Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
PDM Kota Solo

Pengajian Ramadan PCM se-Soloraya, Meneguhkan Ideopolitor dan Wasathiyah Muhammadiyah

Maysali, Editor: Sholahuddin
Minggu, 23 Maret 2025 14:48 WIB
Pengajian Ramadan PCM se-Soloraya, Meneguhkan Ideopolitor dan Wasathiyah Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Muhammad Abdul Fattah Santoso, saat menyampaikan materi wasathiyah pada Pengajian Ramadan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Soloraya, Minggu (23/3/2025). (Humas UMS).

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah pelaksanaan Pengajian Ramadan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Soloraya. Pengajian ini berlangsung di Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Minggu (23/3/2025).

K.H. Drs. Anwar Sholeh, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menyampaikan terima kasihnya kepada UMS yang telah menyediakan segala fasilitas untuk kegiatan pengajian ini. “Terima kasih Pak Rektor dan seluruh jajaran UMS atas kesetiaannya. Pokoknya memang kalau di tempat UMS itu semuanya beres,” tuturnya.

Anwar Sholeh menyampaikan, pengajian ini ditujukan agar warga Muhammadiyah khususnya se-Soloraya mendapatkan penguatan dan pengetahuan yang berkaitan dengan kemajuan Muhammadiyah, seperti ideologi, politik, dan organisasi (ideopolitor) Muhammadiyah.  Mengakhiri pembicaraannya, dia juga berterima kasih kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah atas penyelenggaraan ideopolitor hari ini secara serentak di seluruh Jawa Tengah.

Mengecas Ulang Keberagamaan

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Prof. Muhammad Abdul Fattah Santoso,  dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan sekaligus arahan. Dia menyampaikan bahwa kita harus bersyukur karena pada hari datang untuk melaksanakan salah satu tugas dari wahyu pertama dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW yaitu untuk membaca. Membaca tidak hanya membaca teks, tetapi membaca situasi, gejala, fenomena.

Peserta pengajian ramadan PCM dan PCA se-Soloraya di Edutorium UMS. (Humas UMS).

Bulan Ramadan menjadi bulan mengecas ulang dari keberagamaan kita baik yang berupa ajaran Islam maupun penerapannya dalam kita ber-Muhammadiyah. Seperti pada kali ini yang mengangkat tema utama yaitu persoalan washatiyah. Persoalan wasathiyah secara praktik sudah dilakukan oleh Muhammadiyah sejak berdirinya. Seperti dengan penerimaan kearifan lokal di dalam ber-Muhammadiyah untuk menjadi bagian dari wasathiyah atau tengahan.

“Kalau kita lihat dari foto-foto pimpinan Muhammadiyah di masa lalu maka mereka masih bersarung, masih memakai jas. Di situ kita bisa melihat bagaimana Muhammadiyah awalnya dari segi perilaku yang diterapkan itu menunjukkan wasathiyah atau tengahannya,” jelasnya. Ia menambahkan, termasuk menghadapi modernitas dan menghadapi penjajahan Belanda. Namun praktik tersebut ternyata tidak pernah dirumuskan sehingga baru dirumuskan dalam Risalah Islam Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo pada 2022 lalu.

Tugas lain dari warga Muhammadiyah adalah menyiapkan diri untuk menjadi wasathiyah yang artinya juga unggul, yang diilhami dari Q.S. Al-Imran ayat 110. Dia juga menyampaikan sikap yang harus dimiliki warga Muhammadiyah adalah sikap seimbang.  “Sikap seimbang itu harus ada di dalam diri kita, yaitu seimbang antara kehidupan individual dan kehidupan masyarakat. Yang kedua, keseimbangan lahir dan batin, dan yang ketiga keseimbangan duniawi dan ukhrawi,” kata dia.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah itu mengatakan, dalam hal penerimaan eksternal, wasathiyah itu artinya menolak ekstremisme yaitu tidak ekstrem kanan atau kiri. Selain itu, wasathiyah juga dimaknai untuk tidak ultra konservatisme, dan tidak ultra liberalisme. Artinya, tidak menjadi kelompok yang mempertahankan tradisi dengan sedemikian kuat sampai melupakan perubahan. Di sisi lain juga tidak ultra liberalisme, atau menjadi kelompok yang sangat liberal.

Kemudian Fattah juga menyebutkan arti lain dari wasathiyah yang maknanya boleh untuk tidak toleran yaitu boleh untuk tidak toleran ke pihak luar. “Kapan kita boleh tidak toleran, satu yaitu ketika kita berhadapan dengan sekularisme politik,” kata dia.  Selain itu, tidak boleh toleran kepada sikap yang tidak peduli dengan dekadensi moral.

Berita Terbaru

Touring hingga River Tubing di Kali Pusur, PDPM Solo Pererat Soliditas Antarcabang

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta menggelar silaturahmi bertajuk Pertemuan Pemuda Muhammadiyah se-Surakarta, Ahad (26/4/2026), di Taman Banyu Gemblinding, Polanharjo, Klaten. Kegiatan...

Berikut Lokasi Salat Idulfitri yang Digelar Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Keputusan tersebut mengacu kepada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang mulai...

Tarawih Bersama PDM Kota Solo, Perkuat Silaturahmi dan Dakwah Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo menggelar kegiatan Tarawih Bersama dan Pengajian Refreshing, Jumat (13/3/2026) pukul 19.00 WIB, di Masjid Balai Muhammadiyah Solo, Jl. Teuku...

Pengajian Refreshing PDM Solo, Prof. Dai: Iman Harus Membumi dalam Amal dan Pelayanan Umat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Pengajian Refreshing, Jumat (13/03/2026), di Aula Gedung Balai Muhammadiyah, Jl. Teuku Umar No. 5 Keprabon,...

PDM-PDPM Karanganyar Silaturahim di Masjid An-Nur SMP Muhammadiyah 7 Colomadu

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM–Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Karanganyar menggelar silahturahim dan Turun ke Bawah (Turba) pada Selasa (10/6/2026) di Masjid...

Safari Ramadan PDM Boyolali 1447 H Hadir di SD Muhammadiyah PK Banyudono

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Semarak Safari Ramadan Kajian Munadharah PDM Boyoli 1447 H mewarnai halaman SD Muhammadiyah PK Banyudono pada Sabtu, (28/2/2026). Kegiatan bertajuk Kajian Munadharah Bersama Pimpinan...

PDM Solo Gelar Bimtek Ekosistem Digital Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Aula Balai Muhammadiyah Surakarta tampak ramai di pagi itu. Ahad, (8/2/2026) di aula tersebut diselenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) program SATUMU Persyarikatan Muhammadiyah....

PDM Boyolali Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi dengan tema “Membangun Reputasi Muhammadiyah Berbasis Nilai dan Kinerja”. Kegiatan ini dilaksanakan...

Majelis Pendidikan PDM Solo Gelar Monev di MA Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Solo pada Senin, (26/1/2026). Kegiatan...

Kirim Ahli dan Alat Bor Sumur, Muhammadiyah Solo Bantu Layanan Air Bersih bagi Korban Banjir Aceh

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Muhammadiyah Solo melalui Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Solo kembali menunjukkan kepeduliannya dalam penanganan bencana nasional. Kali ini, MDMC Solo mengirim dua orang relawan...

MTs Muhammadiyah Solo Raih Hasil Memuaskan dalam Monev Majelis Pendidikan PDM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo memulai rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) rutin untuk semester genap tahun pelajaran 2025/2026. Monev di MTs Muhammadiyah...

Raker MPKSDI Muhammadiyah Solo 2026 Fokus Penguatan Perkaderan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat kerja (Raker) Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo bertajuk penguatan perkaderan tahun 2026 yang berkemajuan...