
PEKALONGAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Muhammadiyah memasuki babak baru dalam penanggalan hijriyah setelah memutuskan memberlakukan Kalender Hijriyah Global Tunggal pada Musyawarah Nasional (Munas) XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan, Minggu (25/2/2024). Pemberlakuan KHGT ini sebagai langkah strategis dalam menunjukkan kesatuan umat Islam di seluruh dunia.
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hamim Ilyas, saat membacakan keputusan tersebut mengatakan KHGT, sebagai sebuah inovasi berbasis prinsip satu hari satu tanggal Hijriah global, telah mendapatkan dukungan peserta Munas Tarjih. Keputusan ini bukanlah tanpa dasar, seiring dengan amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah dihasilkan dalam Muktamar Ke-47 Muhammadiyah tahun 1436 H/2015 M di Makassar. Pada muktamar tersebut, Muhammadiyah telah memutuskan untuk mengakomodasi Kalender Hijriyah Global Tunggal.
Sebagaimana dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, muhammadiyah.or.id, Konsepsi KHGT merujuk pada dalil syar’i dan argumen sains sebagai dasar pengesahan. Dalil-dalil tersebut mencakup ayat-ayat Al-Qur’an seperti surat al-Isra’ (17): 12, surat Yasin (36): 39-40, surat al-Baqarah (2): 189, surat Yunus (10): 5, surat at-Taubah (9): 36-37, surat ar-Rahman (55): 5, dan hadis Nabi Muhammad SAW yang memberikan perintah berpuasa secara serentak bagi seluruh umat Islam di muka bumi.
Kesatuan Umat
Penggunaan prinsip, syarat, dan parameter (PSP) yang merujuk pada siklus sinodis bulan menjadi dasar implementasi KHGT. Dalam pandangan ini, seluruh kawasan di dunia dianggap sebagai kesatuan (ittihad al-mathali’), dan bulan baru dianggap dimulai secara bersama di seluruh kawasan. KHGT menetapkan bahwa bulan baru akan dimulai apabila di bagian bumi manapun, sebelum pukul 24.00 GMT, telah terpenuhi kriteria tertentu, termasuk elongasi minimal 8° dan ketinggian hilal di atas ufuk saat matahari terbenam minimal 5°.
Inisiatif pengadopsian Kalender Hijriyah Global Tunggal oleh Muhammadiyah bukan hanya sebagai langkah praktis dalam penentuan waktu, tetapi juga sebagai upaya bersama menuju kesatuan umat Islam global. Dengan kesadaran akan pentingnya kesatuan dalam aspek waktu ini, Muhammadiyah memberikan kontribusi positif untuk mencapai tujuan tersebut.
Kapan Muhammadiyah akan memberlakukan KHGT ini? Hamim menuturkan, keputusan ini akan disampaikan kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah agar segara di-tanfidz atau dibuat Keputusan resmi PP Muhammadiyah. Setelah jajaran PP Muhammadiyah men-tanfidz, maka KHGT akan berlaku dan diterapkan.
Melunasi Utang Peradaban
Sementara, saat acara pembukaan Munas Tarjih, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan pengesahan KHGT menjadi bagian dari melunasi utang peradaban karena umat Islam selama 14 abad lamanya belum memiliki kalender terpadu yang unikatif.
“Kami dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik (rencana realisasi KHGT), dan ini sebagai pelunasan utang peradaban,” ucap Haedar, Jumat (23/2/2024). Sebelum disahkan, Haedar memberikan beberapa pesan penting. Ia menginginkan adanya argumen yang tangguh di balik penulisan dan pengesahan KHGT ini. Menurutnya, argumentasi ukhuwah dan solidaritas umat Islam dapat menjadi alasan kuat pemberlakukan kalender Islam berskala global.
“Ukhuwah dan solidaritas menjadi keniscayaan di era global ketika dunia semakin melintas batas. Ukhuwa menjadi idiom yang indah namun begitu susah diwujudkan karena banyaknya kepentingan,” tutur Haedar.
