Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Privasi Warga

Zaatuddin, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 13 November 2025 15:59 WIB
Fenomena Fotoyu: Antara Kebutuhan Konten dan Privasi Warga
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ilustrasi fotografi.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—- Fenomena jasa fotografi marketplace seperti Fotoyu kembali ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat. Fenomena ini menuai kontroversi lantaran dianggap telah melanggar privasi seseorang.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan, sekaligus penggiat seni fotografi, mengungkap bahwa fenomena ini bukanlah hal baru dalam dunia fotografi.

Ia menilai tren tersebut tidak sepenuhnya baru, melainkan kelanjutan dari perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta kebutuhan untuk mengekspresikan diri di dunia digital. “Fenomena fotoyu itu bukan hal baru. Munculnya fotoyu adalah hasil dari hukum pasar ketika ada permintaan, pasti akan muncul penawaran. Teknologi menjawab permintaan pasar itu,” jelas Sidiq pada Senin, (10/11/2025).

Ia menekankan fotografi bukan sekedar aktivitas memotret objek, melainkan mencakup sebuah seni, teknik, dan etika sosial. Dalam dunia jurnalistik, fotografer terikat oleh etika public interest yang berarti kepentingan publik yang secara sah dapat terpublikasi tanpa harus mempunyai izin. “Ibaratnya seperti KPK menangkap koruptor, kan tidak mungkin kita fotografer izin ke koruptor untuk difoto dahulu. Public interest-nya kurang dapat,” tuturnya.

Hak Dasar

Meskipun demikian, Ia mengingatkan, walau seseorang beraktivitas di ruang publik, bukan berarti bebas untuk dijadikan objek foto tanpa persetujuan. Selain itu, ia menuturkan pentingnya dokumen persetujuan yang menjelaskan di mana foto akan ditampilkan dan bagaimana penggunaannya. “Kita sering lupa bahwa privasi itu hak dasar. Kalau orang tidak mau difoto, ya jangan difoto,” ujarnya.

Selain etika, Sidiq menyoroti pentingnya regulasi yang tegas bagi platform penyedia jasa fotografi digital. Ia menilai, platform memiliki tanggung jawab besar untuk mengatur hubungan antara fotografer dan klien, termasuk perlindungan terhadap data visual pengguna.

“Platform seperti Fotoyu itu ibaratnya marketplace. Kalau fotografer disebut mitra, maka perjanjian dan batasan harus jelas. Jangan sampai foto yang tidak terpakai dijual atau digunakan untuk kepentingan lain, apalagi bisa digunakan AI tanpa izin,” ungkapnya.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sidiq Setyawan.

Lebih lanjut, Sidiq mengakui masyarakat kini semakin peduli dengan hak privasi mereka. Ia melihat ini sebagai titik jenuh masyarakat terhadap eksposur berlebihan di ruang publik. Beberapa orang bahkan sudah memberikan tanda atau mengenakan kaos bertuliskan “Do Not Take My Photo” sebagai bentuk perlawanan.

“Orang sudah sangat peduli dengan hak-hak privacy. Bahkan beberapa orang bilang secara sederhana, orang mau lari aja kok, orang mau olahraga di luar aja, sekarang riweuh,” tutur Sidiq. Sidiq mengusulkan solusi untuk mengatasi persoalan ini. Pertama, regulasi yang jelas dari pemerintah yang mengatur term and condition platform dan batasan bagi fotografer.

Kedua, fotografer harus melihat kembali tujuan dan etika mereka. Ketiga, pelaku usaha dan fotografer tidak bisa bergerak sendiri dan harus didukung dengan platform pemangku kebijakan agar tidak memiliki gesekan horizontal. “Foto itu tidak hanya medium. Single foto pun dia bercerita tentang orang itu, tentang hal yang mungkin dia ingin sembunyikan dari dirinya,” tambahnya.

Ia juga mendorong para fotografer muda untuk memahami kembali makna fotografi sebagai medium yang merekam kisah manusia, bukan sekadar alat ekonomi. “Satu foto bukan cuma data visual, tapi cerita personal seseorang. Jadi hargailah mereka yang ingin atau tidak ingin  difoto. Jangan hanya berorientasi pada uang, tapi juga pada nilai kemanusiaan,” pesannya.

Sidiq berharap tidak ada perselisihan serius antara fotografer dengan masyarakat, sehingga semua pihak, baik pelari, fotografer, dan platform bisa sama-sama menikmati aktivitas mereka dengan nyaman.

Berita Terbaru

UMS Hidupkan Business Center Mendungan Lewat 58 Mart

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan Shelter Kuliner Sehat 58 Mart di kawasan Business Center UMS Mendungan, Jumat (30/10/2026). Fasilitas ini menghadirkan 10 tenant...

SoulMed Diluncurkan, RS UMS Dukung Medical Wellness Tourism Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin mendukung pengembangan ekosistem kesehatan digital melalui partisipasi dalam peluncuran awal aplikasi SoulMed. Kegiatan yang...

Panahan Solo Raih Dua Emas Pertama di Porprov Jateng 2026

KENDAL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim panahan Kota Solo meraih dua medali emas pada hari pertama pertandingan cabang olahraga panahan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026 Semarang...

Dosen UMS Dampingi Atlet Indonesia Raih Emas Asian Para Games

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Azlan Khoirur Rozikin, turut berkontribusi dalam keberhasilan atlet Indonesia meraih...

Sambut Milad ke-61 Kokam, Pemuda Muhammadiyah Solo Putar Film Kedung Kopi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar refleksi Milad ke-61 Kokam bertajuk “Jejak Darah di Kedung...

Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...

Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...

Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...