Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Mahasiswa UMS Lestarikan Bahasa Krama dan Aksara Jawa dengan Inovasi Teknologi untuk Siswa SD

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Minggu, 17 Agustus 2025 23:29 WIB
Mahasiswa UMS Lestarikan Bahasa Krama dan Aksara Jawa dengan Inovasi Teknologi untuk Siswa SD
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) JAWARA-TECH Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggencarkan pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) JAWARA-TECH Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggencarkan pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi.

Program ini menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 16 Karangasem sebagai upaya mengembalikan bahasa daerah dan aksara leluhur ke kehidupan sehari-hari anak-anak di sekolah maupun rumah.

Inisiatif ini lahir dari keprihatinan tim terhadap fenomena generasi Z dan generasi Alpha yang cenderung menggunakan bahasa asing sebagai bahasa gaul, mempelajari aksara luar, dan meninggalkan warisan budaya sendiri. Melalui hibah PKM Tahun 2025, tim itu berupaya mengemas pembelajaran bahasa krama dan aksara Jawa secara menarik dan menyenangkan.

“Kami memberikan materi bahasa krama kepada siswa melalui aplikasi mobile JAWARA Adventure yang dikembangkan tim. Aplikasi ini memuat permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman siswa,” ujar Ketua Tim PKM, Ela Fitriana, saat ditemui pada Jumat (15/8/2025).

AR dan VR

Ela Fitriana menjelaskan, metode yang digunakan adalah Game Based Learning yang dipadukan dengan teknologi inovatif, seperti aplikasi mobile, Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR). Melalui pendekatan ini, siswa dapat belajar sambil bermain dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

Program yang dilaksanakan mulai 7 Juli 2025 ini digerakkan oleh lima mahasiswa UMS. Mereka adalah Ela Fitriana (PGSD) selaku ketua, bersama Ja’anur Lathifah (PGSD), Alfina Dwiyanti (PGSD), Naurah Qolbia (Pendidikan Teknik Informatika), dan Siti Sofia (Pendidikan Teknik Informatika). Tim ini didampingi oleh dosen PGSD, Ika Candra Sayekti.

Selain aplikasi mobile, mereka juga mengembangkan game berbasis AR bernama Jejak Aji Saka. Game ini mengajak siswa menjelajahi dan merebut wilayah secara virtual, sambil mempelajari bahasa krama dan aksara Jawa. “Kami juga memanfaatkan VR melalui Museum JAWARA-TECH, di mana anak-anak dapat melihat tokoh pahlawan Indonesia sekaligus belajar bahasa krama dan aksara,” lanjut Ela.

Penerapan itu berdasarkan literatur yang dirujuk tim, yaitu Astuti dkk., 2020, yang menyebut pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa berbasis teknologi permainan merupakan bentuk revitalisasi budaya yang relevan di era globalisasi. Penggunaan game terbukti efektif dalam meningkatkan minat siswa mempelajari bahasa dan aksara daerah.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) JAWARA-TECH Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggencarkan pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. (Humas)

Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) JAWARA-TECH Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggencarkan pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. (Humas)

Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata berupa peningkatan pemahaman, keterampilan, dan minat belajar bahasa krama dan aksara Jawa. Lebih jauh, siswa diharapkan mampu mempraktikkan bahasa krama dalam interaksi sehari-hari, baik dengan orang yang dikenal maupun tidak, serta memandang aksara Jawa sebagai media tulis yang indah.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Maghfirotun Na’imah, menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap program ini. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi Tim JAWARA-TECH sejalan dengan visi sekolah untuk melestarikan bahasa dan aksara daerah.

“Saya berharap program ini bisa menjadi branding bagi SD Muhammadiyah 16 Karangasem serta membantu anak-anak belajar bahasa krama dan aksara Jawa. Apalagi saat ini Dinas Pendidikan Kota Surakarta sedang mendorong program Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI),” ungkapnya.

Dengan dukungan sekolah dan lingkungan sekitar, Tim PKM-PM JAWARA-TECH optimistis dapat terus menyuarakan pelestarian bahasa krama dan aksara Jawa. Mereka mengusung semangat “Teknologi untuk Budaya” sebagai bentuk komitmen menjaga warisan leluhur di tengah gempuran arus globalisasi.

Berita Terbaru

PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...

HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...

HMP PTI UMS Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 Melalui Inovasi Smart Farming

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil lolos sebagai peserta Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 melalui program PPK...

FKIP UMS Perkuat Peran Ormawa Melalui Diskusi Kelembagaan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Menggelar kegiatan bertajuk Diskusi Kelembagaan dan Penguatan Peran Oramawa FKIP UMS dengan Tema “FKIP...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

Tiga Mahasiswa UMS Raih Penghargaan di Putra-Putri Lawu 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih penghargaan dalam ajang Putra-Putri Lawu 2026, pemilihan duta wisata Kabupaten Karanganyar. Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam...

Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...

Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...