Haedar menyoroti dalam konteks ini, argumen kesatuan atau unity juga menjadi kunci penting untuk mendukung pemberlakuan KHGT. Meskipun sulit, namun penting untuk membangun kesatuan dalam melihat kekhawatiran terhadap perpecahan dunia Islam. Penerapan kalender yang bersifat pemersatu dalam skala global diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyatukan dunia Islam yang terkadang terpecah-belah.
Haedar juga menekankan pentingnya dukungan konsepsi Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) dengan dasar dalil bayani dan burhani untuk menghasilkan aspek “kepastian”. Baginya, sebuah kalender harus membawa kepastian tentang hari dan tanggal, khususnya dalam penentuan awal bulan Ramadan, Syawal/Idul Fitri, serta awal dan tanggal 9 (Hari Arafah) serta tanggal 10 (Idul Adha) bulan Zulhijah dalam satu kesatuan kalender Hijriah yang menjadi rujukan bersama seluruh dunia Islam.
“Kita iri dengan kalender miladiyah (masehi). Mereka tidak pernah berselisih tentang Natal dan hari-hari besar lainnya, karena sudah ada kalender tunggal, satu hari satu tanggal di seluruh dunia,” ujar Haedar. Pernyataannya menunjukkan keinginan untuk mencapai tingkat keseragaman yang dimiliki oleh kalender Gregorian dalam konteks hari raya dan perayaan agama. Dengan demikian, KHGT diharapkan dapat menjadi landasan yang seragam untuk seluruh umat Islam di seluruh dunia.
Dalam konteks kalender, Haedar menilai bahwa adagium “perbedaan adalah rahmat” tidak berlaku dan perlu digantikan dengan pandangan bahwa “kesatuan dan kepastian dalam berkalender hijriah tunggal adalah rahmat”. Menurutnya, perbedaan dalam penentuan tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriah bisa membawa dampak negatif, bahkan dalam beberapa kasus dapat berujung pada fitnah.
Oleh karena itu, mengutamakan kesatuan dan kepastian dalam KHGT dianggap sebagai langkah bijak untuk menghindari perpecahan dan memastikan konsistensi dalam perayaan serta ibadah umat Islam di seluruh dunia.
Milik Umat Islam Dunia
Bila KHGT telah disahkan, Haedar berharap hal ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah melainkan milik seluruh umat Islam di dunia. Karenanya penting melakukan sosialisasi yang simpatik dengan pendekatan QS. An-Nahl ayat 125 yaitu disampaikan dengan hikmah dan kerendahan hati. Penggunaan berbagai saluran sosialisasi digital yang menarik dan simpatik dapat dilakukan secara masif.
Tiga AUM Muhammadiyah di Bolon Ajak Warga Berdoa Memohon Hujan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni MIM Digdaya Bolon, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan, dan TK Aisyiyah Bolon, bersama warga menggelar Salat Istiska...
Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...
UMS Beri Penghargaan bagi Penggerak Muhammadiyah se-Solo Raya
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, cabang, ranting, serta dosen dan tenaga kependidikan yang berkontribusi dalam pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Apresiasi...
Ribuan Anggota Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmen dalam membangun generasi berlandaskan nilai-nilai Islam melalui Tablig Akbar dalam rangka Hari Jadi ke-68 UMS. Kegiatan yang menghadirkan...
Wali Kota Solo Siapkan Program Air Bersih Gratis PDAM untuk Rumah Ibadah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Wali Kota Solo, Respati Ardi menyiapkan program air bersih gratis dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening atau PDAM bagi seluruh rumah...
Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...
Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...
Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...
Wayang dari Sak Semen Jadi Media Edukasi Lingkungan di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah untuk mencegah kerusakan lingkungan melalui media wayang berbahan...
Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...
Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...
Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....






