA Muh PK TV berlangsung sebuah acara diskusi dengan tema “Sekolah Islam Modern dan Kepemimpinan Transformasional. Hadir sebagai narasumber adalah Muhdiyatmoko,M.Pd selaku ketua FGM (Forum Guru Muhammadiyah) kota Surakarta dan Zaki Setiyawan,M.Pd dari Majelis Pustaka dan Informasi PDM Surakarta sekaligus juga mahasiswa doktoral pendidikan di UMS. Diskusi tersebut untuk mengidentifikasi karakteristik sekolah Islam modern yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mengidentifikasi kepemimpinan transformasional dalam pengelolaan pendidikan di sekolah Islam modern.
Menarik sekiranya memperbincangkan tema tersebut, mengingat perkembangan era disrupsi yang menyebabkan perubahan secara mendasar di berbagai bidang seperti agama, ekonomi, politik, sosial dan budaya yang juga ternyata mempengaruhi dunia pendidikan. Termasuk pendidikan Islam di dalamnya, sehingga menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan adaptasi dan perubahan sebagai respon dari perkembangan zaman.
Mari kita tengok pendidikan Muhammadiyah, memang Sekolah Islam Modern banyak dimiliki oleh persyarikatan Muhammadiyah. Ciri khas keislaman dari lembaga pendidikan milik Muhammadiyah yaitu mempunyai materi pelajaran ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab). “Lembaga Pendidikan Muhammadiyah harus memantapkan diri dengan melembagakan diri sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Zaki yang mengawali paparannya dengan menceritakan latar belakang era keterbukaan reformasi yang mendorong munculnya varian-varian baru dalam sekolah Islam modern.
Perubahan politik terjadi secara cepat dan drastis di Indonesia tahun 1998, peristiwa ini menjadi awal dari orde reformasi. Kalangan muslimin semakin tinggi partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era reformasi. Kelas menengah muslim memiliki nilai kehidupan / values yang religius. Kelas menengah muslim menciptakan peluang baru dalam pendidikan. Sekolah Islam Modern mulai bermunculan dan yang sudah eksis mulai berbenah diri. Maka muncul varian baru dari sekolah Islam seperti Islam Terpadu, Full Day School Program Khusus, International Class dsb. Madrasah dan Pondok Pesantren juga mulai berbenah. Madrasah mengkreasikan varian baru yang menonjolkan program sains dan tahfidz. “Maka muncul varian unggul dari madarasah seperti MAN Insan Cendekia, MAN PK, MTSN PK , MI PK, TrenSains dan sebagainya,” ujar Zaki.
Kepemimpinan menjadi inti dalam sebuah Sekolah Islam Modern. Sekolah mempunyai potensi menjadi maju atau mundur tergantung kepada kepemimpinan dari kepala sekolah. Kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah terkait dengan gaya kepemimpinan. Kepala Sekolah harus mampu mengelola dengan memadukan dan mengkontekstualisasikan gaya kepemimpinan berdasarkan kebutuhan demi mencapai tujuan sekolah.
Tentang gaya kepemimpinan, ini dikupas oleh Muhdiyatmoko selaku narasumber dari FGM. Muhdiyatmoko memaparkan salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan ini memfokuskan diri pada aktifitas yang memberi pengaruh dan hasil. Berbekal pengalaman mengelola SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Muhdiyatmoko menyebutkan ciri-ciri pemimpin transformasional antara lain visioner, inspiratif, memiliki kharisma, mendorong kreatifitas dan inovasi dengan mengupdate pola pikir,teknik dan target.
Sekolah Islam Modern merupakan sekolah yang mengintegrasikan antara Islam dan sains. Beberapa jurnal menyebut dengan istilah Pendidikan Islam integralistik. Perubahan model pendidikan Islam yang dikotomis menjadi integralistik di sebuah institusi pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang kuat. Transformasi membutuhkan energi yang besar dan partisipasi dari berbagai pihak. Oleh sebab itulah, Muhdiyatmoko mengatakan gaya kepemimpinan transformasional sangat cocok digunakan dalam mengelola lembaga pendidikan dalam menghadapi era disrupsi saat ini.
Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa peran guru tidak dapat digeser walaupun kemajuan teknologi semakin pesat. Betapapun sumber pengetahuan mudah didapatkan dari berbagai sumber dan kecanggihan teknologi, tetapi untuk pendidikan hati atau karakter tetap membutuhkan sentuhan dari seorang pendidik. Maka pendekatan pembelajaran Islam di sekolah selain unggul dalam hal ketauhidan, juga unggul dalam hal keilmuan serta menaruh perhatian pada akhlak/karakter. Dalam hal ini, Ismuba di sekolah Muhammadiyah harus menjiwai dan implementasinya di sekolah maupun masyarakat harus nyata sehingga menjadi nilai diferensiasi sekolah yang dapat melayani kebutuhan masyarakat.
*)Aktivis Pemuda Muhammadiyah
UMS Hidupkan Business Center Mendungan Lewat 58 Mart
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Fasilitas ini menghadirkan 10 tenant...
SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...
Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026
KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...
Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...
Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...
Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...
Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...
Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...
Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...
Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...







