Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

UMS Insight Kupas Fenomena Bobibos,Tegaskan Pentingnya Edukasi Publik Berbasis Sains

Adi, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 25 November 2025 12:59 WIB
UMS Insight Kupas Fenomena Bobibos,Tegaskan Pentingnya Edukasi Publik Berbasis Sains
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ruang dialog ilmiah melalui program UMS Insight. Program ini merupakan forum santai namun mendalam yang menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan masyarakat. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ruang dialog ilmiah melalui program UMS Insight. Program ini merupakan forum santai namun mendalam yang menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Pada episode pertama, UMS Insight yang menghadirkan host Yusuf Ismail, dengan mengangkat topik yang ramai dibicarakan publik, yakni fenomena “Bobibos”, produk energi alternatif yang diklaim mampu menyaingi bahan bakar RON 98 dan berpotensi diproduksi massal pada 2026.

Untuk meluruskan informasi sekaligus memberikan perspektif akademik, UMS Insight menghadirkan dua pakar dari Fakultas Teknik yaitu Prof. Muhammad Mujiburohman, ahli di bidang teknologi separasi dan perancangan alat, serta Rois Fatoni yang ahli di bidang termodinamika dan optimasi teknik kimia.

Keduanya menilai bahwa klaim mengenai Bobibos perlu diverifikasi secara ilmiah agar tidak menimbulkan misinformasi di tengah masyarakat. Menjelaskan secara dasar, Mujib menyampaikan bahwa Bobibos disebut-sebut sebagai bahan bakar alternatif yang berasal dari fermentasi jerami.

“Sepengetahuan dan sejauh yang saya pahami dari berbagai informasi yang saya temukan, Bobibos merupakan semacam energi atau bahan bakar alternatif hasil fermentasi jerami, dengan performa yang diklaim mencapai Research Octane Number (RON) 98,” ujarnya. Senin, (24/11/2025).

Difermentasi

Ia menambahkan jerami memang dapat difermentasi menjadi glukosa lalu etanol, tetapi proses tersebut memiliki batasan jelas yang tidak bisa dilewati begitu saja oleh klaim sepihak. Sementara itu, Rois melihat isu ini perlu ditempatkan dalam konteks transisi energi yang sedang dijalankan Indonesia. Pemanfaatan jerami sebagai limbah biomassa sudah sejalan dengan roadmap

Ia menjelaskan pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi justru bukan hal baru dan pemerintah telah memiliki roadmap yang kuat melalui program-programnya. “Limbah biomassa sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Pemerintah pun sudah berada di jalur yang tepat dalam memanfaatkan bahan bakar non-fosil, termasuk inovasi seperti Bobibos ini. Produk yang ditawarkan penemu Bobibos diklaim memiliki kualitas setara RON 98, dengan harga sekitar Rp4.000,” ungkapnya.

Rois juga menambahkan bahwa klaim Bobibos ini terdengar too good to be true terlalu sempurna jika direalisasikan. Meski demikian, Rois mengakui bahwa pemerintah tidak pernah menghalangi karya anak bangsa.

“Klaim Bobibos ini terdengar too good to be true, atau sangat mungkin tidak sepenuhnya benar. Di balik sesuatu yang tampak terlalu sempurna, biasanya ada hal lain yang perlu dicermati. Pemerintah juga tidak pernah menghalangi karya anak bangsa, karena Indonesia justru membutuhkan efisiensi dan pembangunan untuk maju. Namun hingga kini, penemu Bobibos belum bersedia membuka hasil penelitiannya kepada publik, dengan alasan khawatir dipersulit oleh pemerintah,” tegasnya.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ruang dialog ilmiah melalui program UMS Insight. Program ini merupakan forum santai namun mendalam yang menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan ruang dialog ilmiah melalui program UMS Insight. Program ini merupakan forum santai namun mendalam yang menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan masyarakat. (Humas)

Kedua narasumber menegaskan bahwa isu energi tidak boleh didekati dengan sensasi, tetapi harus berpijak pada data dan prinsip akademik. Mujib mengingatkan mahasiswa agar tetap kritis. “Gunakan metode ilmiah. Kalau suatu klaim tidak bisa diulang, tidak punya algoritma yang jelas, dan tidak dijelaskan secara terbuka, itu tanda tanya besar. Jangan mudah terpengaruh,” pesannya.

