Siswa SMK Muhammadiyah 2 Surakarta Tolak Ajakan Demo 30 September

Surakarta – Menanggapi berita yang beredar di media sosial terkait seruan Siswa-siswi Indonesia Bergerak agar ikut berdemonstrasi menolak RUU KUHP pada hari Senin, 30 September 2019, Pukul 07.30 wib – selesai, siswa SMK Muhammadiyah 2 Surakarta menolak ajakan tersebut.

Ahmad Munawir, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Surakarta dalam keterangannya melarang siswa-siswinya untuk mengikuti ajakan tersebut, yang langsung ditindaklanjuti para siswa dengan membuat pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan para pelajar lainnya pada Senin pagi (30/9).

“Deklarasi Damai SMK. Kami Siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Surakarta menyatakan menolak ajakan demontrasi dari pihak manapun. Tidak akan mengikuti ajakan untuk demo, menolak demo, menolak anarkisme dalam bentuk apapun. Salam Prestasi!! Kita Bisa!! Luar Biasa! Indonesia Damai!” Pernyataan Sikap siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Surakarta sebagaiamana dilansir dari akun youtube sekolah, Senin (30/9/2019). Siswa-siswi juga mendukung terpeliharanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Indonesia.

Di pihak lain, pernyataan sikap ini juga diperkuat perintah langsung dari Dewan Pendidikan Seluruh Indonesia yang mengajak para orang tua yang memiliki  siswa/siswi  SMAN/S, SMKN/S dan SMPN/S di seluruh Indonesia untuk mengambil sikap dan kebijakan agar melarang para pelajar mengikuti demontrasi, serta tidak mendukung gerakan tersebut oleh karena bukan kewajiban pelajar untuk melakukannya. Pesan terakhir yang disampaikan adalah dengan membantu menyebarkan pesan ini berarti menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa.