Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ponpes Al Khoziny

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 7 Oktober 2025 14:18 WIB
Guru Besar Teknik Sipil UMS Soroti Kegagalan Konstruksi di Kasus Ponpes Al Khoziny
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9/2025) sore ketika jemaah tengah melaksanakan salat Asar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9/2025) sore ketika jemaah tengah melaksanakan salat Asar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Menanggapi insiden tersebut, Guru Besar Teknik Sipil sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Mochamad Solikin, menilai kegagalan konstruksi bisa menimpa berbagai jenis bangunan, baik sederhana maupun bangunan bertingkat.

“Meskipun bangunan tampak sederhana, kegagalan tetap bisa terjadi jika perencanaan dan pelaksanaan tidak sesuai dengan kaidah konstruksi,” jelasnya saat ditemui pada Minggu (5/10/2025). Solikin menyebut fenomena kegagalan konstruksi bukan hal baru, baik di Indonesia maupun internasional.

Ia mencontohkan kasus pilar tol Becakayu yang runtuh saat pengecoran serta peristiwa ambruknya Tacoma Bridge di Amerika Serikat. Artinya, kegagalan bisa menimpa bangunan apapun, bahkan proyek besar sekalipun, jika aspek teknis diabaikan.

Pemeriksaan Menyeluruh

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab runtuhnya bangunan, perlu dilakukan forensic engineering, yaitu pemeriksaan teknis menyeluruh yang mirip dengan autopsi dalam dunia medis. Dari sana bisa diketahui apakah kegagalan terjadi di tahap desain, material, atau pelaksanaan di lapangan.

Dalam tahap desain, Solikin menekankan agar seluruh dokumen harus diteliti, mulai dari pondasi, dimensi struktur, ukuran balok dan kolom, hingga jumlah serta kualitas baja tulangan. Desain yang tepat akan menghasilkan perencanaan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika sejak awal ada kekeliruan, potensi gagal menjadi sangat besar.

Selain itu, tahap pelaksanaan di lapangan juga harus mengikuti standar. Solikin menegaskan bahwa beton yang baru dicor tidak bisa langsung dibebani atau dibuka bekistingnya. “Umumnya beton plat dan balok baru boleh dibuka setelah 21 hari. Kalau lebih cepat, risikonya sangat tinggi,” jelasnya.

Faktor material pun menjadi kunci penting. Ia mencontohkan kasus jembatan di Kalimantan yang runtuh akibat penggunaan baja dengan kualitas yang tidak tepat. Material harus sesuai standar, bahkan diuji dulu sebelum digunakan. Label SNI saja tidak cukup tanpa ada uji kelayakan.

Lebih jauh, Solikin menekankan pentingnya melibatkan pihak profesional dalam pembangunan. Ia menyebut ada tiga pihak yang wajib terlibat, yakni perencana, kontraktor, dan pengawas. Kontraktor tidak boleh mengawasi dirinya sendiri. Harus ada konsultan pengawas resmi yang kompeten agar kualitas dan keselamatan terjamin.

Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9/2025) sore ketika jemaah tengah melaksanakan salat Asar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari.

Musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, roboh pada Senin (29/9/2025) sore ketika jemaah tengah melaksanakan salat Asar. Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan itu ambruk tak lama setelah proses pengecoran lantai tiga selesai dilakukan pada pagi hingga siang hari. (Humas)

Namun, ia mengakui masyarakat seringkali mengabaikan prosedur tersebut, terutama ketika membangun fasilitas umum dengan biaya terbatas. Padahal, menurutnya, meskipun frekuensi kegagalan bangunan tidak sering, dampaknya bisa sangat fatal. Sebagai akademisi, Solikin menyampaikan bahwa Fakultas Teknik UMS memiliki komitmen untuk terlibat dalam pendampingan masyarakat.

“Kami pernah membantu menilai kelayakan gedung pasca kebakaran, mengevaluasi struktur yang akan dialihfungsikan, hingga mendampingi pembangunan baru. Itu bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan UMS memiliki program pengabdian masyarakat yang memungkinkan dosen dari berbagai bidang, termasuk Teknik Sipil, untuk memberikan bantuan teknis kepada lembaga pendidikan maupun keagamaan. Masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa menghubungi Fakultas Teknik UMS. “Kami siap membantu sesuai kapasitas akademik kami,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Solikin mengingatkan bahwa pembangunan harus selalu melibatkan tenaga ahli. Ia menegaskan kembali sebuah pesan penting, bahwa menyerahkan urusan bukan pada ahlinya hanya akan membawa bencana. “Kegagalan bangunan bukan sekadar kerugian material, tapi juga bisa merenggut nyawa. Karena itu, mari taat standar dan libatkan tenaga ahli sejak awal,” ujarnya.

Berita Terbaru

FHIP UMS Gandeng Polda DIY Edukasi Pelajar soal Lalu Lintas

KULON PROGO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan sejumlah instansi menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Penguatan Karakter Disiplin...

UMS Perbarui Arah Ilmu Komunikasi Hadapi Era AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat pengembangan akademik Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk...

Bekal Ketekunan, Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award di Monash Australia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Taufik Hidayat, berhasil meraih Exceptional PhD Award dari School of...

Perpustakaan UMS dan Mamba’ul ‘Ulum Kolaborasi Kembangkan Layanan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat layanan perpustakaan melalui kerja sama kelembagaan antara UPT Perpustakaan dan Layanan Digital UMS dengan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum...

UMS Bidik Kolaborasi Riset dan Industri di Tiongkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama pendidikan tinggi bersama Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat...

Dosen UMS Soroti Persaingan dan Masa Depan Marketplace ASEAN

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membahas strategi meningkatkan daya saing marketplace di kawasan ASEAN dalam Visiting Scholar Program di Shinawatra University, Thailand. Prof....

UMS Benchmarking ke UII dan UGM, Kembangkan Program Buddy

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat International Student Buddy Program melalui pengembangan tata kelola, sistem pendampingan, dan pemberdayaan mahasiswa Buddy. Upaya tersebut dilakukan melalui...

Mahasiswa UMS Kembangkan REVIVEE untuk Kurangi Limbah Pangan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan REVIVEE, platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan blockchain untuk mengatasi persoalan limbah pangan serta sampah...

FT UMS Gelar Pilmapres 2026, Lima Mahasiswa Unjuk Prestasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Laboratorium Reverse Engineering, Gedung H Lantai 2,...

PasokHub, Inovasi untuk Rantai Pasok UMKM Antar Mahasiswa UMS Raih Gelar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Inovasi digital untuk memperkuat rantai pasok dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengantarkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan...

Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kota Hadapi Krisis Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 melalui Tim Program Kreativitas...

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...