Sementara itu, Rois menekankan pentingnya pendidikan yang benar untuk mencegah masyarakat terjebak informasi sesat. “Kuncinya adalah edukasi. Kalau seseorang mendapatkan informasi yang tepat, maka kesesatan orang lain tidak akan mempengaruhi dirinya,” ujarnya.

Di balik antusiasme publik terhadap Bobibos, kedua akademisi UMS ini justru menegaskan bahwa klaim yang beredar harus diuji dengan standar ilmiah yang ketat. Mereka memandang bahwa absennya publikasi ilmiah, data laboratorium, mekanisme produksi, hingga tidak adanya dokumentasi proses fermentasi secara terbuka menjadi tanda bahwa teknologi tersebut belum siap dikatakan sebagai terobosan energi.

Melalui episode ini, UMS Insight kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengetahuan akademik ke ruang publik secara jernih, berbasis sains, dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat.

Berita Terbaru

44 Ners Baru UMS Diambil Sumpah, IPK Rata-rata 3,79 dan Peluang Karier hingga Jepang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan 44 tenaga perawat profesional melalui Upacara Sumpah Profesi Ners Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK)...

Inovasi Karpet RABA UMS Raih Dua Penghargaan di JISF 2026, Bantu Stimulasi Fokus Anak ADHD

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih dua penghargaan internasional dalam Jakarta International Science Fair (JISF) 2026, yakni Gold Medal Awards dan...

PMB 2026, Pendaftar UMS dari Kalimantan dan Sulawesi Meningkat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pendaftar calon mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dari luar Pulau Jawa mulai menunjukkan peningkatan pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Hingga...

UMS Jajaki Kerja Sama dengan 4 Kampus di Uzbekistan, Fokus Kembangkan Fakultas Kedokteran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui serangkaian kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Uzbekistan. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada bidang...

Tawarkan Konsep RME, Erham Budi Wiranto Raih Gelar Doktor ke-66 PAI UMS dengan IPK 3,93

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Erham Budi Wiranto berhasil meraih gelar doktor ke-66 dari Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Perkuat Sinergi Madrasah-Kampus, UMS Kirim Mahasiswa PKL Kemuhammadiyahan ke MTs Muhammadiyah Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — MTs Muhammadiyah Surakarta secara resmi menerima mahasiswa Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Kemuhammadiyahan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam acara serah terima yang...

Hukum, Demokrasi, dan HAM di Era Algoritma, UMS Kumpulkan Pakar Dunia dalam Short Course Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan International Short Course 2026 bertema “Law, Politics, and Governance in the...

IYSA Sambut Tawaran UMS, Siap Jadi Jembatan Mahasiswa ke Ajang Ilmiah Internasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA) sebagai langkah memperkuat rekognisi institusi di tingkat global dan...

Dukung Kampus Hijau, FT UMS Resmikan Water Station di Tiga Titik Strategis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi meluncurkan fasilitas Water Station, Senin (27/4/2026), di Hall Gedung H. Inisiatif ini menjadi langkah konkret...

Inovasi Green Cosmetic UMS, Sampo Antiketombe Jeruk Nipis Raih Titel di JISF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Silver Medal dalam Jakarta International Science Fair (JISF) 2026 yang digelar pada 24–27 April 2026...

Hardiknas 2026, Rektor UMS Dorong Budaya Belajar Sepanjang Hayat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Induk Siti Walidah, Sabtu (2/5/2026). Upacara berlangsung khidmat...

Bahan Ajar IPAS Pesona Jepara, Inovasi Disertasi Doktor UMS Padukan Budaya Lokal dan STEAM

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Erna Zumrotun, mahasiswa program Doktor Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang terintegrasi dengan...