Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Antara Ngopi dan Hipertensi: Gaya Hidup yang Menyesatkan Generasi Muda

Prima Trisna Aji, Editor: Sholahuddin
Jumat, 1 Agustus 2025 11:31 WIB
Antara Ngopi dan Hipertensi: Gaya Hidup yang Menyesatkan Generasi Muda
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Prima Trisna Aji (Dok. pribadi).

Ngopi telah menjadi gaya hidup yang mengakar kuat di kalangan generasi muda. Dari pojok kampus hingga pusat kota, dari jam istirahat siang hingga tengah larut malam, kopi selalu hadir sebagai teman setia setiap harinya. Bukan hanya untuk menghilangkan kantuk, tapi juga sebagai simbol produktivitas, pergaulan, bahkan pencitraan. Namun, di balik kepulan aroma kopi yang menenangkan, ada ancaman serius yang sering diabaikan yaitu: hipertensi dini di usia muda.

Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2025 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan kasus hipertensi pada kelompok usia 20 hingga 35 tahun. Dalam satu dekade terakhir, tren ini menunjukkan lonjakan hingga 18,7% pada kelompok usia tersebut. Ironisnya, banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa gaya hidup yang tampak “produktif” justru menjadi pemicu utama kerusakan kesehatan secara perlahan.

Saya teringat seorang mahasiswa bimbingan saya, sebut saja namanya Aldi (nama samaran) pada tahun 2000-an, usia ia yang baru menginjak 23 tahun. Ia aktif di organisasi, rajin kuliah, dan selalu terlihat enerjik sekali. Ia juga hampir setiap hari membawa kopi dalam gelas plastik besar dengan topping dan gula yang mencolok. Ketika saya tanya, ia menjawab ringan, “Ngopi bikin saya fokus, Bapak Prima. Apalagi kalau kerja lembur tugas sampai tengah malam.” Suatu hari, ia mengeluh sering pusing, jantung berdebar, dan merasa mudah lelah. Saat diperiksa di klinik, ternyata tekanan darahnya mencapai 160/100 mmHg. Untuk usia dua puluhan, itu sangat mengkhawatirkan. Aldi kaget, bahkan merasa tidak percaya. Ia merasa sehat, masih muda, dan belum pernah mengalami keluhan serius. Nyatanya, tubuhnya sudah memberi sinyal bahaya sejak lama yang sering ia abaikan.

Kisah Aldi itu bukan satu-satunya. Ia adalah potret dari ribuan generasi muda Indonesia yang tanpa sadar menggantungkan stamina dan semangatnya pada kafein, sambil melupakan pentingnya pola hidup seimbang. Konsumsi kopi dalam jumlah wajar sebenarnya tidak membahayakan. Bahkan berbagai studi internasional menunjukkan bahwa kafein dalam dosis moderat dapat memberi efek positif terhadap kewaspadaan dan performa kognitif. Namun, ketika kopi dikonsumsi berlebihan lebih dari tiga cangkir per hari, ditambah dengan gula, krimer, bahkan topping tinggi kalori yang terjadi adalah pembebanan sistem metabolik tubuh secara terus-menerus.

Begadang

Lebih dari itu, kebiasaan ngopi kerap dibarengi dengan begadang, rokok, fast food, minim aktivitas fisik, dan stres berkepanjangan. Kombinasi semacam inilah yang mempercepat terjadinya hipertensi pada usia muda. Masalahnya, banyak anak muda yang merasa tubuhnya masih kuat sehat, padahal tekanan darah mereka perlahan mulai naik. Ketidaktahuan ini yang justru memperbesar risiko hipertensi yang tidak terdiagnosis.

Tidak dapat dimungkiri bahwa perubahan gaya hidup anak muda turut dipengaruhi oleh paparan media sosial dan budaya instan. Semua serba cepat, praktis, dan penuh tekanan. Kopi pun menjadi pelarian yang paling mudah dijangkau. Padahal,  jika terus dibiarkan tanpa edukasi, kita hanya sedang membiarkan generasi produktif kehilangan masa depannya karena penyakit kronis yang seharusnya bisa dicegah sejak dini. Menghadapi kenyataan ini, penting bagi semua pihak baik institusi pendidikan, penyedia layanan kesehatan, hingga komunitas anak muda untuk mengambil peran aktif dalam mendorong budaya hidup sehat. Edukasi mengenai batas konsumsi kafein yang aman, pentingnya pola tidur yang teratur, dan kebiasaan melakukan pemeriksaan tekanan darah sejak usia muda harus menjadi gerakan kolektif. Perlu digalakkan program deteksi dini hipertensi di kampus dan komunitas pemuda, serta promosi gaya hidup seimbang: produktif, aktif secara fisik, cukup istirahat, dan sadar kesehatan.

Solusinya bukan melarang minum kopi, tetapi mengembalikan fungsi kopi pada porsi yang tepat. Kopi bisa tetap dinikmati, asal tidak dijadikan pelarian dari stres atau simbol gaya hidup semu. Generasi muda harus mulai melihat bahwa gaya hidup sehat adalah investasi masa depan. Karena tekanan darah yang terkontrol hari ini adalah tiket menuju usia produktif yang panjang dan berkualitas.

Jika kita tidak segera memperbaiki arah gaya hidup ini, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan menghadapi beban ganda penyakit kronis di usia muda. Dan pada akhirnya, kebiasaan ngopi yang dianggap keren itu justru meninggalkan jejak panjang dalam catatan medis generasi masa depan.

Penulis adalah dosen prodi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Tiga Kali Beruntun Raih Platinum, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Jadi Role Model P2HIV/AIDS Nasional

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta meraih penghargaan kategori Platinum dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat...

Teliti Risiko Jatuh Pasien Diabetes, Dosen UMS Raih Penghargaan di IPTRS Bangkok

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Rosella Komala Sari, meraih penghargaan Outstanding Oral Presentation dalam International Physiotherapy Research Symposium...

Startup Karya Alumni UMS Ini Ingin Ubah Cara Ahli Gizi Indonesia Bekerja

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk profesi ahli gizi, resmi diluncurkan melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis...

MDMC dan Aisyiyah Joyotakan Bersinergi, Bawa Layanan Kesehatan ke Permukiman Pascabanjir

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sepekan setelah banjir melanda wilayah Solo dan sekitarnya pada 15/4/2026, sejumlah lembaga Muhammadiyah bersinergi memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan...

Hari Kartini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Edukasi Ibu soal Perawatan Bayi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar edukasi kesehatan interaktif “Smart Mom: Panduan Aman Perawatan Bayi 0–1 Tahun” bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Sabtu...

Hangatnya Syawalan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Selasa, (14/4/2026). Dalam momentum Syawal, sebanyak 32 istri dokter dan pejabat...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Gelar Sosialisasi Anti Fraud Pelayanan Kesehatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Fraud dalam Pelayanan Kesehatan,...

Komunitas Grup Sehat dan Semangat RS PKU Muhammadiyah Surakarta Rayakan HUT Kelima

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Komunitas Grup Sehat dan Semangat (GSS) RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal serta...

Lewat Workshop, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Workshop Implementasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Rabu–Kamis, (1-2/4/2026) di Aula RS. Kegiatan ini dibuka Direktur RS PKU...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Semarakkan Ramadan lewat Kegiatan Sosial dan Keagamaan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan direksi, civitas rumah sakit, serta masyarakat sekitar. Salah...

UMS Lantik 30 Dokter Baru, Siap Layani Pasien dengan Senyum dan Sabar

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel...

Menyibak Tren Olahraga, Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa...