Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Bentuk Satgas PPKPT, Bukti Keseriusan UMS Cegah Kekerasan

Maysali, Editor: Sholahuddin
Kamis, 13 Februari 2025 09:21 WIB
Bentuk Satgas PPKPT, Bukti Keseriusan UMS Cegah Kekerasan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Satgas PPKPT UMS, Marisa Kurnianingsih (kanan), saat memaparkan Satgas PPKPT dan Permendikbud No. 55 Tahun 2024, Rabu (12/2/2025). (Humas).

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar sosialisasi sekaligus diskusi berkenaan dibentuknya Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Forum ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan UMS yang berlangsung secara hybrid melalui Zoom Meeting dan di Ruang Sidang Badan Pembina Harian (BPH) Gedung Siti Walidah UMS, Rabu (12/2/2025).

Forum ini menjadi wadah diskusi bagi Satgas PPKPT untuk dapat menerima masukan-masukan sebelum disahkan dan disosialisasikan kepada mahasiswa. Berdasarkan jadwal yang telah direncanakan, sosialisasi Satgas PPKPT akan dilangsungkan pada Sabtu (15/2/2025).

Wakil Rektor IV Bidang Bidang Sumber Daya Manusia, Al-Islam Kemuhammadiyahan & Sistem Informasi UMS, Prof. Em Sutrisna, menyampaikan bahwa pembentukan Satgas PPKPT di UMS itu bukan sebatas memenuhi ketentuan Permendikbud No 55 Tahun 2024. “Tapi betul-betul menekankan kampus yang kita idamkan semua,” tutur Em.

Sebelumnya UMS juga telah membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Satgas PPKPT merupakan perluasan dari Satgas PPKS, sehingga tidak hanya menangani kekerasan seksual namun juga bentuk kekerasan lainnya seperti perundungan.

Permendikbud No. 55 Tahun 2024 menyebutkan bentuk kekerasan yang dimaksud yaitu kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung kekerasan.  “Prinsipnya apa, setiap orang berhak mengadu dan setiap orang mungkin bisa diadukan,” tegas Wakil Rektor IV UMS itu.

Ketua Satgas PPKPT UMS, Marisa Kurnianingsih, mengatakan desakan agar setiap perguruan tinggi memiliki Satgas PPKPT didasari karena kasus kekerasan di kampus terus meningkat.  “Ternyata kasus PPKPT itu terus meningkat. Kasus kekerasan di perguruan tinggi itu terus meningkat, kemudian respon dari pemerintah adalah mengeluarkan Permendikbud Ristek no 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Kemudian pada tahun 2024 diperbarui dan ini adalah respon dari kasus bullying (perundungan) yang terjadi di Undip, dikeluarkan Permendikbud No. 55 tahun 2024,” papar Marisa.

Penurunan Akreditasi

Apabila kampus tidak mengindahkan peraturan tersebut, maka perguruan tinggi tersebut akan diberikan sanksi seperti penurunan akreditasi perguruan tinggi terkait. Sasaran dari peraturan ini adalah warga kampus, pemimpin perguruan tinggi, dan mitra perguruan tinggi. Sedangkan pihak yang masuk ranah PPKPT berdasarkan Permendikbud No. 55 tahun 2024 itu harus terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tri dharma atau catur dharma perguruan tinggi.

Marisa menerangkan, laporan harus dilakukan secara formal dengan menghubungi kepada kepala program studi (kaprodi) atau langsung menghubungi Satgas PPKPT UMS agar dapat ditindaklanjuti. Marisa juga menyarankan kepada kaprodi agar tidak menyelesaikan masalah PPKPT secara mandiri, melainkan harus melaporkannya kepada Satgas PPKPT.

“Apabila laporan yang diterima oleh kaprodi dan dalam waktu tujuh hari kaprodi tidak meneruskannya kepada Satgas PPKPT, maka akan dikenai sanksi. Satgas PPKPT UMS menyediakan layanan untuk melaporkan kekerasan yaitu melalui laman https://www.ums.ac.id/satgas-ppkpt,” imbuhnya.

Satgas PPKPT itu, lanjutnya, juga bertanggung jawab untuk memberikan bantuan konseling baik psikis maupun spiritual. Satgas PPKPT UMS menggandeng Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) dan Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS). Konseling atau pemulihan akan diberikan kepada korban dan mereka yang dilaporkan namun tidak terbukti kesalahannya.

Berita Terbaru

Inovasi Deteksi Dini Stunting Mahasiswa UMS Raih Emas di BMEIIF 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aswa Arsa Kumala, meraih dua penghargaan internasional melalui inovasi GROWELL, sebuah platform pemantauan pertumbuhan...

Mahasiswa Kesmas UMS Edukasi Warga Purwogondo soal Biopori

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi warga Desa Purwogondo, Kecamatan Kartasura, tentang pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kegiatan ini...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

Tim Pengabdian UMS Dorong Digitalisasi Dikdasmen PCM Kartasura

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong digitalisasi tata kelola dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF)...

IQT UMS Perkuat Tradisi Qira’at Bersanad di Pesantren

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkontribusi dalam pembinaan tahsin dan pembelajaran qira’at bersanad di...

Dosen UMS Bahas Desain Ideal Sistem Pemilu untuk Perkuat Kualitas Demokrasi

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Desain sistem pemilihan umum (pemilu) berperan penting dalam menentukan kualitas demokrasi, keterwakilan politik, dan efektivitas pemerintahan. Karena itu, pembaruan sistem pemilu perlu mempertimbangkan keadilan...

UMS Perkuat Ketahanan Ekonomi dan Kesehatan Mahasiswa Muslim di Taiwan

TAIWAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas komunitas mahasiswa Muslim di Taiwan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) bertajuk “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan...

Campus Visit MA Al Karim, FAI UMS Tekankan Peran Santri

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah (MA) Al Karim, Kamis (1/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang...

UMS Jajaki Kolaborasi LinkedIn untuk Petakan Alumni Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kolaborasi dengan LinkedIn untuk memperkuat ekosistem karier, pemetaan alumni, kemitraan industri, dan reputasi internasional. Penjajakan ini diarahkan pada...

UMS Jajaki Kerja Sama ITPC Hamburg, Buka Karier ke Jerman

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjajaki kerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg untuk membuka peluang mobilitas lulusan tenaga kesehatan ke Jerman....

Profesor UMS Waston Masuk 25 Besar Dunia Bidang Pendidikan Islam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Waston, tercatat menempati peringkat ke-25 dunia dalam kategori Education and Islamic Studies berdasarkan Top 1000 Scholar...

Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....